Resensi

Resensi The Historian -Elizabeth Kostova

Fuh, akhirnya gw selesai juga baca novel “The Historian” karangan Elizabeth Kostova. Pertama kali liat sampul belakang buku ini, gw tertarik karena novel ini menceritakan tentang dracula. Gw udah pernah baca novelnya Bram Stoker, dan meskipun gw ini pengecut (takut banget sama hantu), tapi penasaran juga. Dracula masih hidup? Wow.

Ternyata, novel ini JAUH lebih menarik dibandingkan novelnya Bram Stoker. Sorry to say, but that’s the truth. Kalau baca novelnya Bram Stoker, Count Dracula tinggal di pedalaman pegunungan di Transylvania, dan merupakan tokoh rekayasa. Kalau di novel ini, Dracula yang diceritakan bukanlah si Count Dracula bohongan, tapi orang yang emang pernah bener-bener hidup di dunia, yang menginjakkan kaki di bumi yang sama dengan yang kita injak sekitar awal hingga pertengahan abad ke-15, Vlad Dracula, atau lebih dikenal sebagai Vlad Tepes, si Penyula. Sebenarnya tokoh Dracula-nya Bram Stoker juga didasarkan risetnya terhadap Vlad Tepes ini.

Di novel “The Historian” ini, Elizabeth Kostova menceritakan bagaimana para tokoh-tokoh yang terlibat mendadak menemukan sebuah buku tua yang halaman-halamannya kosong, kecuali halaman tengahnya yang bergambar naga dengan ekor melingkar. Ada beberapa sejarawan yang terlibat. Tokoh utama yang berperan penting di sini adalah Paul dan Helen, serta Bartolomew Rossi.

Cerita diawali saat anak Paul (eh siapa sih nama anaknya, sampe sekarang gw bahkan nggak tau loh. Cuma tau, anaknya Paul dan Helen itu diberi nama seperti nama ibunya Helen) menemukan sebuah buku di rak milik ayahnya beserta surat yang ditulis oleh Bartolomew Rossi. Ia kemudian bertanya pada Ayahnya tentang buku dan surat tersebut, lalu Paul mulai bercerita sebuah kisah yang ia dan Helen alami di masa muda.

Kisah ini dimulai ketika Bartolomew Rossi yang di masa mudanya juga menerima buku serupa, kemudian terpanggil untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Vlad III Dracula. Ia bahkan sampai berkunjung ke Istanbul, Turki, tempat kepala Vlad Dracula dipersembahkan pada Sultan Mehmed II ketika terjadi peperangan antara Ottoman dengan Wallachia, daerah kekuasaan Vlad III Dracula. Ia pun pergi ke daerah Rumania, tempat dimana Vlad III Dracula dimakamkan menurut sejarah. Pencarian Rossi ini ternyata membawa keburukan untuknya, hingga ia menghentikan penelitiannya.

Bertahun-tahun kemudian, Paul, seorang mahasiswa pascasarjana, yang merupakan anak bimbing Rossi, mendapatkan buku serupa. Sebagai seorang sejarawan, ia melakukan hal yang persis sama dengan pendahulunya, melakukan riset tentang Dracula. Hingga pada suatu titik, ia menceritakan hal tersebut pada Rossi. Tepat setelah ia berdiskusi dengan Rossi, Rossi mendadak hilang tanpa jejak. Tak lama sesudah itu, Paul bertemu dengan Helena Rossi, yang ternyata adalah anak Rossi. Berdua mereka berusaha mencari Rossi. Pencarian mereka didasarkan pada surat-surat/catatan harian yang Rossi tulis. Mereka mulai dari Istanbul, hingga ke pedalaman Bulgaria.

Apakah akhirnya mereka menemukan Rossi baik dalam keadaan mati, hidup, atau telah menjadi vampire? Apakah mereka berhasil menemukan dan membunuh Dracula?

Sebenernya gw ingin memberi hint lagi, tentang cerita ini, tapi mending dibaca aja sendiri deh. Soalnya nggak seru klo nggak dibaca sendiri. Meskipun setiap malam gw berusaha tidak menatap jendela yang letaknya persis di depan tempat tidur gw, dan ketakutan tiba-tba Vlad Dracula muncul, gw tetep meneruskan membaca. Cara berceritanya runut banget, dan detailnya digambarkan dengan jelas. Saat membaca novel ini, gw merasa seolah-olah memasuki gereja di Wallachia, atau kapel kecil di pedalaman Bulgaria. Gw juga bisa merasakan sempitnya jalan-jalan kecil di Istanbul.

Meskipun pada beberapa bagian, deskripsinya tentang dracula sedikit mirip dengan apa yang Bram Stoker pernah deskripsikan di novelnya. Misalnya tentang napas Dracula yang baunya tidak enak, cara jalannya yang aneh meskipun tubuhnya seperti manusia. Juga gw nggak mendapatkan detail tentang bagaimana sebenarnya Dracula bisa membuat dirinya tidak mati meskipun kepalanya sudah dipancung. Memang sih di bagian akhir tubuhnya dijelaskan sedikit bahwa Dracula membeli rahasia tentang bagaimana caranya agar tidak mati. Tapi, Cuma sekilas.

Yah, terlepas dari beberapa kekurangan, namanya juga buatan manusia, mana ada yang sempurna, gw mengacungkan dua jempol untuk buku ini karena isi cerita, dan kerunutan gaya penceritaan. Yang belum baca, segera pinjam/beli buku ini. Temans yang sudah menjadi anggota Pitimoss di Bandung, bisa datang ke Pitimoss untuk meminjam buku ini. Temans yang belum menjadi anggota Pitimoss, bisa mendaftarkan diri jadi anggota (jangan lupa bawa KTP) ke Pitimoss Fun Library di Jl. Banda no 12-S.

Advertisements

18 thoughts on “Resensi The Historian -Elizabeth Kostova

  1. the historian menurut gue to novel yng lumayan berat, karena kadang2 kita di buat bingung oleh sedut pandangnya , sebenenya yang berbucara sebagai aku itu siapa. elizabeth ato ayahnya. tp emang seru sh!!!
    n novel ini tu sebenernya gak serem, karena ceritanyatentang sjarah! n gu sempet bertanya tanya ni novel nyata pa nggak/?
    perpaduan antara fiksi dan tidak membuat pembaca merasa penasaran…
    tp sayang blom baca ampek abis.,.,
    bisa tolong ceritain peristiwa di temukannya profesor rossy gak????

    1. sebenernya emang gak serem, tapi karena saya mah penakut, jadi tetep aja ada hal mistik sekecil apapun bakalan ketakutan. hehehe. sudut pandangnya emang diceritain dari 2 bagian, si anak sama si bapak *nama anaknya elizabeth ya?soalnya anaknya kan dinamai sama dengan nama neneknya, aku lupa nama neneknya siapa*.

      wah harus baca sampe habis, keren banget buku ini. hmm tentang ditemukannya professor rossy *mudah-mudahan gak salah ya, soalnya suka lupa*, pokoknya ketemu di sebuah ruang bawah tanah gereja di daerah prancis selatan. itu juga baru lama setelah yang pencarian mereka itu klo ndak salah.

  2. w stuju ma lo muthe. w bru baca bbrp bab buku ini dah parno sndiri merasa klo si drakula ada disekitar w, jd w bklan terusin baca novel ini mungkin siang smp sore aja kali ya.. haha emang agak bingung bacanya cuman itu kelebihannya ngajak si pembaca mikir. well, w beli novel ini dgn harga yg sangat murah 7rb perak.. gramedia sale gede2an

      1. iya.. haha gak cuman lo yg shock semua tmn w jg pd shock.. pertama ngebelinya jg shock sih smp w tanya 2 kali ke kasirnya wkwkwk
        w baru smp di bagian kedua udh mulai kecanduan bacanya smp2 setiap w pergi ke kampus w selalu bawa tuh novel utk nerusin baca. yaa.. itung2 ada kerjaan sambil nungguin dosen. hhe

  3. Novel ini jelek banget. Pantas gak laku. Lamban, konyol (raja Ottoman zaman Drakula masih punya pengikut, Drakula penggemar buku dsb dsb). Kesimpulannya, novel ini jauh dari meyakinkan. Gw malah lebih menikmati novel2 Abdullah Harahap.

  4. The Historian
    Waktu pertamakali melihat buku ini saya merasakan ada dorongan besar untuk membeli dan membacanya. Meskipun tebal dan tidak ada gambarnya (huruf semua), saya berusaha untuk tetap dan terus membacanya kata demi kata hingga akhir. Setelah itu, saya tertantang untuk membacanya ulang walaupun mata “cenat-cenut” hehe….,
    Kseluruhan, novel sejarah ini bagus. Penulis bisa memadukan antara fiksi, fakta sejarah, dan alur serta gaya bahasa yg dgunakan…
    Jujur saja, saya benar-benar masuk kedalam cerita itu ketika membaca surat2 dari Prof dan temannya, Rossi yg sdang menyelesaikan penelitiannya ttg vlad si Penyula…
    Luar biasa….!
    Salam kenal….
    by: Dian Kurnia
    nb: add ya site saya di webblog ini… thanks !

  5. gw suka baca novel ni bkin penasaran terus kdang mpe jam 2 mlem b’sambung, wlopun t’kdang suka parno sndri…
    gw sgt t’tarik dgn crta” drakula tp msh blm yakin apa dracula bnr” ada????

  6. saya katakan memang WOOOW buku ini, ga rugi baca, dan yang lebih beruntung lagi harganya sangat murah, 20.000 atau 25.000 an, pastinya aku sudah lupa. Sungguh novel yang sangat eksentrik dan patut diberi judul The Historian, karena sapak terjangnya yang melewati beberapa tempat2 sejarah yang patut kita ketahui seperti kekhalifahan Ottoman……jadi sangat disarankan dan dianjurkan untuk dibaca dan menjadi koleksi dalam rak buku kita. Thans Elisabeth Kostova

    1. Iyap..sayangnya saya nggak dapet bukunya dengan harga segitu nih, sampe saat ini belum dapet heu heu. waktu itu minjem novelnya juga. pengen sih membelinya untuk dikoleksi, mudah2an entar ketemu :d

  7. Elizabeth Kostova I admire couples ..
    I really want to like you
    writing made me sink into the history,,,
    that not all people who dig history to receive the results. explore our history can be dangerous sometimes history itself can be stretched out its claws are grim and gripping us.,,

  8. kak muthe , nadya boleh pinjem novelnya bram stoker g ? Nadya udah nyari tapi g pernah ketemu … boleh dong kaaaakk …

    1. Nadya, aduh maaf loh baru saya balas komentarnya >_< Saya juga minjem ke Pitimoss, Bandung novelnya Bram Stoker. Kalau Nadya berdomisili di Bandung, bisa coba pinjam ke taman bacaan Pitimoss yang lokasinya ada di Jalan Banda 12-s; di jalan Sawunggaling, atau di daerah Buah Batu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s