Life · Thoughts

Mulutmu Harimaumu

Baru nulis judulnya aja gw udah senyum-senyum sendiri. Bukan karena mendadak inget pria ganteng yang ada di salah satu novel roman demenan gw, bukan karena gw nulis ini sambil nonton lawak *by the way, klo gw nulis sambil nonton lawak, yang ada gw ngakak guling-guling, bukan senyum2*. Soalnya gw inget guru matematika waktu kelas 3 SMA dulu, yang killer tapi suka bikin ngakak *killernya soalnya ujiannya susah dan peernya segudang*, suka banget ngomong itu.

Sebelum berlanjut ke jalan yang sesat, baru-baru ini gw diingatkan kembali bahwa apa yang yang keluar dari mulut kita *kalimat/perkataan maksudnya bukan muntah* bisa sangat berpengaruh dalam hidup kita. Jadi, di tempat KP, ada seorang staff bagian pengadaan barang yang suatu kali saat mengecek stok barang bilang gini, “Euh, barangnya hilang kemana sih? Padahal kemaren saya hitung mah jumlahnya sekian!” Sebut saja staff ini sebagai G. Ternyata, ucapan si G ini menyinggung *secara tidak sengaja* staff yang lain *sebut saja H*, dia merasa tidak enak karena seolah-olah dituduh mengambil barang tersebut.

H kemudian curhat lah sama staff yang lain, dan tentu saja ketika itu gw berada di dekat mereka, jadi sambil pura-pura ngisi buku harian KP, gw NGUPING 😛 . Kalau kata H, daripada dengan seenaknya bilang barang hilang, lebih baik bilang kalau antara bukti fisik barang dengan yang tertera di kartu pada saat awal pengadaan terdapat selisih.

Berbekal apa yang gw dapat saat menguping, gw disadarkan kembali kalau menguping itu banyak gunanya. Eh, bukan itu bukan!! Maksud gw ternyata kita harus sangat berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. Kalimat/jenis kata yang menurut kita biasa, mungkin menurut orang itu nggak biasa. Gara-gara kita demen hiperbolisasi *nggak ada maksud aneh-aneh padahal, cuma demen aja ngucapin sesuatu yang hiperbol*, jadi aja ada yang tersinggung.

Jadi ingat diri sendiri, gw kan suka hiperbolisasi, kadang suka blak-blakan nggak jelas *terutama di masa muda dulu, sekarang sih udah memasuki usia senja, udah berkurang :p*., dan gw udah merasakan beberapa kali ada teman yang tersinggung akan ucapan gw padahal gw nggak maksud apa-apa. Akhirnya gw malah nggak enak sendiri. Bener banget deh kata orang bijak, klo nggak bisa ngomong dengan baik, bermanfaat, DIAM.

Dan sejak diingatkan lagi oleh Tuhan melalui peristiwa itu, gw jadi belajar satu hal, klo mau ngomong dipikir dulu, jangan asal cablak! Huooo…. pelajaran yang berharga, mudah-mudahan selalu ingat.

gambar diambil dari sini.

Advertisements

5 thoughts on “Mulutmu Harimaumu

  1. kalo sekarang ngga cuma mulut,
    twittermu harimaumu
    plurkmu harimaumu
    facebookmu harimaumu
    eh, blogmu harimau juga bukan ya? :mrgreen:

    1. bisa loh felis..soalnya pernah ada kejadian temen gw tuh..dia nulis sesuatu di blognya yang bikin marah satu komunitas! gila deh itu mah…

  2. judul ini dipake di blog siapa gitu, tapi kontennya ngomongin “insiden” Luna Maya. hihihi.
    kalo mulut sih, sekali diucap, mungkin orang lupa. tapi kalo udah tercantum jelas2 di halaman web, wah itu sampe 10 tahun lagi juga masih bisa dibuka lagi.

    lebih gawat dari harimau!

    1. tapi kan klo di web, bisa dihapus tuh..kecuali udah ada yang mengcopy tulisan itu terus diposting ulang. lagian, bahasa tulisan itu ambigu, makanya sering salah persepsi *dimana kalau persepsinya sudah disamakan, ada kemungkinan nggak tersinggung lagi*, tapi klo ucapan, plus ekspresi yang mendukung, itu JLEBnya bisa sampe jadi dendam. bisa sangat traumatis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s