Thoughts

Saatnya Kembali Ke Daerah

Gw udah lupa kapan tepatnya, tapi teman dekat gw pernah bilang :

Sudah saatnya kita kembali ke daerah

Maksud temen gw adalah kembali dan mengabdi di daerah asal. Gw setuju dengan konsep ini, tapi pada awalnya alasan gw menyetujuinya adalah karena lapangan pekerjaan di kota-kota besar semakin menyempit. Jadi daripada menuh-menuhin berbagai kota besar di Indonesia, mending kerja di daerah lah, yang lapangan pekerjaannya masih cukup luas.

Tapi, setelah kuliah Farmasi Rumah Sakit satu jam yang lalu *temen gw mah udah ngambil duluan, gw kan baru ngambil sekarang, heu heu*, gw baru menyadari bahwa selain karena lapangan pekerjaan yang makin sempit di kota besar, daerah juga membutuhkan lebih banyak praktisi kesehatan. Berdasarkan data tahun 2003 *kalo gak salah ingat, maafkan karena ingatan gw sangat bermasalah*, untuk 10.000 pasien, hanya tersedia 3.42 apoteker. Data ini adalah data total untuk seluruh Indonesia, jadi bisa saja distribusi angka ini lebih banyak di pulau Jawa dibanding di pulau-pulau lain di Indonesia.

pharmacist

I’m not talking about idealism. Well, little bit.

Pelayanan kesehatan sudah menjadi hak seluruh warga negara. Sayangnya sekarang ini, pelayanan kesehatan yang baik, baru ada di pulau Jawa, di pulau lainnya masih sangat minim. Makanya, gw sepakat dengan Danz tentang kembali ke daerah. Mengabdi di daerah. Nggak perlu yang idealis dengan kerja di rumah sakit sih, kalau emang bukan tipe orang yang suka kerja di rumah sakit. Bisa dengan membuka apotek di daerah tapi dengan memberikan pelayanan sesuai standard yang sekarang sudah mulai diberlakukan.

Untuk profesi lain, gw nggak bisa membahasnya, ntar dibilang sotoy. Tapi, intinya mah, yaaahhh nggak ada salahnya lah bekerja dan mengabdikan ilmu di daerah. Resikonya tentu saja termasuk tidak akan menikmati gemerlap kehidupan kota besar, beberapa kebutuhan mungkin sulit didapat, masyarakat sekitar yang pemikirannya belum maju seperti orang-orang di kota besar, dan insentif atau pemasukan yang tidak terlalu besar.

Mungkin bisa ditambah dengan berwirausaha?

Gw juga diminta oleh Ibu agar kembali ke kampung halaman *tepatnya kampung halaman ibu gw, karena dari bayi gw udah tinggal di Kota Kembang*, dan gw pikir-pikir, kenapa nggak? Meski disana matahari teriknya bukan main, panasnya minta ampun, dan gw akan jarang mendapatkan makanan berkeju atau mie baso, rasanya tidak ada salahnya mengabdi disana. Tidak ada salahnya untuk mencoba.

Bagaimana dengan kalian?

Advertisements

2 thoughts on “Saatnya Kembali Ke Daerah

  1. Bukan itu aja muth, masih banyak yang harus kita lakuin. Dimulai dengan “branding” apoteker, pelatihan praktisi (konseling, meracik, sertifikasi, dsb), penjaringan fresh graduate biar ndak cuman dikacungin pabrik buatan negara luar, oh banyak sekali kk….Banyak sekali yang harus dibenahi menurut awak, tapi bingung siapa dan bagaimana memulai.

    *laila : one day at a time, danz… kerjain dulu aja satu-satu, mulai dari yang sederhana. nanti juga akan ada yang meneruskan kalau memang yang menginisiasi sudah mulai banyak… mungkin yang mulai duluan ya yang sudah menyadarinya. bagaimana memulainya? gw juga gak tau, tapi yang jelas, kalo kebanyakan mikir ini dan itu, kebanyakan takut, kayaknya sih gak akan mulai-mulai…*

  2. that’s a spirit.
    iya, spertinya banyak orang yang masih pengen pergi ke kota besar. walopun kadang mereka tidak punya kompetensi apa2 dan hanya berbekal keinginan untuk mengadu nasib.
    jadi, marilah kita bangun daerah. mungkin aja kalo daerah sdh maju dan fasilitas penting untuk masyarakat sdh lengkap, orang2 akan brpikir 2 kali utk pergi ke kota besar

    *laila : setidaknya orang nggak akan meremehkan daerahnya sendiri lah…, pergi ke kota besar boleh, tapi jangan ngelupain daerah..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s