Resensi

Review “Gone” – Lisa McMann-

Another review!! I’m on fire! Gone is the last novel from “Wake” trilogy that was written by Lisa McMann. I have read “Wake” and “Fade” but didn’t make the review for those books, so here is the review for the third one.

Dalam buku pertama “Wake” dan kedua “Fade” diceritakan bahwa Janie mengetahui kemampuannya sebagai penangkap mimpi dan memutuskan untuk membantu kepolisian wilayahnya menangkap agen narkoba di daerah itu. Di buku kedua, Janie juga menemukan sebuah fakta dari Miss Stubin bahwa dengan menjadi penangkap mimpi, kemungkinan besar ia akan mengalami perubahan-perubahan fisik, seperti mata yang lama-lama akan menjadi buram lalu menjadi buta, tangan yang menjadi bengkok-bengkok. Meskipun Janie memiliki pacar, Cabel, yang baik dan setia, ia menjadi ragu dengan masa depannya.

Di buku ketiga ini, Janie berusaha memutuskan apa yang akan ia lakukan ke depannya. Apakah ia akan menjadi penangkap mimpi aktif dan membantu kepolisian dengan kemampuannya, atau mengucilkan diri. Di tengah kebingungannya, tiba-tiba muncullah Henry, ayah kandung Janie. Henry tengah sekarat di rumah sakit. Ibunya yang alkoholik hanya sekali mendatangi Henry lalu kembali mabuk-mabukkan.

Saat Janie mengunjungi Henry di rumah sakit, Janie kembali terseret mimpi, kali ini mimpi Henry. Dari mimpi itu pula ia mengetahui bahwa ternyata Henry adalah penangkap mimpi yang memilih untuk mengucilkan diri karena ia tidak tahu harus berbuat apa. Henry bahkan terpaksa menjauhi Dorothea, Ibu Janie, karena ia khawatir dengan kemampuannya sebagai penangkap mimpi.

Dari Henry pula akhirnya Janie mempelajari beberapa hal tentang penangkap mimpi, dan mengambil keputusan tentang langkah hidupnya.

Dulu, waktu pertama kali baca “Wake”, gw iseng-iseng minjem di Pitimoss Fun Library. Ternyata gw suka, ceritanya sederhana, nggak bertele-tele dan yah entah kenapa, gw suka aja. Karakter-karakter di novel ini nggak terlalu kuat, tapi juga nggak lemah. Novel ini juga memberi sedikit gambaran bagaimana mempunyai keluarga dekat yang alkoholik, bagaimana perasaan Janie terhadap ibunya. Trilogi ini juga mengajarkan tentang persahabatan, tentang rasa percaya dan tentang berbagi.

Gw bener-bener merekomendasikan novel ini untuk dibaca 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s