Resensi

Review “The Pursuit” -Johanna Lindsey

Another novel of Johanna Lindsey that’s been translated! Woohooo. The Pursuit adalah novel terakhir dalam seri Sherring Cross. Novel pertama dalam seri ini, “Man of My Dreams” menceritakan kisah cinta Devlin St.James dan Megan Penworthy; sementara novel kedua “Love Me Forever” menceritakan tentang Lachlan MacGregor dan Kimberly. Nah, di buku terakhir ini, kisah cinta yang diceritakan adalah tentang Melissa MacGregor dan Lincoln Ross Burnett.

Melissa adalah anak dari Lachlan dan Kimberly yang akan memulai debutnya untuk mencari suami. Berhubung semua pengagumnya kabur terbirit-birit karena ulah keenambelas pamannya *yap, Kimberly, ibunya, memiliki 16 saudara laki-laki MacFearson* yang super protektif. Oleh karena itu ibu dan ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke London, dimana Megan St.James atau Duchess of Worthston akan menjadi sponsornya selama musim di London.

Sementara itu, Lincoln yang akan menjadi pendamping Edith, sepupunya yang juga akan memasuki pasar lajang, sengaja berkunjung ke Skotlandia, tanah kelahirannya, dengan tujuan berdamai dengan masa lalunya, setidaknya berusaha berdamai sedikit dengan ibunya. Tapi, bukannya berdamai, ia malah makin membenci ibunya yang telah mengirimnya ke London 19 tahun yang lalu. Saat berkunjung ke tanah kelahirannya lah, Lincoln bertemu dengan Melissa dan langsung jatuh cinta di tempat. Bahkan ia berani menghadap Lachlan untuk meminta izin mendekati Melissa.

Proses pendekatan mereka berlangsung di London. Berbagai rintangan sudah mengawali proses ini. Rintangan semakin menjadi saat Lincoln tau bahwa Melissa memiliki hubungan keluarga dengan kakak beradik MacFearson, musuh bebuyutannya sejak kecil. Mereka lah salah satu alasan kenapa Lincoln dikirim ke Inggris. Lincoln sudah hampir menyerah dan mundur dari niatnya semula untuk mendekati Melissa, namun akhirnya ia kembali maju dan berusaha mendapatkan Melissa kembali.

Ternyata, banyak sekali kesalahpahaman yang terjadi antara MacFearson bersaudara dengan Lincoln, dan banyak lagi fakta-fakta yang tidak diketahui Lincoln yang menyebabkan ia harus dikirim ke Inggris. Untunglah Melissa selalu membesarkan hatinya dan mencintainya dengan sepenuh hati, hingga ia sanggup menerima apa yang sudah terjadi.

—-

Johanna Lindsey memang nggak ada tandingannya dalam membuat kisah cinta historical yang romantis tapi cerdas. Gw pribadi sangat tersentuh dengan karakter Melissa yang nggak manja, mau berjuang demi cintanya. Gw lebih tersentuh dengan kegigihan Lincoln yang rela berjuang habis-habisan demi mendapatkan Melissa. Gw juga kagum dengan MacFearson bersaudara meskipun kalau gw yang jadi keponakan mereka, bakalan gw pukul pake panci kepala mereka semua. Dan karakter Lachlan yang sangat bijaksana sekali sebagai seorang Ayah.

Lagi-lagi, sebuah cerita tidak hanya tergantung pada plotnya tapi penokohan karakter yang kuat, yang bisa mencuri hati pembaca *entah itu tokoh protagonisnya atau tokoh antagonisnya*.

Yang belum baca, segera baca novel ini. Yang masih ragu-ragu, gw jamin nggak akan rugi baca novel ini! 😀

Advertisements

One thought on “Review “The Pursuit” -Johanna Lindsey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s