Life · Thoughts

Nggak usah aja

Ngobrol-ngobrol sama Danz tentang jodoh, pasangan hidup, as usual (yeah, I admit it, I want to have a husband, a family, children). Lalu gw mengakui sesuatu yang sudah lama gw pikirkan. Seringkali gw denger klo ada perempuan lajang hingga usia lanjut, akan ada yang bilang : ndak apa, akan diganti Tuhan di akhirat nanti.

Well here’s my thought.

Kalau di dunia ini saya ndak diizinkan memiliki pasangan hidup, mohon ampun Ya Allah, jika saya diizinkan masuk surga, saya ndak mau dikasih pasangan satupun. Mau bidadara kek, apa kek, NDAK! Karena menurut saya, pasangan hidup fungsinya bukan hanya ada di saat senang (dan membaca deskripsi surga di kitab suci agama gw, yang semuanya sepertinya senang-senang saja), rasanya ndak ada fungsinya pasangan di situ.saya butuh pasangan yang mau susah-senang sama saya. Saya juga ndak mau bagi-bagi kavling di surga dengan orang yang ndak mau susah senang sama saya.

Gila apa, di dunia gw bisa nangis-nangis karena kesepian! gw bisa sedih di malam hari karena temen-temen gw punya anak sendiri, dari rahim sendiri, punya suami yang bsa manja-manjaan, sementara gw kerja, pulang ke rumah sendiri, dan sebagainya. Terus, hasil dari jerih payah gw bersabar, nggak nyewa gigolo, nggak nonton film porno, nggak jadi selingkuhan orang, harus gw bagi dengan orang yang bahkan ndak ada saat gw bersusah payah itu?

nggak deh, nggak usah aja.

Gw nggak ada masalah dengan jadi lajang seumur hidup. Tapi gw masalah dengan berbagi hasil jerih payah dengan orang yang nggak ada saat gw bersusah payah.

Gw masih attach dengan passion dan lust gw. I am still in my human phase, that’s for sure.

Advertisements

8 thoughts on “Nggak usah aja

    1. Itulah, gw nggak paham dengan konsep itu. Inginnya yang susah senang bersama 😀 Amin, amin hahaha (abis ini tiba2 kirim undangan, undangan peresmian studio foto tapinya :p)

  1. ….awas hati2, nanti gak lama lagi Meutia bisa langsung nemu jodoh lho… 😀

    Jadi, ini pelajaran juga bagi saya, nyari pasangan hidup itu harus yang mau diajak susah bareng2, jangan cuma mau senengnya aja. Juga, yang bisa mencintai ortu saya sebagaimana ia mencintai ortu kandungnya, juga yang bisa menyayangi sodara2 saya sebagaimana ia menyayangi sodara2nya. 😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s