Life

Ribut Melulu (2/30)

Akhir-akhir ini saya sering kali melihat netizen bertengkar entah itu di Facebook atau di Twitter. Apa yang menjadi penyebab pertengkaran? Nggak jauh-jauh dari urusan agama. Mulai dari langgam bacaan Qur’an sampai membentuk negara khilafah. Mulai dari kabar yang dipertanyakan kebenarannya, sampai ribut mengenai ayat atau hadist. Ribut ribut ribut.

 Saya bingung, apakah di dunia nyata kita ini kurang ribut? Kurang banyak masalah yang lebih penting untuk diributkan? Banyak sekali waktu mereka sehingga bisa begitu cepat membalas komentar atau berdebat dengan orang yang tidak sependapat. Yang paling absurdnya lagi, masalah yang diributkan itu masalah agama. Sementara negara lain sudah membangun pembangkit listrik tenaga angin (malah tadi saya lihat berita yang dibagikan oleh kenalan, ada yang mengembangkan turbin angin tanpa baling-baling!) bahkan sudah meneliti terapi kanker yang baru, kita di sini masih ribut soal agama. Bukan jenis ribut yang membuka pikiran lagi. Jenis ributnya adalah yang membuat tawuran antarkampung. Tak ada kebaikan di dalamnya.

 Mengapa kita senang sekali ribut? Apa karena 32 tahun tak bisa berpendapat dengan bebas? Apa karena kita masih euforia dengan teknologi yang canggih? Di mana pesan-pesan begitu cepat tersampaikan, informasi-informasi begitu mudah didapat? Mengapa kita seperti masyarakat yang mundur berjuta-juta abad ke belakang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s