Resensi

Princess Academy

Dua hari yang lalu gw menyelesaikan sebuah novel bagus yang berjudul “Princess Academy” karangan Shannon Hale. Pertamanya gw kira novel ini menceritakan kisah dongeng biasa, dimana nantinya si gadis biasa akan menikah dan hidup bahagia selama-lamanya bersama dengan pangeran tampan. Bo, ternyata gw salah!!

Princess Academy menceritakan tentang Miri, gadis berusia 14 tahun yang berasal dari Gunung Eskel, yang merupakan sebuah wilayah bagian dari Kerajaan Dasland. Miri memiliki seorang saudara perempuan, Marda, dan teman dekat, Peder. Mata pencaharian utama penduduk di Gunung Eskel adalah tambang batu Linder, bahkan para wanita pun ikut bekerja di pertambangan. Namun, tidak demikian dengan Miri, ayahnya melarang ia bekerja di pertambangan. Karena itu, ia merasa tersisihkan dan merasa dirinya bukan bagian dari masyarakat Gunung Eskel.

Suatu hari, datanglah seorang utusan kerajaan, yang memberikan pengumuman bahwa berdasarkan ramalan pendeta kerajaan, pangeran Steffan akan menemukan calon mempelainya di Gunung Eskel. Oleh karena itu, seluruh gadis muda di Gunung Eskel yang berusia antara 12 sampai 17 tahun diwajibkan mengikuti pendidikan di Akademi Putri yang akan diselenggarakan tidak jauh dari perkampungan mereka. Akhirnya, dikumpulkanlah 20 gadis untuk mengikuti Akademi Putri. Di akhir masa studi, Pangeran Steffan akan memilih salah satu gadis untuk dipersunting menjadi istrinya.

Di Akademi, para gadis ini dididik oleh Ibu Guru Oliana. Ibu Guru Oliana memiliki metode mengajar yang tidak disenangi para gadis, karena melibatkan hukuman-hukuman yang tidak adil. Namun, diantara hukuman-hukuman dan padatnya pelajaran, para gadis akhirnya belajar membaca untuk pertama kalinya. Miri bahkan mengetahui bahwa selama ini rakyat di desanya ditipu oleh pedagang yang membeli batu-batu linder mereka.

Miri, merupakan salah satu murid yang cemerlang. Meskipun dia masih belum menemukan apa yang ia inginkan dalam hidupnya, ia tidak menjadikan hal tersebut salah satu hal yang menghalanginya untuk belajar. Di saat-saat tertentu, saat membayangkan apakah dirinya betul-betul ingin menjadi istri pangeran, ia teringat akan perasaan sukanya pada Peder, temannya sejak masa kecil.

Singkat cerita, para gadis mendapatkan banyak keahlian setelah mengikuti Akademi. Meskipun tidak mengetahui siapa yang akan dipilih oleh Pangeran Steffan, tapi mereka tetap berusaha menjadi murid terbaik di Akademi. Di akhir cerita, para gadis menemukan tujuan hidup masing-masing, termasuk Miri, dan mereka berusaha melakukan sesuatu yang baik untuk memajukan desa mereka. Miri juga pada akhirnya menentukan perasaannya sendiri terhadap Peder.

Hal yang bikin gw suka banget sama novel ini adalah, there is no cliche in this novel. Nggak ada cerita Cinderella yang menjelma menjadi putri cantik sebelum jam 12 malam. Yang ada di novel ini adalah, bagaimana bekerja keras, bagaimana tidak berhenti berusaha. Cukup menampar wajah gw dengan sangat keras, karena gw menghabiskan 4.5 tahun kuliah gw dengan merengek and making excuses karena gw belum menemukan tujuan hidup gw, maka gw boleh tidak menyukai dan mendapatkan nilai jelek di beberapa *ok, di banyak!* mata kuliah. Miri, yang jelas-jelas belum menemukan tujuan hidup, tetap berusaha keras. Yang membedakan gw dan Miri adalah, motivasi. I was lack of motivation, Miri was full of motivation *jadi curcol gini*.

Selain itu di novel ini, *SPOILER ALERT!* para gadis biasa tidak ada satupun yang menjadi pilihan Pangeran Steffan. Cerita moral dari kisah cintanya adalah, when you want to spend your whole life time with someone, please look for someone who can be your bestfriend, who can share ideas with you, and fully respect you.

So, the conclusion, untuk para gadis, para anak perempuan yang terlalu banyak membaca dongeng standar atau sinetron ; untuk para ibu yang memiliki anak perempuan, keponakan perempuan; please read this book. There are so much lesson you can take to be implicated in your life.

ps: Oh, anyway, ternyata sejak buku ini diterbitkan pertama kali tahun 2005 di negara aslinya, novel ini sudah mendapatkan berbagai penghargaan. Menambah satu poin lagi mengapa novel ini harus temans semua baca! đŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s