Life

Change the way I think

I should think positive. I’m not going to talk a non-sense crap about the positive thinking,attitude, bla bla bla (I’m starting to snore now). First, I believe in balance.If one’s life is always filled with positivity, another person must feel suspicious to that person, because I think there are a lot of hidden agenda that he’s hiding from the world. Sometimes, being rude is okay. Why? Because you need to express your hatred, your frustation, etc.etc. Though, of course, always being rude is not nice. I mean, are you that messed up?? So balancing your positive energy with your negative attitude is a necessary thing to do.

Nah apa hubugannya dengan gw? Kenapa gw harus berpikir positif? Karena akhir-akhir ini gw merasa orang-orang berpikiran buruk tentang gw. Bukan hanya merasa dalam artian paranoid ya, tapi gw mengalami beberapa buktinya. Jadi, gw fokus pada keburukan-keburukan gw. Apakah gw melakukan sesuatu untuk memperbaiki keburukan gw itu? Ndak. Yang ada malah gw diem, jadi pemalas, hilang motivasi, bingung, gali lubang, mengubur diri gw sendiri di lubang itu. Gw juga rasanya jadi lebih “aware” pada keadaan sekitar gw. Bukan terhadap hal bagus, tapi terhadap “hal-buruk-tentang-gw-apalagi-yang-akan-dipikirkan-orang.”

Jadi, setelah melihat nasehatnya Pak Mario Teguh, yang intinya tentang berusahalah lebih peka terhadap kebaikan diri sendiri yang dibicarakan/dipikirkan orang, sehingga nantinya yang terlihat adalah hal tersebut, gw berpikir, sebaiknya gw berusaha menerapkan nasehat itu. Gw sangat bersyukur kalau orang menunjukkan keburukan gw, artinya gw dikasih jalan untuk jadi lebih baik, right? Tapi, melihat keadaan emosional gw sekarang ini, yang kacau balau (dan kalo sahabat gw bisa menendang pantat gw dengan keras, dia sudah akan melakukannya. Right, Danz?) dan bukannya makin sembuh, malah makin kacau, gw sebaiknya menghipnotis diri gw sendiri bahwa gw hanya akan mendengar kebaikan gw dari orang (atau keburukan gw yang disampaikan dalam nasehat untuk menjadi lebih baik). Bukan fokus pada mimik wajah/nada bicara orang yang kayaknya sebel sama gw (dan setelah melihat/mendengar itu, gw kesel, lalu ngebut di jalan).

Dan mendengar kebaikan dari orang lain itu ndak mudah untuk gw. Ya ya, gw emang aneh, complicated, bahkan mungkin sebenarnya telinga gw ada tiga, mata gw ada lima. Terkadang (dalam kondisi emosional yang cukup stabil) mendengar keburukan dari orang, membuat gw sedikit down, tapi biasanya diiringi semangat untuk memperbaiki diri. Sebaliknya, kalau mendengar kebaikan dari orang, gw memiliki pikiran, “Ah, dasar pembohong! Pendusta!! Bohong semua pujian dia itu, cih!” karena gw tau gw tidak sebaik itu, tidak seperti yang dibilang.

Jadi, berusaha berpikir positif, berusaha mengirimkan pesan pada alam semesta bahwa gw hanya akan mendengar dan melihat yang baik-baik tentang gw, berakibat pada gw juga harus berusaha menerima itu dengan lapang dada. Kalau ndak, yah.. lingkaran setan lah. Gali kubur aja lebih dalam, lebih luas, masukin novel, ransum untuk 10 hari, terus diam di situ sampe mati kelaparan dah.

Gw rasa alam semesta setuju dengan gw, right? (kecuali indikasi dua kucing aneh yang mengeong2 di depan rumah dengan suara yang mirip hantu tadi, lalu gw siram menandakan alam semesta ndak setuju sama gw)

ps : perubahan dari English ke Bahasa, karena otak gw mendadak macet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s