Resensi

Resensi “The Dangerous Gentleman” – Julia London

Halooo, saya kembali lagi dengan resensi-resensi novel. Bukannya selama satu tahun ke belakang ini nggak pernah baca novel lagi, tapi nggak sempet bikin resensinya (sok iye:p).

Kali ini saya akan memberikan sedikit review tentang buku ketiga dari seri Regent Street karya Julia London. Settingnya masih di Inggris pada abad ke-19. Novel ini mengisahkan tentang Adrian Spence, Earl of Albright yang baru saja memakamkan sepupunya (yang juga sahabat baiknya, dan salah satu anggota kelompok Rogue -kelompok bentukan Adrian dan kawan-kawan) yang sebenarnya Adrian sendiri lah yang terpaksa mengambil nyawa Philip.

Karena skandal ini, ayah Adrian tidak lagi mengakuinya sebagai ahli waris gelar dan estat Kealing Park. Merasa sakit hati dan dendam pada ayah yang tidak pernah menyayanginya ini, Adrian akhirnya memutuskan untuk membalas dendam, dengan cara menikahi wanita yang sedang didekati adiknya, Liliana Dashell.

Awalnya, Adrian mengira Liliana hanyalah gadis desa biasa (meskipun dia anak baron ya), apalagi Adrian juga cukup kaget karena Lilian banyak omong (padahal sebenernya gugup dengan status baru menjadi istri dari Earl, dan karena baru menikah dengan pujaan hati sejak kecil), dan karena Adrian sudah berjanji tidak akan membiarkan perasaan apapun mempengaruhinya lagi (sejak kematian Philip yang menurut dia sih gara-gara dia merasakan marah atau sesuatu yang mirip dengan itu -___-), Adrian menjadi tidak peduli dengan Liliana.

Sementara Liliana, di lain pihak, sangat ingin bisa bersama dengan Adrian, bukan hanya di tempat tidur, tapi juga dalam keseharian. Liliana yang merasa kehidupannya sebelum menikah sangat terkungkung, ingin bebas. Tapi, ia ingin bebas bersama Adrian, ingin Adrian melihatnya, menghargainya juga.

Kejadian demi kejadian terurai dalam novel ini. Bahkan ada bagian dimana Adrian sempat mengalami sakit yang cukup parah (jangan tanya, tapi baca aja sakitnya apa. Oh btw, kenapa di setiap cerita fiksi, kalau ada masalah yang mulai memuncak, selalu salah satu tokohnya sakit ya? :p) yang membuatnya menyadari betapa dia selama ini telah menyia-nyiakan Liliana.

Nah, bagaimana kelengkapan ceritanya? Harus dibaca sendiri oleh temans semua ya. Saya mengacungi jempol untuk Julia London karena konflik yang dibangun di novel ini sangat membuat tokoh-tokohnya hidup. Penokohan para karakter juga sangat kuat. Bahkan di beberapa bagian, saat saya membaca, saya merasakan sendiri pedihnya perasaan Liliana, atau frustrasi yang dirasakan Adrian. Terkadang juga saya ingin menggetok kepala Adrian yang karena begitu bebal, sampai mengindahkan keadaan yang sudah jelas-jelas di depan mata.

Yah, pokoknya harus dibaca sendiri. Oh ya, dua buku sebelumnya (mudah-mudahan saya bisa bikin resensinya) dalam seri ini berjudul : The Devil’s Love dan Wicked Angel

Thank you for visiting my blog 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s