Short stories

Signs of Love #2

#Sign of Love (2) : Ketika di depannya kamu salah tingkah/terdiam, padahal kamu sudah merencanakan apa saja yg akan dilakukan/dikatakan.

Orang-orang mungkin akan menyangkan gw ini pendiam. Yah, setidaknya kalau bukan orang banyak, si cerewet di depan gw ini akan menyangka gw pendiam. Karena setiap kali kami bertemu, pembicaraan selalu didominasi oleh dia. Cerita tentang kuliahnya, tentang dosennya, tentang temannya yang tidur sampe ngiler-ngiler di kelas, temannya yang berantem dengan temannya yang lain tapi udah gitu baikan (kayak anak SD aja), atau tentang betapa banyaknya laporan yang harus dibuat. Membosankan? Tidak. Gw nggak bosan, nggak akan pernah bosan mendengar cerita dia. Bagaimana mungkin gw bosan? Kalau si cerewet ini yang bercerita, bukan mulutnya saja yang aktif, tapi ekspresi wajahnya, tangannya, bahkan seluruh badannya ikut bergerak. Mulai dari mencontohkan ekspresi wajah orang yang sedang jadi objek ceritanya (yang ngomong-ngomong, gw yakin betul, ekspresi asli orang itu nggak seaneh yang diperagakan. Akibatnya adalah gw pasti tertawa terbahak-bahak sampe sakit perut), sampai tangannya yang bisa melayang kemana-mana dan yang paling fatal adalah menjatuhkan gelas minuman yang isinya masih penuh.

Tidak, sama sekali tidak membosankan mendengar semua ceritanya.

“Kamu kenapa sih, banyak diemnya kalo kita ketemuan?” tanya si cerewet suatu ketika.

Dan jawaban gw hanyalah mengedikkan bahu, saat itu. Bukannya gw nggak punya jawaban, tapi…

Gw sedikit malu mengakui bahwa sepanjang hari sebelum gw ketemu dia, gw akan merancang pembicaraan imajiner di kepala gw, apa saja yang akan gw ceritakan, gw tanyakan, dan lain sebagainya. Tapi, begitu bertemu, semua rancangan itu nggak penting lagi. Ketemu dia saja sudah penting, sudah puas. Dan jujur saja, gw nggak mau merusak kepuasan itu dengan lidah gw yang mungkin tersandung-sandung ngomong hal-hal ngawur. Toh gw tau, saat gw butuh, dia akan mendengarkan gw sepenuh hati. Dan kalau ini salah satu pertanda gw jatuh cinta, mungkin gw sudah jatuh cinta sama si cerewet.

-si ganteng-

ps : jangan bilang2 si cerewet klo gw tau dia menjuluki gw si ganteng ya :p

—-

based on Ruri‘s twit

Advertisements

4 thoughts on “Signs of Love #2

    1. gw emang dulu terbiasa bikin cerita dari sisi cowo dan cewe, jadi melengkapi :p dan udah kebiasaan jg bikin cerita itu pasti ndak ada serius2nya sama sekali =)) :p akan berlanjut nih ru yg signs of love (bakalan gw ubek2 itu twit2 lu :p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s