Life

Curhatan Pasca Ujian Apoteker -3-

Tinggal menghadapi Sidang. Pada saat sidang, gw dapet di ruang 6 (di ruang seminar lantai 3, dimana itu adalah ruang sidang gw waktu S1, dan beberapa dosen penguji dari ITB juga adalah dosen penguji saat sidang sarjana, wakakaka). Yang bikin rada deg-degan adalah, ruangan ini banyak penguji dari luar dibanding dosen sendiri. Udah gitu, pas belajar pra sidang, gw malas-malasan, bingung mau belajar apa. Lalieur lah. Tips dari gw, selain belajar jurnal dan teori2 mendasar *tapi gak dasar2 amat*, mantapkan juga pengetahuan tentang dunia kefarmasian. Plus, dandanlah yang cantik/ganteng saat hari sidang. Penampilan dan cara pembawaan diri itu sangat penting loh.

Pertanyaan-pertanyaan yang gw dapatkan saat sidang:

IAI

  1. Nanti saudara mau kerja dimana? (di rumah sakit atau apotek, pak)
  2. Menurut saudara, penting nggak organisasi profesi? Kalau penting, mengapa? (penting pak, terus gw ngebacot deh)
  3. Tau nggak organisasi profesi kefarmasian apa namanya?
  4. Undang-undang yang berkaitan dengan kefarmasian apa saja?
  5. kalau Undang-undang yang mengatur standar pelayanan kefarmasian di apotek/rumah sakit? (gw jawab uu no 1027, sama yg rumah sakit. Namun, sekarang untuk apotek, seharusnya mengacu pada GPP yang dibentuk oleh FIP bla bla bla –semua orang sampe terkagum2 gitu liat gw, padahal itu kan makalah waktu KP :p)
  6. Anda tahu PP no 51? (terus disuruh jabarin gitu, apa garis besar PP 51, apa untungnya ada PP 51)

POM

(si ibu POM datang terlambat tuh, jadi pertama-tama yang nanya adalah pak Fahmi)

  1. Anda tahu CPOB? Itu kan sebuah standar, kenapa sih perlu standar?
  2. Kalau obat tradisional, itu kan ada CPOTB, aspek legalnya apa? (pertamanya gw bingung, gak ngerti maksudnya apa, ternyata maksud bapak, aspek legal dari CPOB, CPOTB, itu adalah peraturan yang dikeluarkan kepala BPOM).
  3. Apa perbedaan UU kesehatan no 36/2009 yang menggantikan UU 23 tahun 1992?
  4. Sebelum obat bisa beredar, perlu apa? (Izin edar). Kenapa perlu izin edar? (aspek legal, menjamin keamanan pada konsumen). à ini yang nanya, ibu2 dari BPOM
  5. Ini saya nggak tau ya, apa bisa dijawab apa nggak, soalnya waktu ujian yang lalu saya tanya, nggak ada yang bisa jawab (si ibu ngomong gini loh), ada berapa kategori pendaftaran obat untuk mendapat izin edar? (ada 8 kategori bu, tapi saya nggak terlalu ingat detailnya). Bisa disebut yang kategori besarnya saja? (zat aktif baru, zat aktif lama dengan sediaan baru, terus saya lupa bu à gw malah nyebutin kategori variasi sesudahnya :p).

Industri (yang nanya, bapak dari LAFI, sama ibu dari Bayer)

  1. Sediaan Anda kan Injeksi nih. Anda tahu ada berapa kategori sediaan parenteral? (Bingung pertamanya, mau jawab injeksi volume kecil dan besar, tapi ragu. Ternyata emang iya. Setelah diarahkan si Bapak, maksud dia adalah Small Volume Parenteral dan Large Volume Parenteral)
  2. Klo small volume parenteral, berapa batas volumenya? (gw dengan bloonnya, malah jawab 10 mL, itu kan batas suntik iv!! Tolol banget, tapi setelah diarahkan, bisa juga nebak 100 mL).
  3. Bisa Anda jelaskan apa itu expired date dan waktu pakai?
  4. Bagaimana cara menentukan expired date? (dari uji stabilitas, dan waktu pakai, ada perhitungannya bu, tapi saya lupa)

Apotek(yang nanya Bu Ambar nih, wkwkwk)

  1. Tadi Anda sebut soal GPP, kalau di perundangan Indonesia, ada nggak yang mengatur standar pelayanan di apotek? (ada bu, Kepmenkes no 1027)
  2. Apa aja yang diatur di Kepmenkes itu selain pelayanan kefarmasian? (mulai dari bangunan, sampai ke konseling bu)
  3. Anda kan mau kerja di apotek atau rumah sakit nih, apa saja sih yang perlu dilakukan dalam memberikan pelayanan kefarmasian? (bngung gw, maksud pertanyaannya kemana)… anda tahu penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia? (pertama jawabnya hipertensi, terus bukan tuh ternyata. Akhirnya gw nebak, TBC  dan bener). Penyebabnya apa? (bakteri bu.) Bakteri apa? (dan gw lupa nama latinnya!! Padahal ada bu marlia. Akhirnya gw jawab : bakteri tuberculosis bu, tapi saya lupa nama latinnya.) Terus, kalo ada pasien TBC di apotek Anda, nebus obat TBC, tau kan kalo pengobatan pasien TBC itu panjang? (tau bu, 6bulan -1 tahun dan klo obatnya gak diminum sekali, harus diulang pengobatannya). Kenapa tuh bisa panjang gitu waktu pengobatannya? (soalnya butuh waktu  untuk menghilangkan bakterinya). Gimana cara mengkonselingnya? Terus pemantauan dia patuh apa nggak gimana? (home care, ditelepon ke rumah pasien)

Rumah Sakit (ini yang rada malu2in, soalnya gw banyak banget terbata-batanya)

  1. Tau standar pelayanan di rumah sakit? (tau bu). Nomor undang-undangnya? (lupa gw! Terus gw jawab, lupa, tapi ada angka 77nya bu :p)
  2. Apa aja yang diatur disana? (mak jang! Gw nggak baca detail yang ini, soalnya panjang dan bosan! Akhirnya diarahkan sama ibu, ternyata ada 2 aspek besar: farmasi produk dan klinis)
  3. Rangkaian pekerjaan farmasi produk?
  4. Yang termasuk pekerjaan farmasi klinis?
  5. Fungsi PFT?
  6. Tau kan di rumah sakit ada panitia yang mengurusi resistensi mikroba? Fungsinya apa?
  7. Kenapa sih bakteri bisa resisten?

Akhir kata, gw ingin mengucapkan terima kasih, untuk :

  1. Allah SWT, karena sudah jadi salah satu tempat gw mengadu dan berharap selama ujian ini. Dan atas rahmat dan karunianya, hingga gw lulus.
  2. Mama dan Papa, atas doa-doanya… juga bantuan finansial yang tak terkira
  3. Partners tersayang, Laras, Teh Lisa, dan Nurul yang sampe nggak tidur demi bantuin gw. Terima kasih atas dukungan, doa, dan bantuannya. Gw nggak akan melupakan kalian. Makasiiihh banget…
  4. Temen gw tersayang yang melewatkan satu tahun pendidikan apoteker bersama gw, dan menjadi bahu tempat gw menangis saat gw sangat frustasi pada saat pra ujian praktikum, Mayna Ismailova. Love u, hon!
  5. Sahabat-sahabat gw yang tetep update kabar gw meski jauh di mata. Mia Amalia, Danilah Nur Muslim, Kalman Emry Wijaya, dan Anggia. Makasiih banget atas supportnya selama ini.
  6. Tim Markas!! We go guys!! Ferry dan Imel yang setia dengan warung doyo-nya, disambi dengan lapak tarot milik gw *tapi kartu milik mamanya Mae, makasih tante! :p*
  7. Temen-temen satu lab steril yang udah berbagi suka dan duka bersama. Berbagi keluh kesah, amarah, kekesalan, tawa (jadi nggak bikin Opera van Steril? :P) dan berbagi kebangkrutan yang jelas mah :p Mudah-mudahan kita semua dimudahkan rezeki di masa yang akan datang yak…hehehe
  8. Bu Ima, dosen sekaligus pembimbing gw saat TA. Sehari sebelum ujian praktikum gw inget banget, gw minta doa restu dari ibu. Dapat banyak wejangan yang sangat baik. Dan anehnya, selama ujian apoteker, gw sering mimpiin ibu, hihihi.
  9. Temen-temen farmasi yang memberikan support untuk gw dan temen-temen yang lagi ujian. Tommy Wibhowo, Eugenia Irvani, Nadya Fadila, Felicia Gojali, Resty Yulidayani, Meswati Fontianika, dan Amelia Ivonila, plus Hasymy Arief yang bukan anak farmasi 😛

Ucapan terima kasih di atas, nggak ngurut… semua orang penting dalam hidup gw.

Untung the next GengSter, jangan merasa sial klo kebagian ujian di lab ini. Tetep semangat, fokus dengan kerjaan, fokus untuk lulus. Usaha dan berdoa.

YAKIN KAMU BISA!!!!

Advertisements

2 thoughts on “Curhatan Pasca Ujian Apoteker -3-

    1. hehehe, dengan model ujian kayak gini, kayaknya semua yang terjadi di setiap tahapnya bakalan keingetan sampe ke liang lahat *lebay* 😛
      anyway, prevalensi itu tingkat kejadian penyakit ay…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s