Thoughts

Kodrat dan Gender

gender

Ketika saya mendapatkan pertanyaan apakah kodrat dan gender itu sama atau tidak, saya sempat ‘ngehang’ selama beberapa detik. Mengapa ‘ngehang’? Karena jawaban untuk pertanyaan ini kompleks, dan saya sedang mengalami kesulitan dalam menyambungkan satu hal dengan yang lain, serta merunutkan pikiran. Tapi, saya akan mencoba menjawabnya semampu saya.

Menurut saya, kodrat dan gender adalah dua hal yang berbeda. Apa itu kodrat? Kodrat adalah besarnya daya atau kemampuan yang tersimpan dalam diri seorang makhluk hidup. Sepemahaman saya, kodrat bicara tentang potensi-potensi yang dimiliki oleh seseorang, terlepas dari konsepsi dan tuntutan yang dibentuk oleh lingkungan, baik keluarga maupun masyarakat. Kodrat manusia adalah apa yang telah terpetakan sejak ia masih berupa hasil pembuahan.

Seorang manusia memiliki potensi menjadi baik/buruk, rajin, suka hal-hal yang bersifat domestik/pertukangan/elektronik/lain-lain, punya kecenderungan bereaksi menurut emosi tertentu, dan termasuk punya kecenderungan memandang dirinya memiliki identitas gender yang seperti apa. Potensi-potensi inilah yang kemudian akan terwujud (atau bahkan tidak terwujud) ketika ia dibenturkan dengan keadaan lingkungan. Pola pengasuhan, pergaulan, dan konsepsi yang terbentuk di masyarakat berperan penting dalam terpenuhinya kodrat individu tersebut.

Perlu kita pahami bahwa yang dimaksud dengan gender lepas sama sekali dari jenis kelamin secara biologis. Seseorang yang memiliki penis, tidak mesti memiliki gender sebagai pria. Kalaupun ia bergender pria, tidak mutlak juga ia harus macho, seperti konsepsi yang dibentuk oleh masyarakat. Secara saintifik, pemahaman seseorang terhadap gendernya sebenarnya sudah ditentukan di level molekular dan hormonal. Penelitian-penelitian neurologi hingga saat ini menyimpulkan, hormon dan bagian otak tertentu menjadi penentu identitas gender seseorang.

Itulah mengapa, terlepas dari konsepsi masyarakat bahwa manusia yang memiliki vagina berarti perempuan dan harus bersikap seperti perempuan (menurut standar mereka), bisa saja yang terjadi tidak seperti itu. Karena bagian otak dan hormonnya menentukan lain. Nah, inilah yang disebut kodrat. Potensi yang dimiliki individu tersebut justru tidak ada hubungan dengan konsepsi yang dibentuk oleh masyarakat.

Lalu bagaimana menjelaskan apa yang sudah terjadi berabad-abad? Bagaimana menjawab argumentasi sejak zaman nenek moyang manusia berpenis adalah laki-laki dan harus bersikap seperti laki-laki, juga sebaliknya? Nah, kalau ini sudah masuk bahasan evolusi dan sejarah. Dari sisi sejarah, sebenarnya ratusan tahun silam sudah ada catatan-catatan yang menunjukkan terdapatnya individu-individu yang memiliki identitas gender berbeda dari jenis kelamin yang dimilikinya. Masyarakat pada saat itu ada yang menganggapnya menyimpang, ada yang tidak.

Dari sisi evolusi (pengetahuan sekilas dari membaca sedikit buku Jared Diamond), individu yang memiliki vagina terkondisikan untuk melakukan hal-hal domestik, karena pada zaman prasejarah, mereka tidak mungkin berburu atau berperang dalam keadaan hamil atau membawa bayi. Pun mereka didomestikkan sebagai salah satu cara untuk melanjutkan keberlangsungan hidup dan suku, dijaga agar tidak terjadi kepunahan.

Dari situlah akhirnya terbentuk konsepsi bahwa individu bervagina disebut sebagai perempuan dan diutamakan melakukan hal-hal bersifat domestik. Konsepsi tersebut yang terus terbawa hingga zaman ini, dan dianggap sebagai kebenaran. Padahal tentu saja ada konteks dan situasi yang menyebabkan konsep itu muncul. Sayangnya tidak semua dari kita menyadarinya.

Kembali lagi pada pertanyaan awal yang ditujukan pada saya. Apakah kodrat dan gender sama? Saya akan menjawab tidak. Kodrat berbeda dengan gender, akan tetapi gender adalah bagian dari kodrat. Dengan pemahaman bahwa kodrat adalah potensi yang dimiliki oleh tiap individu, dan gender tidak ada kaitan langsung/mutlak dengan jenis kelamin yang dimiliki oleh individu tersebut.

Ini memang baru jawaban singkat dari saya. Mudah-mudahan saya memiliki kesempatan untuk menambah dan memperbaharui jawaban ini.

Regards,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s