Short stories

Signs of Love (Fiction)

Sign 1 : #jatuhcinta ketika kamu tidak bisa berhenti memikirkan dia

Konon katanya, kalau seseorang jatuh cinta, orang tersebut akan selalu, selalu, tidak pernah berhenti, bahkan sedetik pun memikirkan orang yang sedang ia cintai. Aku nggak pernah bisa berhenti memikirkan Jhonny Depp!

Bohong deng.

Yang gw suka (gw gak yakin udah sampe tahap jatuh cinta, jatuh suka sih iya) emang akhir-akhir ini selalu keingetan. Mungkin karena mirip Jhonny Depp, atau mungkin gw agak-agak gila karena mengira dia mirip Jhonny Depp. Tapi dia emang ganteng kok! Setidaknya menurut gw.

Gw bohong lagi. Maksudnya gw nggak memikirkan karena dia ganteng. Dia ganteng, itu alasan pertama gw tertarik sama dia. Tapi yang bikin pikiran gw selalu mengingat-ingat dia adalah, lesung pipi di pipi sebelah kirinya. Kacamatanya yang berbingkai tipis dan berwarna hitam. Barisan giginya yang rapi. Rambutnya yang selalu acak-acakan, yang kadang-kadang membuat tangan gw gatal ingin merapikan rambutnya.

Nggak.

Yang paling bikin gw inget dia adalah… harumnya. Percaya atau nggak, setiap orang memiliki aroma yang berbeda-beda. Dan aroma dia yang paling special, paling nggak bisa gw lupakan. Kadang-kadang, kalo gw lagi jalan, gw suka tiba-tiba mencium aroma special itu. Awalnya gw sempet merinding, jangan-jangan yang gw cium adalah aroma demit.. tapi nggak, itu aroma dia kok (ndak ada bau menyan dan melati juga, plus siang-siang gitu looh!), dan kalau sudah begitu, gw akan mengingat percakapan terakhir kami, sms terakhir yang dia kirim, dan lain-lain, dan sebagainya.

Gw belum jatuh cinta kok. Baru jatuh suka.

—-

Thanks to Ruri Fitriyanti for posting the signs of in love in her twitter ^^.The story above is FICTION, people! 🙂

 

Advertisements

10 thoughts on “Signs of Love (Fiction)

  1. masalahnya gimana klo jatuh cinta ma tmn loe sendiri..tapi loe takut ngerusak hubungan yg udah ada dgn nyatain cinta….
    ah shit….T_T koq jadi kek sinetron gini ya jalan asmara gw…..

    1. Waduh kok jadi sinetron begitu?? wkwkwk. Ndak bisa memberikan saran, karena depends on yourself. Tunggu waktu yang tepat? Bisa jadi. Nyatain aja dan terima resikonya? (harus siap dengan apapun resikonya).

      Besides, resiko nyatain adalah ditolak. Believe me, ditolak nggak sakit2 amat kok (pengalaman ditolak berkali-kali :p)

    1. ndak akan jadi ilfeel sih, gw rasa ya. tergantung kondisi. tapi pilihannya cuma dua : (1) nyatain, ditolak, dengan resiko sekunder ndak temenan lagi (malah mungkin masih bisa temnan, who knows); (2) diem, sibuk menduga2 apa yang terjadi klo nembak, mendem perasaan, stress sendiri, orang tersebut disamber orang dan lu bahkan gak pernah ngasih tau perasaan lu ke dia gimana.

  2. mau numpang komentar 🙂
    it’s good to see a sentence on twitter became your inspiration to write a lovely post like this.

    @rama: better tunjukkin perasaan lo yg lbh dr sekedar tmn dgn sikap. Yakinin diri lo & dia kalo emg lo sayang ma dia dan itu bkn hal yg buruk. Bnr bgt kata kak muthe.. Namanya myatakan sesuatu itu pasti ada resiko ditolak. Tp yg pntg itu gmn cara kita memperkecil kemungkinan ditolak itu. hehe. Oia, pcy deh.. Mdgan ditolak (amit2) dan uda nyampein perasaan kita dibanding mendem perasaan kita terus.

    1. Thanks a lot Ru ^^ if it’s not for your simple yet very true twits, I don’t think I would have such an idea to make it a very short story like this ^^.

  3. Kak Muthe…. berharap cerita di atas gak sekadar fiction, hahahaha… hayo sama siapa??? wkwkwkwkwk….

    Lucu kak ceritanya.. Suka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s