Life · Thoughts

Take your Chance


Why not, take a crazy chance

Why not, do a crazy dance

If you loose a moment

You might loose a lot

So why not, why not?

(Hillary Duff, Why Not)

Gw suka banget sama lagunya Hillary Duff yang ini. Dan hal yang ingin gw ceritakan di postingan kali ini adalah tentang berani mengambil kesempatan. Selama dua minggu gw pulang-pergi dari tempat KP ke rumah, gw menemukan bahwa cahaya matahari sore hari di jalan tol itu keren banget, dan mobil-mobil yang berjejeran di luar pintu tol itu akan menjadi obyek foto yang sangat bagus *anyway, mobilnya berjejeran nungguin lampu merah jadi hijau ya, bukannya iseng-iseng menjejerkan diri*.

Nah, jadi gw berencana untuk jeprat-jepret sambil nunggu dijemput bokap gw *gw dijemput sebelum masuk pintu tol*. Celakanya, gw selaluuu lupa bawa kamera, dan akhirnya gw piker, nggak apa-apa deh, minggu depan gw masih bisa ngambil foto. Lalu apa yang terjadi saudara-saudara yang seiman, tidak seiman, dan nggak beriman sama sekali?! Minggu berikutnya ada sebuah kondisi yang membuat gw nggak lagi dijemput sebelum pintu tol, artinya gw harus naik angkot bablas sampe RSHS. Artinya, gw nggak bisa jeprat-jepret matahari sore di jalan tol atau mobil-mobil yang berjejer nungguin lampu merah!

Sial, kampret, kejepret karet!

Coba dari kemaren-kemaren gw bawa kamera, gw pasti sudah bisa menangkap momen yang bagus itu. Belajar dari kesompretan gw minggu lalu, minggu ini gw bawa kamera kemana-mana. Mau shalat, mau ke WC, di ruangan KP, gw bawa tuh kamera. Kecil ini kan, pocket digicam, bawa aja. Dan belajar dari kesompretan gw juga, gw berusaha mengurangi banyak-banyak rasa nggak pede gw dalam hal jeprat-jepret. Gw foto bunga *make mode macro,bodo amat diliatin sama petugas gudang juga –berhubung bunganya ada di depan gudang*, foto sepupu gw dari berbagai angle, foto temen gw *yang gw paksa jadi model*, foto apapun!

Gw nggak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan melatih diri gw meningkatkan kemampuan fotografi. Biar cupu, biar hasilnya masih goring patut tapi nggak bikin w jamedud. Dan waktu gw buka-buka forum fotografi, ada salah seorang membernya yang bilang, ambil semua kesempatan yang ada, ambil semua momen yang ada, nggak usah kebanyakan mikir dan nggak pede *kalimat terakhir gw yang tambahin deng:P*.

Gw akan mengambil semua kesempatan yang disodorkan pada gw… tapi bisa nggak ya gw melakukan itu dalam hal pekerjaan? Masih agak-agak nggak pede untuk banyak hal, baru bisa berani hanya untuk sedikit saja.

Jadi, inti dari bacot panjang lebar gw adalah, take your chance! Jangan kelamaan menimbang kiri kanan, menghitung untung rugi. Belum tentu kesempatan yang ditawarkan itu akan datang lagi.

Tapi…kalo nolak kesempatan, mudah-mudahan aja ada tawaran yang lebih yahud di suatu masa nanti *asal jangan kebanyakan nolak aja ya!*

Advertisements

5 thoughts on “Take your Chance

  1. Huah, iyaaa! Tul banget! Si Bunda ini juga udah beberapa kali kehilangan kesempatan gr2 menunda, mikir2, “ah besok masih ada waktu lg…”

    “Demi masa…”

    1. iya, aku juga seriiing banget gitu. anyway, hari terakhir KP kemaren, aku berhasil dapet foto sunset dari jalan tol plus mobil yang berderet2 itu… God answered my wishes!! yippieee….

  2. Hi,thanks for leaving comment in my blog 🙂 And I agree with taking chances, might as well try before it’s too late 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s