Life

Pertanda

Gua percaya pada pertanda. Mungkin gua sering melewatkan pertanda itu, atau gua mengacuhkannya, tapi yang jelas, gua percaya bahwa Tuhan sering mengirimkan pertanda pada kita, manusia. Kebanyakan pertanda datang lewat mimpi, bisa itu mimpi yang berulang-ulang, atau jenis mimpi yang berkelanjutan ceritanya *kayak di sinetron*, atau misalnya mimpi yang berbeda tapi ada bagian yang sama dari mimpi-mimpi itu. Tapi, pertanda juga bisa datang lewat hal lain, misalnya kejadian yang sedikit mirip-mirip yang terjadi pada kita. Atau hal-hal yang sama yang selalu kita dengar, atau kita lihat.

Contohnya gua sendiri, ceileh. Gua beberapa kali mimpi dengan kejadian yang berbeda, yang sama sekali nggak nyambung, tapi selalu ada cowok dengan kepala plontos di dalam mimpi gua. And I tell you, guys, this man is really really absolutely handsome, kinda my type…*my type of actor that I like, by the way*! Plontos, ganteng, manly.

DAN…

Kemudian…

Ternyata beberapa hari kemudian, gua nonton Prison Break *yup, gua baru nonton Prison Break season 1 lengkap semua episode*, and here I saw him, Wentworth Miller!! Plontos, ganteng, warna matanya yang hijau atau hazel kah itu? Whatsoever, but dreams that I had all lead to Wentworth Miller in Prison Break!!

Pertanda nggak selalu menuju ke arah yang BESAR, seperti kesuksesan, pertemuan dengan jodoh, kegagalan, atau kematian. Soalnya ternyata teman dekat gua juga pernah mimpi berkali-kali tentang anak kembar, eh ternyata gak lama kemudian, dia beli novel-novel yang ada cerita tentang anak kembar.

Apakah kita harus percaya pada pertanda? Well, that’s another choice in our life to be made of. Kalau pertanda itu sudah amat sangat sering muncul, mungkin sudah saatnya kita untuk percaya. Tapi kita juga bisa memilih untuk tidak percaya kalau sesuatu yang mungkin saja pertanda itu malah membuat kita nggak produktif, hanya berpikir tentang hal itu terus menerus, malah mengganggu kehidupan kita. Then we better start to ignore it. Toh kalau memang harus terjadi, akan terjadi juga kan, tidak peduli kita percaya atau tidak di awal, peduli atau tidak kita dengan pertanda yang datang tersebut. Kalau memang harus terjadi, kenapa tidak?

Dan kenapa gua menulis ini? Karena akhir-akhir ini gua sering mendengar, melihat sesuatu yang menurut gua makin lama makin mengganggu kesadaran gua, dan gua menyadari sesuatu itu adalah pertanda.

Hanya saja, sampai sekarang gua belum tahu pertanda ini akan mengarah kemana dan kapan tepatnya akan terjadi. So, yang bisa gua lakukan hanya menikmati saja kedatangan-kedatangan pertanda ini.

Advertisements

5 thoughts on “Pertanda

  1. jadi inget lagu Marcel…

    kemariiin… kulihat awan membentuk wajahmuuu…
    desau angin meniupkan namamu…

    aku percaya pertanda. 🙂

  2. wah mungkin itu hasil dari frekuensi pikiran Mbak….Mbak Laila ya?
    yang terus dipancarkan sehingga sampe kebawa mimpi dan ada kejadian yang hampir sama dengan mimpi td…

    ya itu sih kata teori Law of Attraction (LOA) yang bagi sebagian orang dinilai “sampah”

    salam kenal

    *laila : masalahnya sebelumnya belum pernah nonton prison break, eh pernah sih, tapi lupa-lupa ingat gitu. soalnya cuma nonton satu episode :P.
    anyway, gw sih percaya sama LOA…cuma dalam hal ini, yang ini bukan LOA…atau mungkin iya ya? hehehe*

  3. aku percaya pertanda juga.

    tapi lebih sering mengabaikannya… 😦

    *laila : sama kok…sering diabaikan, soalnya suka sok-sok “ah…gak akan terjadi” kek gitu….*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s