Life

Tarot

Perkenalan gw dengan kartu tarot sebenarnya sudah dimulai sejak dua atau tiga tahun yang lalu. Waktu itu, salah seorang teman dekat gw kecentilan beli kartu tarot dan sok-sok meramal nasib, padahal nggak bisa. Saat itu juga, gw ikut-ikutan kecentilan dan sok-sok meramal nasib padahal masih ngeliat interpretasi dari buku dan sok bisa. Ternyata, saat salah seorang teman dekat lainnya mencoba *dan dia memang dianugerahi intuisi yang lebih kuat*, ternyata ramalan dia lah yang tepat dan cukup sekali membaca buku petunjuk, besoknya langsung expert. Setelah itu gw nggak melakukan ramal-meramal atau membaca nasib lagi.

Menjelang ujian apoteker, entah kenapa gw tiba-tiba keingetan tentang tarot. Saat ngobrol-ngobrol sama temen, ternyata Ibunya punya kartu tarot. Akhirnya, gw meminjam tarotnya. Pembacaan yang gw lakukan masih tetep harus liat buku petunjuk untuk interpretasi, tapi sekarang ternyata kemampuan gw meningkat sedikit. Maksudnya, kalau dulu *dua atau tiga tahun yang lalu* gw menginterpretasikan bener-bener baca dari buku, tanpa dipilah-pilih, sekarang gw menginterpretasikannya sesuai dengan apa yang ditanya sama si penanya. Jadi, informasi yang diberikan dipilah-pilih, dan disesuaikan.

Personally, menurut gw tarot bukan sesuatu hal yang aneh, musykil, whatever it is. Tarot nggak mutlak meramal masa depan. Kalau nasib lu dibaca sama tarot, selalu ada hukum sebab-akibat, aksi-reaksi. Hasil yang terbaca di kartu tarot, hanya akan terjadi kalau lu melakukan sesuatu yang nantinya akan menuju pada hasil itu. Kalau tidak, yah, hasil itu nggak akan datang.

Tarot, menurut gw, lebih pada pemberian saran, nasehat. About what you should do, what you shouldn’t do. You may believe it, or you may ignore it. It’s about your choice. And it’s nice to know about some people personality when they’re getting read.. it’s like open book to read ๐Ÿ˜€

Sekarang, gw masih belajar interpretasi tarot. Masih menyempurnakan kemampuan gw, meskipun mungkin gak akan terlalu sempurna. Berhubung intuisi gw terbatas, dan sekarang kartu tarotnya pun tak ada *mana ini kiriman kartu yang tak kunjung tiba?!*, tapi it will come anyway -the intuition, i mean-. yang penting gw belajar dulu… hasilnya, liat nanti deh ๐Ÿ˜›

Advertisements

2 thoughts on “Tarot

  1. hiiiihhh muth,

    gwa jadi inget dengan kesialan bertubi-tubi yang gwa alami gara-gara baca tarot.

    hiiiihhh

    Jangankan tarot muth, aku mah g sengaja baca garis tangan aja bisa sial terus-terusan.

    Untung sekarang jadinya tumpul.

    Hati-hati yak muth, suka dijailin soale

    1. hehehe… iya danz. sampai saat ini, alhamdulillah belum ada kejadian sial bertubi2.. tapi biasanya klo udah kelamaan ngebaca tarot, kepala gw sakit banget. exhausted berlebihan. dan akhir-akhir ini, entah kenapa nggak bisa ngebaca diri sendiri dan tiap kali mau ngebaca tentang diri sendiri, pasti dihalangi sesuatu hingga gak jadi ๐Ÿ˜†

      waktu itu aku pernah baca garis tangan sendiri, tentu saja dengan buku petunjuk… ribet ya bo! dan emang dasar gw, bahkan garis tangan gw pun menunjukkan adanya kebingungan, kebimbangan, dan seperti itu… ck ck ck…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s