Resensi

Resensi “Captive of My Desire” – Johanna Lindsey

Jadi, di hari Sabtu yang mendung-mendung nggak jelas ini, gw akhirnya menamatkan untuk kedua kalinya, novel karya Johanna Lindsey yang berjudul “Captive of My Desire”. Novel ini menceritakan kisah cinta Drew Anderson, kakak Georgina Malory, istri mantan perompak James Malory, dengan Gabrielle Brooks. Gabrielle atau yang lebih akrab disapa Gabby, dikirimkan oleh ayahnya kembali ke Inggris *setelah beberapa tahun tinggal di sebuah pulau di Karibia* dengan tujuan untuk mencari suami sebelum terlambat. Ia dititipkan di rumah James Malory, yang ternyata pernah berhutang budi pada ayahnya.

Gabby tak menyangka dia akan bertemu kembali dengan pria raksasa yang tampan yang pernah bertemu dengannya di pelabuhan, Drew Anderson *bahkan dia nggak menyangka sama sekali kalau Drew adalah ipar James Malory*, terlebih lagi ternyata ia menyadari bahwa ia tertawan *anjrit bahasa gw* pada ketampanan Drew. Sementara Drew, yang setengah mati tidak mau menikah, juga mengalami ketertarikan serupa pada Gabby. Sayangnya Drew menghadapi ketertarikannya dengan sangat-sangat jelek sekali, bahkan ia “berhasil” membuat Gabby memiliki skandal.

Bertepatan dengan munculnya skandal tersebut, Gabby menerima kabar bahwa ayahnya diculik oleh salah seorang perompak yang kejam, bahkan telah ditawan selama 1 bulan di markas perompak tersebut. Bertekad untuk melepaskan ayahnya, sekaligus membalas dendam terhadap Drew, ia dan beberapa anak buah ayahnya membajak kapal Drew.

Kelanjutan ceritanya? Berhasilkah Gabby menyelamatkan ayahnya? Apakah Gabby dan Drew bisa saling membajak hati *ok, gw muntah sekarang* masing-masing? Yang belum baca, silahkan obrak-abrik toko buku atau taman bacaan tempat temans biasa minjem. Cari sampe ketemu, baca sampe puas *tertawa kegirangan ala ratu iblis*.

Gw nggak sadar klo ternyata gw udah pernah membaca novel ini, beberapa detail ternyata terlupakan oleh gw. Soalnya gw cukup penasaran dengan tokoh Drew Anderson. Kalau temans mengikuti kisah serial Malory family, baik itu yang diterbitkan oleh Dastan Books atau Gagas media, pasti tahu kalau tokoh ini digambarkan sebagai pria yang amat sangat tampan dan bisa membuat para wanita bertekuk lutut. Bahkan, kedatangannya pada suatu pesta, bisa membuat setengah populasi wanita di pesta tersebut mendadak pingsan, sementara setengah lagi langsung meleleh menjadi genangan amoeba tepat dimana mereka berdiri *hmm, klo gw ada di pesta itu, berarti Cuma gw yang akan muntah di tempat*. Pasti penasaran kan, nggak mungkin ini bujang satu tidak tertawan hatinya oleh seorang gadis. Makanya, pas liat novel ini nganggur di rak Pitimoss, langsung gw sikat. Eh, ternyata udah kebaca.

Setelah baca yang kedua kali, gw malah jadi penasaran sama tokoh Richard Allen, si tampan dengan rambut panjang dan mata biru, yang berpura-pura jadi orang Prancis padahal jelas-jelas orang Inggris, dan nampaknya bangsawan. Entah kenapa gw sangat ingin tahu nasibnya seperti apa. Tiba-tiba dia adalah seorang pewaris tahta Duke of somethingshire, yang sengaja menjadi perompak karena dikejar-kejar oleh anak gadis tetangganya di daerah pedesaan dan punya ibu tiri yang suka menghambur-hamburkan duit atau ayah yang kejam yang suka memukul anaknya. Kira-kira nasibnya kayak apa ya? Bertemu dengan seorang lady yang suka bertualang dan memiliki imajinasi luar biasa *sangking luar biasanya sampe bikin sakit kepala*? Atau bertemu dengan perompak wanita yang seksi dengan beberapa bekas luka di wajah *katakanlah si Red, tokoh perompak wanita di novel ini*?

Kyaaa… gw jadi bersemu-semu. Hmm, mungkin akan mencari tahu di situsnya Mpok JL, atau mengirimkan email. Sayang sekali tokoh sebagus ini disia-siakan. Udah ah, mau kembali ke alam imajinasi * I wish I was Red :P*

Ps: gw penasaran, kenapa sih terjemahan judul novel2 itu suka MELENCENG jauh?? Misalnya ini, captive of my desire, malah diterjemahin jadi tawanan cinta di tengah lautan. What the hell?? Kenapa nggak diterjemahin jadi, tawanan hasrat?! Yah, emang agak-agak menjurus ke jalan yang nggak benar *tapi jalan yang nggak benar itu jauh lebih menyenangkan bukan? :p*, tapi daripada diterjemahin ngawur gitu mendingan gak usah diterjemahin aja sekalian judulnya. Heran deh!

Tapi klo covernya diganti sih gw setuju2 aja, soalnya cover novel2 beginian itu biasanya SUPER VULGAR!! Berbahaya untuk kesehatan jantung dan organ-organ lainnya :p *makanya, biasanya klo udah tau cover aslinya kayak apa, gw biasanya ngakak gak berhenti pas liat cover terjemahannya*

Pps: again, thanks to Pitimoss FunLibrary. Anyhow, I haven’t read the new JL novel, which has purple cover  Also, I haven’t read the Julia Quinn novel, which has “miranda” thing in its title.

Advertisements

10 thoughts on “Resensi “Captive of My Desire” – Johanna Lindsey

  1. Hhaaa setuju gw..
    well salam kenal…

    cover novel Johanna Lindsey emank pada nyeremin semua…–”
    tapi kalau cerita’y sie berhasil bikin gw dag dig dug…hhee

  2. Kisahnya richard allen juga bagus kok, dy pny tunangan yg ditunangin sama dia sejak kecil. tapi dari kecil mereka uda saling bunuh-bunuhan hahaha

  3. setujuuu banget dah sama siapapun anda .. :p
    daripda diterjemahin ngacoo bin melenceng kemana2 mending gag usah diindonesiain deh tuh judul novelnya .. kan yg alami2 itu lebih baik ^^

  4. aq suka banget sama novel satu ini. aq sampe udah baca berali-kali 😀
    iya sih, novelnya agak vulgar gimanaaaa gtu, tp serius, SERU banget!!!!!!!!!!!!!!!!
    aq suka sama sosok Drew Anderson..
    kayaknya kalau ada orangnya bneran, pasti ganteng banget.

    1. Kalo novel roman emang begitu sih, suka agak vulgar gimana gitu, tapi gak seru klo nggak vulgar =)) *parah* iya gw jg suka banget sama Drew, klo ada orangnya beneran, udah diborgol di kamar dah! :p

  5. Salam kenal…gw suka banget sama ulasan kamu sampai ngakak ngakak :”*anjrit bahasa gw”,ok gw muntah sekarang”,duke of somethingshire wkwkwk…gw baru baca the magic of you ceritanya amy sama warren…langsung demen sama novel ini dan penasaran pengen baca novel novel malory lainnya…

  6. haha ngakak and setuju banget deh… tapi aku bener-bener in love oleh sosok James Malory … sampe gag pernah berhenti ngebayangin bentuknya yang ….ughhh perfect deh kyanya … cheers 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s