Life

Curhatan Pasca Ujian Apoteker -2-

*sambungan curhatan sebelumnya, ini tentang persiapan dan hari ujian praktikum di laboratorium steril :p*

Ternyata yang kejadian di tengah jalan itu buanyak!

Saran gw untuk yang akan menjadi geng steril berikutnya :

  1. bikin prosedur kalian di jurnal se-detail mungkin, jadi klo kebagian ujian di lab nyang satu ini, kalian langsung bisa perkirakan barang apa aja yang kalian butuhkan.
  2. Kompak sama temen satu lab. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Klo nggak kompak sama temen satu lab, pertama lu egois banget, kedua lu akan bikin semua flow yang udah dibikin jadi kacau. Harus saling bahu membahu. Kerjaan pra-ujian di lab steril itu buanyak banget.
  3. Kerja cepat, kerja smart. Bikin pengaturan pada saat hari H.
    1. Bungkus glassware yang bermulut kecil (gelas ukur, erlenmeyer) pake kertas perkamen yang sebelumnya disumpal sama si “boneka hujan –dibuat dari kapas lemak dibalut kain kasa-“. Begitu juga cawan petri.
    2. Cawan petri untuk uji sterilitas ruangan, langsung diberi nama “NA” atau “SDA” terus langsung dipisah-pisahin mana untuk ruangan mana, dan untuk hari ke berapa.
    3. Pinjem baju steril yang banyak. Buat jaga-jaga.
    4. Untuk yang kerja di LAF dan di ruang pencampuran, alat yang disterilisasi bersama (kayak tutup pipet, filter holder, syringe) langsung dipisahkan berdasarkan ruangan. Jadi nggak bolak-balik.
    5. Alat tiap orang diberi label nama masing-masing (biar pas ngambil gampang, gak ketuker, dsb. Makanya bikin prosedur yang detail pas ujian pustaka).
  4. persiapkan fisik, jangan sampe sakit pada saat persiapan dan ujian.
  5. Siapin duit yang rada banyak, karena di lab ini sangat menelan duit, bikin bangkrut!
  6. Berdoa

Hari ujian pertama, gw dan temen-temen baru masuk jam setengah 3. jam lima keluar terbirit-birit setelah diusir pengawas. Pesan moral, bikin timeline kerja yang jelas, bikin plan A dan plan B. Kalo plan A nggak jalan, jangan putus asa. Fokus pada penyelesaian pembuatan sediaannya, mana ada kejadian gw numpahin sediaan gw ke meja LAF (muncrat sebenernya pas nyaring dengan filter holder) yang membuat meja kerja gw jadi putih semua, dan gw digosipin sama dosen farmasetik-thanks to Bu Lucy 😦 )

Hari ujian kedua, sediaan gw selesai. Tapi, gw melakukan kesalahan fatal karena nggak ngasih tau pas mau filtrasi membran, akhirnya disuruh ulang. Pesan moral : apapun yang terjadi, HARUS selalu kasih tau pengawas pada tiap step yang dilakukan. Dan selalu minta acc pengawas untuk hal-hal krusial (misalnya IPC, sterilisasi, pembuatan media uji sterilitas ruangan, penimbangan zat aktif).

Hari kedua ini pake ada kejadian mati lampu selama satu jam sepuluh menit, yang mengakibatkan waktu ujian ditambah satu jam. Dan dengan terbirit-birit pula, akhirnya jam 5 sore bisa uji sterilitas (thanks a lot Bu Ima yang baiiikk banget, dan Bu Ani yang suangat membantu).

Pesan moral lainnya : kerja cepat, pikirin waktu. Di steril itu sangat terpaku waktu, karena emang beribet. Klo ada yang perlu disterilisasi, sterilisasi aja langsung. Hajar aja, jangan tunggu-tunggu dan kelamaan nunggu. Baik-baik sama Bu Ani dan Mas Andri (atau siapapun staf lab steril di masa yang akan datang).

Hari ketiga, fokus sama evaluasi sediaan dan kemasan. Malam sebelumnya harus udah mikirin apa yang mau dibahas dan sebagainya dan sebagainya. Jadi nggak bengong-bengong amat pas nulis pembahasan. Cari berbagai literatur tentang steril, bawa bukunya kalo perlu. Bahas dengan smart.

Setelah hari ini berakhir, gw pulang dengan depresi, percaya diri klo nggak akan lulus, tapi nggak pengen nggak lulus 😛

Hari pengumuman ujian praktikum, gw kabur ke taman bacaan, deg-degan, ternyata jam 3 ditelepon sama temen satu lab, dan katanya SEMUA PESERTA UJIAN  DI LAB STERIL LULUS!!! Alhamdulillah!! Sangking senengnya (dan panic attack yang belum hilang), gw segera pergi ke kampus dengan badan gemetar. Gw lulus, dan again, nggak ada peringatan. Alhamdulillah.


-to be continued-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s