Uncategorized

Internasional Sebelah Mana?!

Sepanjang pekan kemarin, Ibu Gw dirawat di Santosa International Hospital karena menderita infeksi oleh bakteri yang diberi nama Salmonella thypii, atau yang biasa kita kenal dengan tipus. Minggu sore tanggal 8 Maret, Ibu gw masuk ke UGD karena demam yang dideritanya selama 3 hari nggak turun-turun juga. Pertama kali aja Bapak sudah dibikin kesal oleh petugas administrasi yang nggak tanggap sama sekali. Bapak gw berdiri 15 menit di depan meja administasi tanpa satu petugas pun yang bertanya apakah Bapak gw sudah dilayani atau belum. Sampai akhirnya komplain sendiri barulah ada yang melayani *padahal selama 15 menit itu, ada petugas jelas-jelas nampang batang hidungnya persis di depan Bapak*.

Selanjutnya Ibu gw diantar ke salah satu tempat tidur, kemudian ditanyai informasi kesehatannya. Gw terkesan dengan hal ini karena sesuai dengan standard pelayanan kesehatan yang emang harus dilakukan. Bahkan Ibu ditanya udah pernah minum obat apa aja sebelum dibawa ke RS.

Akhirnya setelah menunggu selama 1 jam untuk mengetahui hasil periksa darah, Ibu gw dinyatakan menderita tipus dan harus dirawat. Kembali ke masalah administrasi, seperti petugas administrasi pada umumnya, bilangnya gak ada kamar kelas 1 *berhubung keluarga gw Cuma ditanggung oleh perusahaan untuk dirawat di kamar kelas I*, padahal sebenernya ada. Jadi untuk setengah jam, Ibu gw sempat merasakan kamar VIP *padahal gak jauh dari kamar Ibu, ada kamar kelas 1 yang kosong*.

Waktu akhirnya Ibu pindah ke kamar kelas I, gw agak tercengang karena di kamar ini nggak ada bedfall, atau sofa bed. Nggak perlu sofa sih, pokoknya kursi yang bisa dipake tidur oleh keluarga yang menunggu pasien. Geblek, padahal itu kelas I pada rumah sakit yang mengaku diri bertaraf internasional. Gw yang sudah memutuskan untuk menginap malam itu, terpaksa tinggal, karena Bapak juga udah keburu pulang.

gedung

Yang bikin gw tambah mempertanyakan kredibilitas rumah sakit ini adalah, kualitas perawatnya. Sekitar jam setengah sepuluh, Ibu gw minta obat batuk ke perawat. Jadi, waktu dokter jaga masuk, satu jam sebelumnya, Ibu lupa menyebutkan kalau beliau memiliki batuk, makanya pas perawat masuk jam setengah sepuluh, Ibu minta obat batuk. Sampai jam setengah dua belas ditungguin *bayangkan, pasien sampe nggak tidur sampe jam segitu*, nggak ada kabar sama sekali dari perawat soal obat batuk. Besok paginya pas dikomplain, si perawat jaga bilang,

“Kan saya udah bilang, ditunggu dulu. Ternyata di Instalasi Farmasinya nggak ada.”

Gw yang moodnya udah buruk, langsung ngomel

“Kan suster bisa bilang satu jam setelah permintaan kalau obatnya nggak ada. Ibu saya sampe baru tidur setelah jam setengah dua belas Cuma gara-gara nunggu obat.”

Itu baru satu!

Sekitar jam 3 pagi, gw yang akhirnya tidur di kasur Ibu, dibangunkan Ibu karena infus habis. Ibu akhirnya ngebel perawat. Setelah 3 kali bel dipencet, dan kayaknya udah nunggu setengah jam barulah perawat datang dan ganti infus.


Waktu paginya dikomplain, apa jawaban suster?

“Itu kan udah ditempel Bu, kalau cairan infus habis mohon beritahu perawat.”

Gw Cuma bisa melongo sebelum bilang.

“Loh, kan Ibu saya tidur? Masa disuruh bangun malam-malam Cuma liat infus? Mana datangnya lama lagi.”

“Kami kan ada kerjaan lain, pasiennya juga banyak.”

Gw udah nggak ngebantah lagi, tapi dalam hati gw, nih perawat bullshit banget! Jam 1 pagi, gw kan keliling bagian tempat Ibu dirawat, dan gak semua kamar penuh, mana ada itu pasien banyak. Lagian kan bisa kita hitung dari tetesan infus, berapa lama infus akan habis. Kalaupun untuk ngecek keliling kan nggak perlu setiap jam. Gw hitung-hitung ada 4 perawat jaga, kalau setiap dua jam sekali dua perawat dibagi untuk keliling ngecek infus, kayaknya cukup deh.

Dikira gw nggak bisa manajemen apa?!

Terus Ibu gw minta baju ganti, karena baju yang dipakainya dari rumah udah lengeket. Apa coba kata suster?

“Belum ada dari laundry Bu.”

Itu jam setengah tujuh pagi!!

Rumah sakit macam apa ini?? Nggak punya modal atau apa?! Yang namanya baju ganti itu kan harus disimpan agak banyak di loker suatu bagian ruang rawat inap. In case ada yang muntah atau apa, mau diapain? Dibiarin tidur dengan baju bekas muntahan atau baju yang basah? Atau disuruh telanjang?!! Geblek bener!

Dan kata Ibu gw, besok-besoknya juga gitu, bisa sampe siang nggak ada baju ganti, dengan alasan belum dikasih sama bagian lanudry. Itu ngelaundrynya dimana? Di Afrika ya?

Gw semalam aja ada disitu udah naik darah. Baru kali ini gw ngeliat perawatan model begini. Nggak ada perawat yang ngecek ke ruangan, padahal itulah fungsi perawat jaga. Ngecek ke ruangan saat pasien tidur, apakah suhu pasien naik, bagaimana kondisi infus, dan sebagainya. Datang pagi-pagi ke ruangan untuk menyeka pasien, menjaga pasien tetap bersih. Laundry sudah harus melakukannya pekerjaannya dua kali, pokoknya selalu ada baju ganti yang bersih di setiap bangsal perawatan.

Mana internasionalnya?!! Malu doing mengaku-aku rumah sakit bertaraf internasional kalo pelayanannya model begitu. Gw kasih tau aja sama temen-temen blogger semua, jangan sekali-kali deh berobat apalagi rawat inap di rumah sakit ini, sumpah makan hati! Kalo yang ikut asuransi kesehatan, cek dulu deh, nih asuransi ngerefer ke rumah sakit mana in case kita harus di rawat. Kalau ada alternatif rumah sakit lain, ke rumah sakit lain aja. Kalo nggak, cari asuransi lain aja lah.

Menurut gw, harusnya badan akreditasi harus meninjau ulang akreditasi rumah sakit ini. Rumah sakit model begini, nggak layak sama sekali mengaku diri bertaraf internasional kalau manajemennya masih buruk begini.

Advertisements

4 thoughts on “Internasional Sebelah Mana?!

  1. waduh..waduh..ternyata begitu ya ? aku blom pernah liat dalamnya rumah sakit itu.
    btw, skrg udah sembuh ibunya ? get well soon ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s