Resensi

Ketika Cinta Bertasbih

Tanggal 21 Juni 2009 kemaren, hari dimana seharusnya gw makan mie jawa sama temen gw, Mbak M, dan bertukar gogsip setelah satu minggu kerja praktek, gw malah nonton film KCB a.k.a ketika cinta bertasbih. Entah gw kualat atau kena karma atau emang peruntungan nasib gw aja yang lagi nggak bagus, gw harus nonton film ini, karena Ibu gw entah kenapa ngebet nonton film ini. Padahal, pas film ini diluncurkan, gw sama Mbak M udah sepakat nggak akan mau nonton film yang satu ini. Ogah bener dah! Bisa-bisa gw masuk utuh, keluar-keluar bioskop jadi abu *berhubung kesindir mulu ama film yang jelas-jelas berbau agama ini*.

Tapi, gw harus merelakan hari minggu siang gw menonton film ini. Dan komentar gw soal film ini ternyata cukup mengejutkan *tadinya gw dan Mbak M berpikir selama film diputer gw akan jamedud alias cemberut dengan mulut manyun dan siap untuk memaki-maki sepenuh hati, jiwa, dan raga!*. Sepanjang film, gw lumayan banyak ketawa, tapi tentu saja bukan karena jalan cerita pemeran utamanya, tapi karena cerita tokoh figurannya yang biking gw dan keluarga *dan seluruh penonton bioskop* ngakak. Malah gw pikir, acting tokoh figurannya itu jauh lebih keren dibanding acting tokoh utama *map-maap aje ye*. Bukan Cuma itu loh, gw malah lebih mengacungkan jempol liat acting habiburrahman el shirazy nya sendiri! Terlihat sangat alami. Gyak gyak…

Garapan film ini gw akui sangat matang. Suasana mesirnya sangat terasa dan hidup. Meski beberapa perpindahan scene nggak terlalu rapi, atau misalnya backsound yang mengiringi satu scene mendadak terpotong saat pindah ke scene yang lain *yang menurut gw harusnya jangan dipotong, tetep aja ada, tapi dengan fade out, jadi mengecil suaranya saat pindah ke scene yang lain, itu bakalan terasa lebih dramatis*, atau kadang ekspresi wajah aktornya saat ngomong bahasa arab kayak orang yang lagi gigit cabe atau disuruh duduk padahal ada bisul di pantat, gw memberi apresiasi yang bagus untuk film ini.

Film ini cukup serius untuk digarap, dan menurut pendapat Bapak gw, film ini banyak pesan bagusnya *berhubung Bapak itu orangnya paling ogah nonton film anak negeri, sama seperti gw :P*, berarti sang sutradara berhasil menyampaikan beberapa pesan penting untuk para penonton *hal yang nggak gw liat di film yang diangkat dari novel pertama karya pengarang KCB *.

Nah, gw nggak akan komen soal jalan ceritanya, soalnya gw sendiri merasa ada beberapa yang nggak sesuai dengan pandangan gw, yang jelas sepanjang film, selain tertawa terbahak-bahak, gw juga membelalakkan mata tanda nggak setuju dan mencibir dengan sinis *untung gelap, nggak keliatan Bapak yang duduk di sebelah gw*.

Pokoknya mah, yang belum nonton dan berencana akan nonton, selamat menikmati saja. Nggak akan terlalu sia-sia mengeluarkan uang untuk nonton film ini *dan membeli pop corn, dan minuman untuk menyibukkan mulut selama menonton :P*.

Gw sekarang penasaran sama Garuda di Dadaku, terus sama filmnya Sandra Bullock dan Ryan Reynolds *The Proposal*.

Ps : yang lucu adalah, di tengah-tengah film gw sms-an sama Mbak M. Terus gw mendadak teringat obrolan kami minggu sebelumnya yang mencibir pengarang KCB. Soalnya gara-gara dia, semua we yang ada hubungannya dengan agama pake embel-embel cinta, dan menjamur banget. Mulai dari ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, di atas sajadah cinta, munajat cinta, entah apalagi lah. Dan Mbak M tiba-tiba nyeletuk gini : “Lama-lama ada geura judulnya di atas sajadah kita bercinta!” Bayangin nggak, gw keingetan itu di tengah film, dan nyaris ngakak padahal pas adegannya lagi nggak lucu. Bahkan celakanya, gw sampe mikir, kalo sampe ada yang bikin film itu, siapa yang jadi pemeran ya? *kata Mbak M sih, bakalan salah satu artis yang suka bikin sensasi tuh…*

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Cinta Bertasbih

  1. Blum nonton, hihihi…duh kepingkel2 bc ending crita Muth. Di atas sajadah mah bercinta2an sama Allah aja, Saaaay! 😀

    1. nah, mbak aja terpingkal2, kebayang nggak si saya ini inget2 kalimat itu sepanjang film sampe di rumah? sampe2 liat sajadah mau shalat aja ngakak-ngakak…parah bener…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s