Life

Begini

Ah, susah menulis dengan bahasa inggris belepotan kayak anak bayi makan bubur. Gw mungkin cari perhatian dengan nulis post ini, gw mungkin gila (yang udah pasti bener 80%), gw menjijikkan,yeah apapun lah, pokoknya sampah. Tapi, gw harus menuliskannya… siapa tau entah peramal mana yang akan menawarkan jasa gratis untuk meramal atau setidaknya membaca gw (hmm.. maybe I should write this in English, so international fortune teller might want to read my future or my past also).

Satu pertanyaan besar yang sampai sekarang belum terjawab, dan gw yakin baru akan terjawab kalau kata Tuhan sudah waktunya, adalah kenapa gw begini. “Begini” itu maksudnya apa ya?

“Begini” adalah… brengseknya setengah mati, malasnya minta ampun (tapi kalau sudah rajin, rajinnya minta ampun). “Begini” adalah kontradiksi yang membuat kepala gw pusing sendiri. Di satu sisi gw yakin kalau gw sudah menjual jiwa gw pada setan (ok, hiperbol, tapi emang gw merasakan kejahatan itu dalam diri gw), tapi saat gw melakukan ketidakbaikan, gw akan menyesal habis2an (tapi cuma sampe situ aja, hanya menyesalinya). “Begini” adalah rasa marah gw yang terpendam, terpendam, dan akhir2 ini menuntut untuk dikeluarkan. Sayangnya, begitu marah itu keluar, bentu pengeluarannya adalah teriak2, memaki2 dengan makian super kasar, lempar dan banting barang, terakhir adalah tubuh gw yang akan bergetar dari atas sampe bawah berlanjut dengan keinginan untuk nonjok/mukul dan gw yakin suatu saat gw bisa membunuh orang gara2 ini. “begini” juga adalah ketidakmampuan gw untuk menentukan mau jadi apa gw. Ayolah, usia gw sudah hampir setengah abad tapi gw masih berleha2 kayak orang bego, nggak bisa menentukan tujuan hidup gw secara pasti.. menyebalkan sekali kan? Gw sampe pada tahap, kayaknya pekerjaan yang cocok untuk gw adalah pekerjaan yang gak pake mikir dan gak “keren”. Seperti pelayan toko atau apalah.

KENAPA GW BEGINI adalah pertanyaan yang gak pernah terjawab, dan akan selalu berada di sudut otak gw menanti untuk dijawab. Gw bener2 ingin bertanya pada pembaca garis tangan, kartu tarot, tulang, atau medium apapun yang mereka gunakan, gw ini kenapa sampe begini? Dikutuk apa sama Tuhan? Atau, Karma buruk apa yang gw lakukan sampe gw begini? Atau.. Tuhan mau kasih hadiah apa kalau gw berhasil melewati jalan sompret ini dengan baik? (yang ngomong-ngomong, udah dipastikan gw gagal 50%nya -___-)

Apa Tuhan waktu menciptakan gw bingung? Bingung ini manusia mau dijadiin baik apa jahat? Atau gw jadi salah satu proyek percobaan “kebaikan dan keburukan bisa ada dalam satu tubuh tapi keduanya tidak akan pernah mengalahkan satu sama lain?) Gak mungkin nanti di akhirat, pas giliran gw maju ke timbangan, timbangan itu pun nggak bisa menentukan berat ke sebelah mana, terus Tuhan bilang : Hmm… Saya bingung, kamu dicemplungin ke mana ya?

-____-

Mengerikan memang gw. Membingungkan. Sungguh mengherankan gw masih bertahan hidup, cukup normal, nggak ngebunuhin orang, dan nggak masuk rumah sakit jiwa dengan gw yang seperti ini.

ps: Tuhan, maaf ya kalo berpikir yang bukan-bukan tentangMu.

Advertisements

4 thoughts on “Begini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s