Short stories

Sampah-sampah Busuk -1-


Sabila

-Sampah 1-

Kalau mengingat ke belakang, banyak sekali kesalahan hidup yang sudah gw buat. Ada yang tidak disengaja, ada yang memang gw cari-cari. Sengaja gw bikin. Salah satu kesalahan hidup yang gw lakukan berulang-ulang berhubungan dengan pasangan. Pacar. Gw punya kecenderungan untuk mengejar, gw nggak suka dikejar. Dikejar oleh orang yang kemungkinan suka sama gw, menurut gw itu menakutkan. Lagipun,kebanyakan yang mengejar gw nggak sesuai dengan selera gw.

Sampah Satu adalah salah satu pria yang gw kejar *atau dia menciptakan ilusi bahwa gw mengejar dia?!* dan kemudian berhasil menjalin hubungan dengan gw.

Dia adalah kesalahan yang amat sangat nggak mau gw ulang lagi.

Pertemuan gw dan Sampah Satu berawal dari lab. Dia asisten praktikum, gw praktikan. Dia asisten yang menyebalkan, gw praktikan yang dengan sukarela menyiramkan satu galon asam sulfat pekat di atas kepalanya kalau diizinkan. Dia asisten sok tau, gw praktikan yang benci orang pamer.

Suatu hari, gw akhirnya meledak. Karena gw sudah muak dengan gaya tebar pesonanya, gw akhirnya melecehkan dia nyaris sepanjang praktikum hari itu. Dasar gw orang setengah baik, gw langsung merasa bersalah setelah praktikum berakhir. Dengan bodohnya, gw menghubungi Sampah Satu dan minta maaf sama dia. Dari situ kami jadi dekat *sungguh memalukan*.

Semua orang heran, kenapa gw bisa dekat dengan dia. Gimana nggak? Sampah Satu adalah asisten yang dibenci oleh satu angkatan dari dua jurusan!! Dan gw dengan gilanya mau deket-deket sama dia. Semua orang bingung sama gw.

Seharusnya dari awal gw sudah menyadari dia adalah Super Sampah! Dalam hidup gw, gw punya prinsip : semua harus jelas! Makanya, saat sudah dideketin selama 2 minggu, gw minta kejelasan dari dia. I know, I was in a rush. Tapi, gw juga nggak suka nempel-nempel dengan status “Hubungan Tanpa Status.” Gw paling benci itu. Kembali ke pokok permasalahan, saat gw tanya pada Sampah Satu ke mana hubungan kami nantinya, dia malah menjawab berputar-putar. Dia nggak mau gw Cuma jadi teman, dia nggak berpikir gw adalah adik *please!*, dia mau gw jadi pacar tapi dia masih kepikiran sama mantannya.

Gw ngasih dia ultimatum.
Kami jadian.
And I became submissive girlfriend.

Waktu itu gw belum nyadar bahwa gw punya kecenderungan untuk di’rendah’kan oleh pasangan. Dengan polosnya, gw mengikuti apa yang dia minta gw lakukan. Setelah beberapa minggu, dia menyuruh gw untuk mengenakan kerudung dengan cara tertentu, bahkan meminta gw untuk memakai rok. ROK!! Bukannya gw nggak mau pakai rok ya, tapi gw adalah gadis tomboi, dan menurut gw rok itu adalah sesuatu yang tidak sederhana. Dia juga menyuruh gw menjadi gadis yang lebih lembut dalam bertutur kata dan bersikap. Semuanya berusaha gw lakukan sebisa mungkin. Salah satu alasan kenapa gw melakukan itu, karena menurut ibu gw, wanita itu harus menurut, bertutur lembut, dan sebagainya dan sebagainya.

Waktu itu logika gw sedikit menolak untuk diubah-ubah. Tapi, sesuatu yang dinamakan “hati” menolak logika gw dan berusaha berkompromi dengan keinginan-keinginan Sampah Satu. Gw merubah cara gw memakai kerudung, gw mulai menjadi wanita yang lebih feminin *padahal gw nggak terlalu suka menjadi feminin pada saat itu*. Gw menjadi seseorang yang bukan gw. Gw menjadi bukan seorang Sabila lagi!

Perjalanan cinta kampret itu pun berakhir saat gw tau dia curhat termehek-mehek pada seorang teman tentang kelakuan gw yang menurut dia tidak baik. Gw kurang perhatian dan sebagainya dan sebagainya. Ceritanya, gw panas. Perasaan gw udah berusaha sebaik mungkin untuk “mengupgrade” diri gw, kok masih diprotes juga?!!

Akhirnya gw mutusin dia. Dia ogah mutusin gw, karena menurut dia sebuah hubungan itu harus diperjuangkan. Karena menurut dia juga, di keluarganya sudah banyak terjadi perceraian/perselingkuhan/pertengkaran, jadi dia nggak mau hubungan dia seperti itu. Yang membuat gw berpikir, “Apa hubungannya sama gw?!” Gw kekeuh mutusin dia. Sempet terjadi kejar-kejaran ala film india murahan di kampus, gw sampe harus berlindung di unit karena gw ogah-amit-amit-jabang-setan ketemu sama dia setelah melontarkan kata putus. Guess what, seminggu kemudian dia jadian sama orang lain.

Dasar najis, kotoran hewan!

Untungnya teman-teman gw mendukung keputusan gw, bahkan beberapa menghela napas lega. Meskipun beberapa lainnya tetap mempertanyakan kenapa gw bisa sampe jadian sama dia. Kalau boleh, mungkin kami harusnya mengadakan syukuran tujuh hari tujuh malam karena gw putus sama Sampah Satu.

Pelajaran penting yang gw dapat dari pengalaman ini adalah, sepertinya gw gampang di’setir’ setelah berhubungan dengan laki-laki, dan JANGAN pernah berhubungan dengan musuh teman-temanmu. Serius deh, kesannya romantis ya musuh masyarakat jatuh cinta sama lu, tapi pasti ada alasan yang kuat kenapa orang-orang benci sama dia. Seringkali, mendengarkan orang banyak membuat hidup lu terselamatkan.

Sayangnya, pelajaran ini belum melotok di otak gw, hingga akhirnya gw harus dikasih pelajaran yang lain lagi.

—-

to be continued

ps: foto diambil dari koleksi sendiri, karya pahatan di foto tersebut milik Nato Art Gallery

Advertisements

4 thoughts on “Sampah-sampah Busuk -1-

  1. weeeeeeeewwwwwwww……gw baru tau loe pernah punya pengalaman kek gini mut…soalnya gw liat loe tuh tipe org yg ga mudah dikendaliin org lain…hmmm..memberi gw pengetahuan ttg sisi lain diri loe…:d

    1. langsung ketauan ya pengalaman gw? hihihihi… yep shame on me *sigh*. itulah Rama, when it comes to something called “love” I acted like a fool. Hopefully, won’t be a fool for the third time!

      by the way, ceritanya lagi direvisi, hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s