Thoughts

Jokowi dan Kesetaraan Gender

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar kabar penunjukkan Jokowi sebagai Duta Kesetaraan Gender oleh PBB. Ada yang menyambutnya dengan gembira, dan ada yang bingung serta skeptis, kok bisa Jokowi menjadi duta kesetaraan gender. Apa PBB nggak salah?

Karena penasaran, saya iseng menelusuri beritanya. Rupanya, Jokowi tidak sendiri menjadi Duta Kesetaraan Gender. Bersama dengan sembilan Kepala Negara lainnya, Jokowi dilibatkan dalam program Impact10X, salah satu program dalam kampanye kesetaraan gender “HeforShe”yang dicanangkan PBB.

Saya akan sedikit bercerita soal program Impact10X ini. Program Impact10X akan melibatkan 10 orang penting dari tiga sektor kunci, yaitu pemerintahan, korporasi, dan akademis. Masing-masing sektor memiliki tugas tersendiri dalam mempromosikan isu kesetaraan gender.

Khusus Jokowi, yang terlibat dalam sektor pemerintahan, ada beberapa hal yang diminta untuk dilakukan, antara lain :

  1. Mengkampanyekan kesetaraan gender dan mengajak para pria di negaranya untuk ikut memperjuangkan kesetaraan gender.
  2. Memiliki komitmen yang jelas dan membuat target berapa pria atau anak laki-laki yang ikut bergabung dalam kampanye tersebut.
  3. Melakukan penelusuran masalah kesetaraan gender dan mengajak kaum laki-laki dalam pencarian solusi.
  4. Mengenalkan program pendidikan kesetaraan gender baik formal maupun nonformal.
  5. Mendorong pegawai negeri sipil pria untuk terlibat dalam kampanye tersebut, terutama di kantor pemerintahan yang kesetaraan gendernya masih rendah.
  6. Mengadakan kegiatan nasional (seminar, workshop, event) yang bermaksud meningkatkan kesadaran terhadap kesetaraan gender.
  7. Mempromosikan kampanye kesetaraan gender dan kegiatan-kegiatan tentang kesetaraan gender melalui media massa.
  8. Mendorong sektor swasta, BUMN, dan Pemerintah Daerah untuk berinisiatif membuat kajian tentang kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi.

Dari delapan tugas tersebut, yang benar-benar harus diusahakan adalah kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender. Usaha untuk meningkatkan kesetaraan gender bila tidak diiringi dengan kesadaran seluruh lapisan masyarakatnya, akan omong kosong.

Perlu bukti? Paling mudah soal keterwakilan perempuan di DPR/DPRD. Kalau diperiksa jumlah anggota dewan yang perempuan, kemungkinan besar syarat keterwakilan perempuan terpenuhi. Tapi, kalau ditanya satu per satu, apakah anggota dewan yang perempuan itu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, barangkali jawabannya tidak.

Jadi, upaya untuk meningkatkan peran perempuan di sektor-sektor penting akhirnya hanya berupa angka dan slogan. Jumlah yang cukup, dan slogan yang dimuntahkan dalam kampanye pemerintah serta calon pemimpin daerah.

Kok bisa begitu?

Masalah utamanya ada pada kesadaran mengenai gender dan kesetaraan gender. Menurut hemat saya, kampanye kesetaraan gender harusnya tidak hanya menyasar kaum laki-laki. Kaum perempuan pun harus disasar, karena rupanya masih ada perempuan yang tidak setuju dengan kesetaraan gender.

Oleh karena itu, hal krusial yang harus segera dilakukan Jokowi sebagai bentuk nyata keterlibatan dalam program Impact10X ini adalah merumuskan materi kampanye dan pendidikan kesetaraan gender. Baik itu materi untuk diajarkan di sekolah, diberikan dalam kegiatan berskala nasional, di kantor pemerintahan, atau untuk diberikan  di lingkungan RT, pengajian, arisan ibu-ibu PKK, dan sebagainya.

Apalagi salah satu yang diminta dalam tugas tersebut adalah melibatkan pegawai pemerintahan pria untuk terlibat dalam kampanye kesetaraan gender. Mohon maaf, tapi sesingkat pengamatan saya, masih sedikit pegawai pemerintahan yang mau melibatkan diri membela kesetaraan gender. Pegawai yang benar-benar memahami kesetaraan gender barangkali bisa dihitung dengan jari.

Kesetaraan gender tidak akan pernah bisa kita capai bila kita tidak memahami apa itu gender, dan mengapa perlu ada kesetaraan gender. Isu kesetaraan gender ini selalu menjadi masalah, karena pemahaman masyarakat yang keliru.

Saya berharap, dengan ditunjuknya Jokowi sebagai Duta Kesetaraan Gender dalam program Impact10X, berbagai program dan kampanye tentang kesetaraan gender bisa lebih banyak dan luas. Saya menyambut baik keterlibatan Indonesia dalam program tersebut, dan berharap bisa dilaksanakan sesuai apa yang ingin dicapai.

(Mudah-mudahan, ketika dilaporkan, bukan hanya kegiatan sederhana dan slogan yang digadang-gadangkan di depan negara lain, padahal dalam pelaksanaannya tidak seberhasil itu.)

 

-a quick note from an incoherent mind in one rainy afternoon-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s