Thoughts

Buka Pikiranmu (6/30)

Science works on the frontier of knowledge and ignorance. We’re not afraid to admit what we don’t know. There’s no shame in that. The only shame is to pretend that we have all the answers.  -Cosmos, A Space Time Odyssey-

Saya masih terpesona dengan serial Cosmos, A Space Time Odyssey. Episode yang saya tonton tadi menjelaskan tentang asal usul makhluk hidup. Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu (waktu saya masih mahasiswa tingkat sarjana, baru tingkat awal lagi) saya begitu percaya diri menentang teori evolusi padahal saya belum pernah membaca The Origin of Speciesnya Charles Darwin. Saya ingat salah satu blogger waktu itu bertanya pada saya : memangnya kamu sudah baca bukunya Charles Darwin?

 Banyak hal yang kita tentang, yang tidak kita setujui sebenarnya bersumber pada ketidaktahuan kita atau minimnya pengetahuan yang kita miliki tentang hal tersebut. Pangkal masalahnya sederhana, karena kita tidak mau mencari tahu atau tidak mau menggali sumber informasi yang shahih. Kita justru berpegang erat pada apa yang kita yakini, sedihnya seringkali hal yang kita yakini tersebut adalah agama. Tentang asal mula kehidupan, tentang evolusi, banyak dari kita yang berdiri dengan tegak di garis terdepan menentang apa yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan. Banyak dari kita yang akan berteriak dengan suara paling lantang menentang teori yang menurut anggapan kita tidak sesuai dengan keyakinan yang dianut. Lalu kita sibuk mengkafir-kafirkan mereka yang mempercayai bukti-bukti ilmiah. Kita sibuk mengutip ayat sana ayat sini, mencari pembenaran ke sana ke mari untuk menentang apa yang berlawanan dengan keyakinan kita. Padahal kita belum pernah membaca tentang teori-teori yang kita tentang itu. Kita belum pernah berdiskusi dengan tenang dengan mereka para ilmuwan. Jangan-jangan sebenarnya kita sendiri tidak memiliki keyakinan yang utuh. Kita yang masih ragu. Sehingga untuk meyakinkan diri sendiri, kita menolak hal-hal yang membuat kita meragukan keyakinan tersebut.

 Sungguh picik. Padahal kalau kita membuka pikiran, menyediakan ruang untuk pengetahuan dan ilmu yang terus berkembang, kita bisa belajar banyak. Dan mereka yang keyakinannya sudah teguh, akan tetap yakin tanpa menentang mentah-mentah penemuan-penemuan baru. Banyak teman-teman saya yang terbuka dengan teori-teori asal usul makhluk hidup, teori asal-usul alam semesta dan mereka tidak lantas jadi murtad atau tidak percaya Tuhan. Kita sering merasa harus membela Tuhan, padahal menurut pendapat saya pribadi, Tuhan tak perlu dibela. Tuhan bisa membela diriNya sendiri.

 Ada satu perbedaan besar antara orang-orang yang terbuka dan tertutup pikirannya. Mereka yang terbuka pikirannya, yang membuka lebar-lebar pintu masuk ilmu pengetahuan, tak akan takut salah, dan tak pernah merasa bahwa mereka sudah mengetahui segalanya. Karena dalam dunia ilmiah, satu pertanyaan yang sudah terjawab akan mendatangkan pertanyaan berikutnya, dan begitu seterusnya. Semakin kita menyelam, semakin banyak misteri yang akan ditemukan. Berbeda dengan mereka yang tertutup pikirannya dan merasa sudah cukup berpegang pada satu hal saja. Mereka merasa sudah punya jawaban untuk semua pertanyaan yang ada di dunia ini. Tapi, begitu dihadapkan dengan persoalan yang sebenarnya mereka tidak punya jawabannya, mereka tidak akan mau mengakui. Mereka akan bilang, “memang sudah ketetapannya begitu, jangan dipertanyakan lagi.” Menyedihkan.

 Saya yang saat ini menulis entry ini adalah saya yang berbeda. Sekarang saya lebih terbuka terhadap ilmu dan pengetahuan . Di rak buku saya sudah bertengger terjemahan The Origin of Species untuk saya baca di kemudian hari. Saya juga punya beberapa ebook tentang teori big bang dan tentang alam semesta. Saya nonton Cosmos, yang kontennya membuat saya tercengang, ragu, berpikir, dan menelaah (meskipun kualitas telaahannya ya hanya untuk diri saya saja). Dan saya lebih menyenangi diri saya yang sekarang ini, yang amat haus dengan ilmu pengetahuan, yang antusias membaca artikel-artikel ilmiah (meskipun frekuensinya masih terkalahkan dengan nontonserial tv T_T). Saya merasa sudah berani melompat dari benteng yang tadinya mengelilingi saya, dan kalau saya bertemu dengan benteng yang lain lagi… Saya akan loncat lagi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s