Life · Thoughts

Perawan Tua

Mungkin beberapa diantara kita pernah mendengar pertanyaan seperti ini, “dia udah nikah belum?” Pertanyaan ini terutama diajukan pada saat kita berkeluh kesah dan ngamuk-ngamuk *dan nyaris nyari dukun santet* tentang seseorang yang jauh lebih superior dari kita dan lebih tua, berjenis kelamin perempuan, dan kelakukannya amat sangat menyebalkan entah itu di dunia kerja atau di dunia persekolahan.

Gw sih pernah ditanyain begitu saat gw bercerita dengan marah campur nelangsa. Terus orang yang menjadi pelampiasan kemarahan dan kenelangsaan gw setelah bersabar mendengar cerita gw nanya dengan kalemnya, “dia udah nikah belum?” Lalu pas gw jawab, “Belum,” dia langsung tersenyum dikulum dan memandang gw seolah pandangannya bilang, “PANTAS!”

Entah kenapa, kalau ada perempuan yang usianya sudah menjelang 40 tahun atau sudah melewati 40 tahun, terus orangnya entah itu kejam, suka menindas bawahan, suka merasa superior, gila hormat, menyebalkan, membuat orang-orang yang berdekatan dengannya ingin menyantet atau membunuh dia, pasti yang pertama kali ditanya adalah perempuan itu udah nikah apa belum. Maksud gw gini, sepertinya ada tanggapan tertentu dari masyarakat bahwa wanita-wanita yang sampai tua masih belum menikah a.k.a perawan tua, sepertinya punya kecenderungan untuk berperilaku menyebalkan. Tentu saja nggak ada asap kalau nggak ada api kan ? nggak mungkin keluar pendapat umum seperti itu kalau nggak banyak para perawan tua yang berperilaku kayak gitu.

Gw pribadi jadi berpikir dan bertanya-tanya, kenapa ya beberapa wanita perawan tua sampai kayak gitu ? sampai akhirnya orang-orang menyimpulkan sesuatu yang menurut gw sih jadinya negatif. Soalnya beberapa perawan tua yang gw kenal dalam hidup gw meskipun orangnya galak dan disiplinnya tinggi, tapi nggak menyebalkan. Nggak bikin gw sampe ingin menyantet dia, meskipun sering juga kesel dibuatnya.

Karena itu gw jadi berpikir dan berpikir, lalu akhirnya ada beberapa asumsi yang gw pikirkan.

  1. para perawan tua ini merasa kekurangan kebahagiaan dalam hidupnya karena tidak adanya pasangan hidup, sehingga mereka berusaha mendapatkan kebahagiaan yang kurang dengan mendapatkan rasa hormat dari rekan sejawat atau bawahan. Celakanya lama2 mereka jadi gila hormat.
  2. mereka mengalami rasa frustasi yang hebat karena tidak ada satupun pria idaman mereka yang datang meminang, malahan yang datang lalat2 busuk yang untuk dipandang pun menjijikkan. Rasa frustasi ini dilampiaskan pada aspek kehidupan lain, misalnya dalam bekerja. (seriously, harusnya mereka bersyukur karena memilih untuk melajang daripada menghabiskan waktu dengan sia-sia bersama dengan pria yang salah. Dan kalau emang ingin ditemani dan disayang, saran gw peliharalah ANJING!)
  3. mereka mengalami frustasi seksual. Karena terbelenggu agama dan moral ketimuran, untuk beli vibrator dan lubricant supaya bisa orgasme sendiri pun merasa malu, sementara kebutuhan seksual memuncak terutma di usia awal 40-an, dan karena tidak mendapatkan itu, kompensasinya adalah melampiaskan semua emosi ke aspek kehidupan lain. (saran gw, buang rasa malu, segera lah pergi ke sex toy shop dan beli vibrator, dildo, plus lubricant ! nggak usah sok alim tapi menderita sendiri :p)
  4. mereka berusaha mengalihkan perhatian dunia dari pertanyaan menyebalkan “kenapa belum nikah juga ?” dengan berusaha sebaik-baiknya di tempat kerja, berusaha superior, sehingga orang-orang lebih fokus pada kehidupan karirnya. Sayangnya sangking ambisiusnya orang-orang emang nggak nanyain kenapa dia belum nikah, tapi jadi nanya, apa karena dia belum nikah jadi kelakuannya menyebalkan begitu.
  5. ini asumsi terakhir, ternyata si perawan-perawan tua menyebalkan ini emang dari sononya nyebelin bin minta dibunuh !! kawin nggak kawin, nikah nggak nikah emang bakalan bikin hidup lu menderita binti sengsara. Yah, klo ternyata dia orangnya seperti ini sing sabar yak. Lu banyak berdoa aja supaya dijauhkan dari dia, klo nggak tahan lagi, yah carilah dukun santet ! (klo ternyata poin yang ini yang paling tepat, barangkali salah satu penyebab mereka menjadi perawan tua adalah karena soranganna pikasebeleun sih, jadi we teu kawin-kawin !)

menurut kalian, mana yang paling mendekati ?

Advertisements

11 thoughts on “Perawan Tua

  1. ngga semua perawan tua itu menyebalkan, gila hormat dan menganggap semua laki2 itu lalat busuk…, terutama cewek single (mengganti kata “perawan tua”) yang memang bukan kebanyakan nolakin cowok tapi karena kurang piawai berdandan, sehingga ngga dilirik sama sebagian besar laki2 yang menilai wanita dari baju, aksesoris dan dandanan doang.

    frustasi hebat juga belum tentu, krn yang di cari cewek khan cinta dan kasih sayang, kalau mereka berasal dari keluarga yg harmonis, kebutuhan akan kasih sayang itu kan terpenuhi dari orang tua, saudara, adik / kakak jadi belum tentu juga kalau perawan tua itu frustrasi.

    untuk memenuhi kebutuhan seksual juga mereka khan cukup masturbasi 2-3 kali aja dalam seminggu, itu pun ngga perlu pakai vibrator, krn pakai jari tangan or semprotan air di kamar mandi juga sudah cukup, jangankan seorang wanita, pria saja males kok kalau sampai harus beli boneka seks segala.. betul ngga?

    sebenernya yg menyebalkan itu bukan cewek single nya, tapi budaya tidak menghormati orang lain itu yg harus di improve, budaya yg mengharuskan individu berprilaku tertentu… idealna sih bebas2 aja… mau nikah ya bagus, kalau mau memilih melajang seumur hidup juga ngga apa apa, tiap orang bebas kok menentukan jalan hidupnya..

    menikah karena tekanan sosial juga percumah aja… karena timbul pertanyaan2 lain.. solusinya kalau ditanya :

    1. kapan lulus kuliah ? jawabannya : gw mau lulus kapan kek terserah gue, emang kalo gw lulus sekarang elu sanggup nyediain lapangan pekerjaan buat gue?

    2. sekerang kerja dimana? jawabannya : gw mau nganggur kek, mau jadi gembel kek itu hak gue untuk mensyukuri keadaan gue.. kalo gue jawab saya udah kerja nih di Perusahaan Asing, emang elu bisa nahan diri buat gak minjem duit ke gue?

    3.udah nikah belum? jawabannya: emang lu mau cariin gue cowok / cewek or anak elu gue nikahin gitu? ato elu mau nyumbang berapa buat pesta pernikahan gue?

    4.udah punya anak? jawabannya: emang kalo udah elu mau ikut saweran buat beliin anak gue susu? mau ikut jagain anak gue kalo gw kerja?

    5.udah punya rumah?
    udah punya mobil?
    blackberry?
    bayar pajak?

    thats all bull shit common people asking fuckin question…

    “izinkan saya berbahagia dengan hidup saya” itu aja kok permintaan saya….

  2. intinya emang gitu, mind your own business..cuma tetep aja gw jd bertanya2 sih,karena sering liat dan denger komentar2 seperti yg gw post di atas. pokoknya wanita single di atas 40 tahun dan agak menyebalkan pasti dicurigai sikapnya begitu krn belum nikah.

  3. emang bener pendapat lu. sebagian dari mereka emang kelakuannya kaya pantek ayam. setuju gue. mudah2an gue dijauhing dr cewe2 kex begitu. padahal disisi lain guejg pernah punya atasan yg belum nikah disaat usianya menjelang 40. tapi do’i orangnya penyabar dan baik dan ga pernah ngamuk2 ga jelas. tp sekarang gw bertemu staff senior yg sebaliknya. rasanya pengen gw pijek2. tp sabar ajalah.

  4. Wah bener banget artikel ini! Nggak sekali dua kali gue dijahatin sama para PT (perawan tua). Tapi hampir semua PT sialan yg gue temui kelakuannya kejam, sok suci, sialan, b**gsat, nggak banget deh. Nih pengalaman gue sama PT: Difitnah ngambil barang dia (lha, orang saya baru datang terus baru duduk lima menit, masa saya ngambil barang yang nggak jelas apaan dari dia?, diftnah inilah itulah, dll. Wah, sialnya di semua tempat pasti saya ketemu PT (Siaaaaaaaaaaaaal!, Tuhan jauhkan aku dari PT).
    Ada juga yang ngonongnya kuasar banget, ngakunya anak keluarga berada, punya ini itu tapi mulut kayak comberan, yah nggak percaya deh
    Ada juga PT yg status pacarannya bertahun2 masih pacaran, nggak naik status. Firasat gue sh pacarnya mau mutusin tapi nggak berani karena takut nanti si PT nangis guling2 kayak babi guling2 di lumpur. Wah semua PT yang gue temui buat saya makin nyumpahin bukan jadi PT lagi tapi MT (MATI!)
    Sorry kalau komentar saya kasar, tapi bener, saya sudah sangat sakit hati samam semua PERAWAN TUA yang saya temui!
    Terima ksh dah buat artikel ini. Mneghibur sekali bacanya. Semoga semua PT yang baca ini nyadar kelakuannya kayak …… (terserah deh lo mau diisi kata apa)

    1. SETUJU SEKALI sama blacksalviastheblacksal, nih ane lanjutin kata2nya: kelakuan PT kayak a8jing B@BI. Buat yg nge-belain PRATU-PERAWAN TUA, kenapa lo gak kawinin & nikah aja sama PRATU? Biar lo nyesel 9 turunan 11 nyungsepan, baru tau lo kl mayoritas perawan tua itu kl udah jahat kayak IBLIS!!!! Kelakuan bajingan pratu itu didapat karena dia MAMPET, KESUMBAT hasrat sex SETAN-nya.

  5. D0a para ‘PT’ saat berdua (krn sepi hidupnya) dengan A((ah: Ya A((ah Sabarkan aku dari gunjingan wanita-wanita yang suka nnenggunjing. Hanya ketidaktahuan yang buat wanita2 / 0rang2 itu berbuat seperti itu A((ah. Beri nnaaf 0rang2 itu A((ah. Annin… Bisa saja anak2 gadis anda jadi PT!!

  6. PT dikarenakan banyak pria yang tidak bisa ‘nyaingi’ / ‘pantas’kan utk jadi pasangan hidupnya. kadang pria yg sdh nikah terkena phk n nganggur, anak istri keturunan hanya habiskan warisan 0rtu n buyut..akhirnya anak2 gadis nya kerja keras hingga jadi PT yg ‘akan datang’ / baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s