Life

Of course you’re not an angel, moron!

Sebelum mandi, ngintip infotainment bentar. Terus melihat dan mendengar pernyataan si artis yang bilang gini, “Saya manusia, tidak sesempurna malaikat. Saya membuat kesalahan…”, kira-kira begitu deh. Langsung meradang seketika. Kayaknya gw sering banget denger excuses semacam ini. Saat seseorang berbuat kesalahan, lalu dengan mudahnya ngomong, “Saya kan bukan malaikat, saya tidak sempurna, saya berbuat kesalahan,” yeah yeah.. *muter bola mata*.

Seandainya gw Tuhan, dan gw bisa seketika hadir di hadapan manusia yang ngomong gitu, gw akan bilang, “Ya iyalah, emang gw nggak pernah menciptakan lu jadi malaikat dan gw nggak pernah berharap lu menjadi malaikat juga. Please deh! Otaknya dipake buat mikir, kenapa?!” Untunglah Tuhan sangat terpuji dalam tingkah laku, makanya Ia tidak berkata seperti itu.

Gw juga pernah seperti itu kok, dulu. Sekarang mungkin kadang-kadang keceplosan juga. Tapi, gw juga berusaha menerima kesalahan diri gw sendiri. I made a mistake, I must admit that I made a mistake. Lebih mudah mengakui kesalahan kok daripada menyalah-nyalahkan eksistensi kita sebagai manusia. Dengan mengatakan “saya bukan malaikat, saya manusia, oleh karena itu saya berbuat kesalahan” berarti (dalam pandangan gw) orang tersebut sedang menyalahkan Tuhan. Sepertinya ada embel-embel : Tuhan, Engkau salah karena menciptakanku sebagai manusia. Makanya aku berbuat kesalahan, wajar dong.

Eaaaa…jangan gila dong!

Terus apa yang ingin didapatkan dengan membuat excuses seperti itu? Dimengerti oleh orang lain? Dimaklumi? Diampuni kesalahannya? Eh, jangan gila lagi dong! Padahal kita ingin orang lain menjadi sempurna, kita membuat kriteria-kriteria kesempurnaan dari orang lain, kok sekarang kita minta orang lain untuk mengerti dan memaklumi bahwa kita tidak sempurna? Alah mak jang! Lucunya, dengan mengeluarkan statement dahsyat itu, beberapa orang jadi speechless, ndak jadi marah-marahnya. *Ya iya, gimana mau marah, jadinya ntar marahin Tuhan dong karena kita tidak diberi sifat2 kemalaikatan yang seutuhnya?*

Padahal,kata gw, malaikat itu tidak sempurna. Loh,kok? Iya memang malaikat tidak melakukan kejahatan, kesalahan, dan lain sebagainya, tapi itu karena malaikat tidak diberikan nafsu/rasa/kemampuan untuk melakukan hal-hal yang gw sebut tadi. Sebaliknya setan, dia diberikan kemampuan/nafsu/rasa yang berlebih-lebihan makanya ngawur begitu.

Manusia? God gives us the ability to control ourselves, our desires, our needs. Kalau kita bisa mengendalikan diri kita, we are perfect. Saat kita bisa meminimalisir kesalahan, we are perfect. Saat kita belajar dari kesalahan dan berusaha tidak melakukannya lagi, we are perfect.

Jangan menyalah-nyalahkan malaikat karena kita nggak bisa membuat diri kita sempurna, karena kita terjebak dalam lingkaran kebodohan diri kita sendiri. Untung malaikat nggak bisa marah atau muncul tiba-tiba di hadapan kita. Kalau iya, mungkin kaki malaikat udah bengkak-bengkak dipake nendang pantat kita!

We are human, be proud of it!

Advertisements

2 thoughts on “Of course you’re not an angel, moron!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s