Resensi

Review “After Dark” – Beverly Barton

Haiiii!! Jadi, akhir minggu ini gw pinjam banyak buku ke Pitimoss Fun Library untuk dibaca *ada 4 bo, dan keempatnya akan gw review saat ini*. Novel pertama yang akan gw review adalah “After Dark” karangan Beverly Barton.

Johnny Mack Cahill pernah bersumpah tidak akan pernah lagi kembali ke kota kelahirannya, Noble’s Crossing, Alabama, saat ia meninggalkan kota itu lima belas tahun yang lalu. Ia meninggalkan kota itu bersama dengan reputasinya sebagai berandalan dan dengan tubuh penuh luka. Kini, ketika ia menjadi pria sukses di Houston, Texas, ia menerima sebuah surat yang mengatakan bahwa putranya membutuhkan bantuannya di kota kelahirannya itu. Ia sama sekali tidak percaya kalau ia mempunyai seorang putra, terlepas dari reputasinya sebagai playboy di kota itu. Untuk mencari kebenaran surat kaleng itu, ia menyewa jasa detektif swasta, yang meyakinkannya bahwa ia memang memiliki seorang putra yang kemudian diadopsi oleh Lane Noble Graham, gadis yang pernah ia sukai di masa lalunya.

Sementara itu Lane Noble Graham sedang menghadapi ancaman tuntutan pembunuhan terhadap mantan suaminya, Kent Graham. Ketika Johnny Mack kembali untuk melindungi putranya, perasaan yang pernah Lane pendam untuk Johnny Mack kembali membuncah dan ia kembali mengingat masa-masa ia menyukai pria tampan itu. Saat mereka berusaha saling membantu untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar, mereka menemukan cara untuk berdamai dan mengakui perasaan mereka satu sama lain. Di saat yang sama pula, pembunuh Kent Graham yang sebenarnya kembali beraksi untuk menjaga rahasianya tetap aman.

Sejak pertama kali gw mengenal novel-novelnya Beverly Barton, gw langsung menyukai gaya menulisnya. Tegas, langsung ke konflik, dengan karakter-karakter yang kuat. Di novel ini, ada beberapa karakter yang kuat, tentu saja salah satunya adalah si pria tampan Johnny Mack. Yang nggak terlalu gw suka adalah karakternya Lane Noble, terutama pada saat ia menutup-nutupi apa yang terjadi sebenarnya pada saat Kent Graham dibunuh *karena ia berusaha melindungi Will, yang pada saat kejadian berada di TKP*. Masalahnya ia berusaha menutup-nutupi kejadian penting itu dari pengacaranya sendiri. kalo gw jadi pengacaranya, mungkin gw udah ngamuk-ngamuk banting barang, karena sering kejadian klien tidak jujur dengan pengacaranya, yang ujung-ujungnya berimbas ke klien itu sendiri.

But, overall, despite of my dislike toward some character, I really love this novel. It will be one novel that I suggest you to read, especially if you like romantic suspense novel 😀

So.. enjoy your reading, fellas!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s