Resensi

Review “The Heir” – Johanna Lindsey

Novel ini sebenarnya nyaris gw baca dalam bahasa aslinya *kebetulan sudah mendownload*, tapi baru baca 1 bab, gw udah nggak kuat. Karena (1) bahasa inggrisnya levelnya jauh lebih tinggi dibanding novel2 lain yang pernah gw baca, (2) karena di novel ini ada tokoh yang berasal dari Skotlandia, maka ada dialek-dialek Skotlandia yang pada waktu itu susah sekali gw mengerti. Akhirnya gw memutuskan untuk menunggu sampai buku ini bisa gw pinjem di Pitimoss Fun Library. Dan sebelum gw memulai review gw, gw sangat sangat berterima kasih kepada penerjemah, karena mereka bisa membuat novel ini dibaca oleh pembaca di Indonesia dan tidak terlalu mengurangi suasana cerita dengan beberapa kelucuan di cerita ini.

Novel ini sebenarnya adalah sequel pertama dari “Devil Who Tamed Her” yang sudah terlebih dahulu diterbitkan oleh Gagas Media. Kalau yang sudah pernah membaca Devil Who Tamed Her, pasti tahu ada tokoh Duncan MacTavish di novel tersebut. Di novel ini diceritakanlah kenapa Duncan sampai batal bertunangan dengan Ophelia Reid.

Duncan yang setengah Skotlandia-setengah Inggris, ternyata telah ditunangkan tanpa sepengetahuannya dengan Ophelia Reid oleh kakeknya, Neville Thackeray. Ia diharuskan berangkat ke Inggris untuk bertemu dengan tunangannya itu dan kemudian segera menikah. Tanpa ia sadari, Ophelia telah menjelek-jelekkan dirinya ke seantero Inggris, mengatakan bahwa ia barbar dan sebagainya.

Pada saat ia datang ke Inggris, ia bertemu dengan Sabrina Lambert, gadis periang yang harus membatalkan debutnya di London karena gosip yang ditebarkan oleh Ophelia sendiri *yang tidak mau pengagum-pengagumnya beralih mengagumi Sabrina*. Duncan langsung senang berteman dengan Sabrina yang bisa membuatnya tertawa, dan bisa membuat suasan hatinya menjadi lebih baik. Ketika ia bertemu dengan Ophelia, dan langsung dihina saat itu juga, ia dan kakeknya membatalkan pertunangan tersebut. Sang kakek yang tetap ingin segera punya cucu, langsung mengadakan pesta dansa di rumahnya.

Duncan sangat berusaha agar selalu berdekatan dengan Sabrina, meskipun saat itu ia belum tahu kenapa. Sementara Sabrina, dari awal ia sudah menyadari kalau ia menyukai Duncan. Perlahan, Duncan akhirnya sadar juga kalau ia tidak hanya menganggap Sabrina sebagai teman. Namun, dengan segala kekacauan yang ditimbulkan Ophelia, juga ada skandal keluarga yang sepertinya terus menghantui hidup Sabrina, kisah cinta mereka diuji sedemikian rupa.

Karakter-karakter di novel ini sangat bervariasi. Mulai dari menyenangkan, hingga super menyebalkan. Konflik-konfliknya juga bikin geregetan. Tapi, semuanya terbayar dengan hasil “bahagia selamanya.” Yang jelas, novel-novel Johanna Lindsey, tidak boleh terlewat satupun! šŸ˜€

Advertisements

2 thoughts on “Review “The Heir” – Johanna Lindsey

  1. hmm…. review-nya bagus dan bikin penasaran šŸ˜€
    sayangnya ending sudah dibocorkan di sini kalo bakal hepi ending.

    usul nih, sebaiknya kalo nge-review jangan dibeberkan endingnya, menurutku (ga tahu yang lain) bikin jadi ga penasaran lagi.

    yo! salam
    Sofia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s