Short stories

Sampah-Sampah Busuk -3-


Nadia

-Hamster Ragu-

Dari semua pria yang pernah mondar-mandir dalam hidup gw *baik dalam artian harfiah maupun tidak harfiah sama sekali*, pria berkulit sawo matang ini lah yang nyangkut cukup lama dalam hati. Ralat, bukan cukup lama, tapi amat sangat lama!! Bahkan gw sendiri nggak ngerti kenapa dia nyantol begitu lama di dalam hati.

Gw kenal dia pas SMA. Cerita klasik, kami sekelas, mungkin karena kulitnya yang sawo matang itu gw jadi lumayan tertarik dengan dia. Berhubung kulit gw lebih putih daripada dia, rasanya wajar aja kalay gw tertarik. Tapi, bukan Cuma warna kulit yang berperan dalam cerita ini. Saat itu di mata gw, dia agak-agak “menyeramkan.” Bukan menyeramkan ciri khas rampok, tapi tipe-tipe sinis yang keren. Yang dengan pandangan matanya aja seolah-olah dia bilang sama seluruh dunia kalau dia nggak suka deket-deket sama orang, jadi jangan ada yang ngedeketin dia.

Entah karena gw ini titisan Xena Warrior Princess atau emang nafsu iseng yang kurang tersalurkan dengan baik, gw sering banget ngirim sms-sms ngawur ke dia. Pertamanya tentu nggak pake identitas dong. Gw menjujung tinggi anonimistas *padahal emang nggak berani juga waktu itu ngaku kalo gw yang ngirim sms*. Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandainya gw menyembunyikan identitas, tetep aja ketauan. Meskipun kalau boleh jujur, ada sebagian dari diri gw yang emang pengen banget dia tau kalo gw yang ngirim sms-sms itu ke dia.

Dari situ kami mulai dekat. Kedekatan kami mulanya seperti “kakak-adik”, kedekatan yang sangat naif sekali. Kami sering cerita-cerita, sering sms-an, yah hal-hal yang cukup membuat gadis naif seperti gw berpikir bahwa gw istimewa pada waktu itu. Sayang sekali, di saat gw mulai menumbuhkan harapan bahwa dia akan melirik gw, ternyata dia malah naksir berat sama temen sekelas gw. Temen sekelas yang jelas-jelas bagaikan bumi dan langit kalo dibandingkan dengan gw.

Apakah setelah itu gw mundur? Tentu saja tidak, karena gw tetap menganggap kalau gw ini istimewa, meskipun tidak menduduki urutan pertama. Saat itulah pelajaran pertama dalam berhubungan datang menimpa kepala gw dengan keras.

Gw, Hamster Ragu *yap, gw menyebut di Hamster Ragu,karena dia memang selalu dalam keadaan ragu, dan sedikit banyak dia mengingatkan gw pada hamster*, dan Cokelat Judes *ini adalah teman dekat Hamster Ragu* bisa dibilang satu geng. Meskipun jelas Cokelat Judes lebih dekat dengan Hamster Ragu. Gw punya teman cewek, Ratu Lebah, yang mengaku pada gw kalau dia suka sama Cokelat Judes dan berencana untuk ngedeketin Cokelat Judes. Bertambahlah anggota di geng kami dalam rangka Ratu Lebah pedekate dengan Cokelat Judes. Sayangnya, Cokelat Judes pergi ke Amerika, pertukaran pelajar. Ratu Lebah nggak jadi pedekate dengan dia, tapi dia tetap dianggap anggota geng. Nggak lama kemudian, Ratu Lebah sering mengirimkan sms pada gw, nanyain tentang Hamster Ragu, gimana hubungan gw dengan Hamster Ragu yang sebenarnya, dan sebagainya dan sebagainya. Gw yang waktu itu masih super polos menjawab apa adanya pada Ratu Lebah. Gw dan Hamster Ragu nggak ada hubungan apa-apa, bahkan gw lagi nyuekin dia karena dia nggak bilang apa-apa kalau dia udah jadian sama temen gw yang lain.

Semua orang suka kejutan, tapi kejutan yang gw dapat kemudian membuat gw jijik dengan kejutan.

Hamster Ragu jadian dengan Ratu Lebah tidak lama setelah Hamster Ragu putus!

Parahnya lagi, mereka berdua ngotot bahwa kami tetep bisa jalan bertiga, masih bisa satu geng, masih bisa kayak dulu lagi. Mana bisa?? Tau kan kalau ada pasangan berduaan yang ketiganya adalah setan? Nah kalo ada pasangan berduaan dan ngajak temen manusia bersama mereka, si temen manusia akan jadi OBAT NYAMUK! Atau satpam, atau bodyguard. Please deh.

Setelah gw pikir-pikir, gw melihat ke belakang kenapa gw bisa kecolongan begini, barulah gw menyadari sesuatu. Sepertinya Cuma gw saja yang merasa deket dengan Hamster Ragu. Karena setelah gw ingat-ingat, Hamster Ragu jarang menceritakan tentang dirinya. Beberapa kali dia jadian, gw bahkan nggak tau kabar itu dari dia. Gw tau dari orang lain. Dan gw belajar satu hal penting dari kejadian ini.

Tidak ada hubungan “kakak-adik” di antara lawan jenis yang jelas-jelas tidak punya hubungan darah. Hubungan semacam itu Cuma diada-adakan untuk mengkompensasi bentuk-bentuk perhatian yang diberikan tapi salah satu pihak enggan menetapkan status hubungan mereka.

Kejadian mengecewakan ini cukup parah efeknya dalam kehidupan gw. Sangking traumanya, gw benar-benar bersembunyi di dalam cangkang. Gw tidak berdandan, gw memakai baju buruk, parahnya gw sampai takut dengan lelaki. Gw ngeri berada di tempat yang banyak lelakinya. Gw ngeri dilirik-lirik lelaki. Lelaki itu menakutkan. Testosteron itu mimpi buruk! Butuh bertahun-tahun hingga akhirnya efek trauma ini bisa memudar. Sayangnya, sekali lagi gw yang polos ini harus diberikan pelajaran tentang berhubungan dengan lawan jenis. Pelajaran yang cukup keras dalam hidup.

Advertisements

5 thoughts on “Sampah-Sampah Busuk -3-

    1. yap..makanya klo ada yang masih melakukan hal2 itu, bisa dibilang kejiwaannya terganggu, atau ada sel2 tumor di otaknya, atau emang dasar aja belum berkembang :p

    1. iya sih, tapi rasanya kalo emang bener-bener suka mah, ya dari awal aja intentionnya dinyatakan, nggak perlu pake kamuflase segala gitu 😀 jauh lebih menyenangkan rasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s