Life · Thoughts

If you’re gay, Admit it!

Udah beberapa bulan terakhir ini keluarga gua suka banget nonton salah satu acara reality show di stasiun tv swasta yang tujuannya mencari orang-orang yang sudah lama menghilang. Entah itu suami, pacar, istri, orangtua, anak, atau teman. Dan makin kesini, makin aneh-aneh aja fakta yang muncul. Yang bikin gua miris, makin kesini makin keliatan banyak orang yang berbohong. Ada anak yang nyari ayahnya yang udah lama gak ngasih kabar, ternyata ayahnya gay. Ada istri yang nyari suaminya yang udah lama gak ada kabar dan gak pulang ke rumah, ternyata suaminya serong sama waria. Ada cewek yang nyari tunangannya yang udah lama menghilang, ternyata tunangannya gay.

Saatnya gua buka suara soal gay!

Gua pribadi nggak menyetujui hubungan sesama jenis. Sama sekali nggak setuju! Jelas-jelas itu menyalahi aturan agama, penyakit sosial, dan melanggar norma sosial. TAPI, kalo emang lu mau jadi gay, kalo lu keukeuh mau berbuat seperti itu, please reconsider every your decision carefully!

Gua sedikit mengerti sih kenapa mereka-mereka yang terbongkar statusnya pada reality show ini berbohong pada keluarga terdekatnya. Banyak alasan yang bikin mereka menutupi status mereka.

  1. Orangtua yang selalu pengen liat anaknya nikah. Yup, itu adalah hasrat yang amat sangat manusiawi, tapi terkadang menyebalkan. Nggak nikah kan bukan berarti nggak bisa bahagia atau nggak akan masuk syurga? Hal ini diperparah dengan kondisi dimana kebanyakan dari kita masih tinggal dengan orangtua pada usia yang seharusnya mah udah bisa tinggal sendiri. Makin bertubi-tubi lah permintaan orangtua agar segera menikah, makin merasa bersalah lah karena gak bisa menghadirkan cucu, dan sebagainya.
  2. Kondisi masyarakat kita yang emang masih amat belum menerima keberadaan gay. Apalagi keluarga yang jelas bakalan histeris kalau ada anggota keluarganya yang homoseksual.
  3. Si gay sendiri PENGECUT, nggak berani mengakui pada dirinya sendiri kalo dia nggak bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang normal, dan nggak berani ngaku pada calon istrinya kalau dia gay.

Ya, orangtua lu maksa-maksa lu nikah, tapi kan lu bisa bertahan sekuat tenaga untuk mengelak menikah. Bisa bilang konsentrasi kerja atau mau meniti karir atau apalah. Atau kalo perlu cari kerja di luar kota, biar nggak usah tinggal serumah sama orangtua, atau dengan alasan apapun. Manusia itu manipulatif, gunakan dong kemampuan manipulasi lu untuk hal yang satu ini. Jangan lembek terus nikah sama orang udah gitu lu tetep aja main sama laki lain di belakang istri lu. Lu pikir siapa menderita?!! Istri lu kali!! Udah gitu lu pake semprot-semprot sperma pula ke dalam rahim istri lu… gak habis pikir gua kalo ada orang kek gini!

Atau, kalo emang orangtua lu stubborn, lu cari calon istri yang tau kalo lu gay. Dia tahu kalo pernikahan kalian Cuma kedok semata. Biar dari awal udah tau sama tau, saling ngerti. Bikin perjanjian, nggak akan melakukan coitus interuptus selama pernikahan. Kalo istri mau punya anak dari benih lu, pake teknologi fertilisasi in vitro. Pas anak lu udah gede nanti, jelaskan kalo bapaknya gay. Harus berani dong nerima konsekuensi perbuatan sendiri. Perkara anak lu marah ntar, harus bisa lu terima. Daripada lu bohong-bohong, ntar pas anak lu tahu, lu pikir siapa yang menderita? Anak lu! Bukan lu! Dia yang malu sama temen-temennya, dia yang malu sama calon pasangannya nanti, sama calon mertuanya, sama rekan-rekan sejawatnya. Lu mah maju terus nggak nengok-nengok lagi!

Mikir dulu kalo mau melakukan sesuatu. Jangan asal maen nikah aja, maen semprot sperma aja, maen bikin janji tunangan! Mikir dulu, lu bisa nggak bertahan dengan pasangan lawan jenis lu seumur hidup tanpa selingkuh dengan pasangan sejenis lu? Mikir dulu, kalo pasangan lu tahu, atau keluarga lu kelak tahu, gimana perasaan mereka! Timbang dulu baik-baik, jangan demi cari selamat di depan orangtua lu malah bikin menderita orang di masa depan. Mikir yang panjang, jangan mikir pendek.

Bagaimana proses menuju itu semua? Semuanya diawali dari satu tindakan ini!

Admit it!

Akui kalo lu gay. Akui kalo lu nggak akan bisa hidup tanpa pasangan sejenis lu. Akui kalo lu nggak akan bisa menikahi perempuan dan berusaha untuk hidup hanya dengan perempuan itu.

Admit it to yourself!

Kalo lu udah bisa mengakui hal yang gua sebut di atas, lu pasti bisa melihat konsekuensi dari kehomoseksualan lu. Lu bisa mempertimbangkan langkah apa yang harus lu ambil ke depannya. Susah, pasti! Wong hubungan lu jelas nggak direstui agama yang lu anut dan moral yang berlaku di masyarakat. tapi kalo lu masih keukeuh dengan keputusan lu, ambil resikonya! Hadapi konsekuensinya!

Setidaknya, ketika lu dituduh berbuat salah karena kehomoseksualan lu, tuduhan lu tidak bertambah panjang karena lu dianggap sudah menyengsarakan hidup orang lain. Lu tidak perlu membuat orang lain berdosa karena mendendam pada lu, memaki lu, atau menghina keluarga lu karena kebohongan lu. Bisa aja kan, kalo keluarga lu nggak kuat dia bunuh diri. Salah siapa coba dia bunuh diri? Lu punya saham dalam aksi bunuh dirinya dia, karena kebohongan lu.

Seperti yang temen gua dan gua diskusikan mengenai segala hal yang terjadi yang kami lihat atau alami atau dengar, kalo lu mau jahat, jahat sendiri aja! Nggak usah ajak-ajak orang lain jadi jahat, nggak usah bikin orang lain jadi sengsara!

Jadi, untuk para kaum homoseksual yang udah diuber-uber sama orangtuanya disuruh nikah, akui dulu pada diri kalian soal kehomoseksualan kalian. Terus pikirin masak-masak, apa yang terjadi kalo kalian nikah, gimana perasaan istri kalo tahu lu homoseksual, kalo sampe punya anak, gimana mau menyikapinya.

Hidup lu bukan Cuma saat ini, tapi sampe masa depan. Dan di masa depan, banyak orang yang terlibat dalam hidup lu. Pikirin mereka juga, setidaknya orang-orang terdekat atau yang bakalan jadi orang terdekat lu.

Jangan egois, just admit it!!

Advertisements

8 thoughts on “If you’re gay, Admit it!

  1. gw jg skrg lg sedih bgt, gw dah nikah & punya anak, gw blm tau pst siy klo suami gw gay apa ga, tp dari apa yg dia lakukan selama kita menikah 2 thn lbh membuat gw curiga klo dia itu gay.
    kr dia itu ga pernah tertarik sama gw.
    kita melakukan hub. suami istri aja dlm setahun cuma 8 kali, itu jg gw yg ngebujuk dia.

    fren, ada yg bs bantu ga, apa yg hrs gw lakuin buat mastiin ada apa dgn dia? bener apa ga dugaan gw klo dia itu gay?
    gw pgn bgt tau, kr selama ini gw udah tersiksa bgt menjalani pernikahan kami.
    trims ya.

  2. All, gw gay dan married dan saat ini mempunyai anak. Selama 3 thn pernikahan gw sangat menderita. Awalnya saya married krn paksaan org tua yg mengetahui kl saya gay. Dan demi menyenangkan hati org tua saya jalani pernikahan ini. 3 thn saya selalu mengkonsumsi viagra demi bersandiwara di depan istri saya. Walaupun so far berhasil..saya sangat stress dan depresi yg akhirnya menghasilkan tumor di leher saya. Kehidupan pernikahan saya jg tidak begitu harmonis. Saya nikah dgn wanita yg sangat keras kepala, yg tidak menjadikan saya imam di keluarga,slalu membantah. Bagi pria str8 mgkn hal tersebut mslh sepele,namun bagi pria gay efeknya akan berlipat2 di kepala saya. Saat ini saya sdh mengakui sandiwara tersebut ke org tua saya, dan mereka tetap bersikeras agar saya melanjutkan sandiwara ini krn demi menjaga image mereka dikeluarga besar dan lingkungan. Kadang terpikir utk kabur, namun saya masih memikirkan konsekuensinya bagi org2 terdekat saya apabila saya kabur. Namun kalau saya meneruskan sandiwara ini, saya tdk tau akan bertahan sampai berapa lama. Jujur saya bersandiwara sejak saya kecil (saya sdh merasakan saya gay sejak kecil) dan saya capek hrs hidup spt ini terus. Berbagai macam pengobatan utk menyembuhkan saya tdk ada yg berhasil. Agama hny dpt mencegah gay tdk melakukan maksiat, namun tdk dpt mengubah orientasi seksual. Kepala saya setiap hari sakit seperti dijedotin ke tembok sejak saya masih kuliah sampai skr, dan ternyata saya baru tau itu krn tumor, dan efeknya 3 thn terakhir ini sangat terasa krn saya sgt depresi memikirkan hal ini. Mohon bantuan masukan dari teman2 semua apa yg harus saya lakukan. Terima kasih

  3. at gayhusband, as an author and not psychologist I must say, treat ur tumor first. sebaiknya Anda mengesampingkan terlebih dahulu masalah orientasi seksual dan keluarga Anda, dan segeralah melakukan pengobatan yang perlu dilakukan untuk menghilangkan tumor di kepala Anda. Concern with your health, first.

    Saya rasa, tumor Anda jadi berkembang karena stress yang ada rasakan. Setelahnya, saya cuma bisa bilang gini, apakah Anda punya keberanian untuk meninggalkan keluarga Anda, dicoret dari daftar warisan, dan pergi menjalani kehidupan Anda sebagaimana Anda menginginkannya. Entah itu hidup sendiri dan mengakui bahwa anda gay, atau Anda hidup bersama pasangan sejenis Anda. it’s up to you, anyway. Hanya saja, pikirkan konsekuensinya baik-baik.. dan tanyakan pada diri Anda, are you brave enough to do that?

    semoga Anda cepat sehat kembali

  4. Today is my worst nightmare. Setelah saya curhat di blog ini. Finally truth find it ways to show 😦 selama ini saya selalu cerita mengenai permasalahan saya kepada seseorang yang saya kenal melalui forum. Seorang wanita krn saya pikir saya perlu pendapat/pandangan dari seorang wanita. Saya sms an dan keep in touch setiap saya punya unek2. Dan sms itu akhirnya siang tadi terbaca oleh istri saya. So far istri saya taunya saya selingkuh. Akhirnya kami bicarakan semua. Saya jujur mengenai penyakit saya dan mengapa saya stress dan mempengaruhi hubungan suami istri kami, dan saya juga mengatakan kalau saya saat ini tidak mencintai dia tetapi masih berusaha untuk kembali mencintai (hal ini menyangkut mslh rumah tangga yang efeknya berlipat2 jika anda seorang gay). Dia tidak terima dan mengamuk dan marah. Saya sangat mengerti perasaan dia saat itu dan tidak berharap dia dapat mengerti saat itu juga. Saya mengambil kesimpulan bahwa sampai kapanpun tidak ada yg bisa mengerti keadaan saya yg sesungguhnya. Sungguh dillema buat saya untuk menceritakan yg sejujur2nya kepada semua orang padahal semua alasan saya berada disana 😦 Saya memutuskan untuk pergi meninggalkan semuanya demi kebaikan semua. Saya akan tetap bertanggung jawa terhadap istri dan anak saya dan keluarga saya. Mudah2an suatu saat nanti mereka akan mengerti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s