Life · Resensi

Life Message

This is an epilog from Historical Romance Novel that I’ve just finished reading a moment ago. This was taken from novel created by Julia Quinn, To Sir Phillip, With Love. It was a letter that written by the lead woman character, Eloise, for her daughter whom soon to be born đŸ˜€ I rewrite all part of it, in Indonesian, because I read it in that language and I don’t want to translate it by my own *I don’t want to ruin the original work of Julia Quinn, so until I have the english version of it, it’s all I can do for now*.

Begitu banyak yang kuharap bisa kuajarkan padamu, Nak. Kuharap aku bisa melakukannya dengan memberi teladan, tapi aku merasa perlu menuliskannya juga. Ini kebiasaanku, kebiasaan yang kuharap bisa kau pahami dan kau anggap lucu saat membaca surat ini.

Jadilah kuat.

Jadilah rajin.

Jadilah jujur. Kau takkan memperoleh apa-apa bila mengambil jalan mudah. (Kecuali, tentu saja, jalannya memang mudah sejak awal. Kadang memang ada jalan yang mudah. Jika memang demikian keadaannya, jangan ciptakan jalan baru yang lebih sulit. Hanya martir yang suka mencari-cari masalah).

Sayangi saudara-saudaramu. Kau sudah punya dua dan jika Tuhan mengizinkan, akan ada beberapa lagi. Sayangi mereka dengan segenap hati, karena mereka darah dagingmu, dan saat kau merasa bimbang, atau pada masa-masa sulit, merekalah yang akan berdiri di sampingmu.

Tertawa. Tertawalah dengan keras, dan sering-seringlah tertawa. Dan bila keadaan mengharuskanmu diam, ubah tawamu menjadi senyuman.

Jangan menyerah. Ketahui keinginanmu dan raihlah itu. Dan jika kau tidak tahu apa yang kau inginkan, bersabarlah. Jawaban akan datang tepat pada waktunya, dan kau akan menyadari bahwa keinginan hatimu ternyada ada di depan matamu sejak awal.

Dan ingatlah, ingatlah selalu bahwa kau memiliki ibu dan ayah yang saling mencintai dan mencintaimu.

Aku merasa kau semakin gelisah. Ayahmu mengeluarkan suara-suara terkesiap aneh dan sebentar lagi pasti akan kehabisan kesabaran kalau aku tidak segera pindah dari meja tulis ke tempat tidur.
Selamat datang ke dunia, Nak. Kami semua sangat bahagia bisa berkenalan denganmu.

-dari Eloise, Lady Crane, kepada putrinya, Penelope, untuk menyambut kelahiran sang putri-

This is the most loveable part of this novel. I cried when I read this part. Why? Because some of the message in this part are things that I’ve been told to myself for years. Something that I’ve said to myself during my depression time, something that I thought it was only me who could think like that. But, Julia Quinn thought about that too, well maybe most of people in this world thought about that too. I am happy about that. It was like a reminder for me now.

Thank you so much Julia Quinn… for sharing this kind of greatness thought to us.

ps: thank you for Pitimoss FunLibrary, the place where I borrowed this lovely novel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s