Life · Thoughts

Jangan Egois

Di situs intranet yang sering kunjungi, di topik Forum Konsultasi dan Psikologi, seorang member bertanya,

“Apa yang harus gw lakukan? Cewe inceran udah punya pacar, direbut atau didiemin aja? Kalo direbut gak enak sama dia, kalo didiemin, gw yang sakit.”

Dan reply dari member-member yang lain kebanyakan mengejutkan gw. Wew!

Masa ada yang nyuruh ngerebut aja? Selama janur kuning belum berkibar, selama belum nikah?? Hell what?!!

Ada apa sih dengan orang-orang sekarang? Cuma mentingin kepuasan diri mereka sendiri, dan nggak menempatkan diri mereka pada posisi Objek.

Gimana kalau pasangan mereka yang akan direbut? Gimana perasaan mereka?

Gimana perasaan orang yang akan direbut? Akan suka tergila-gila? Atau muak membabi buta sampai membenci hingga akhir hayat? *kalo gw jelas yang kedua!*

Iya sih, lu emang sangat mendamba orang itu, dia sangat amat spesial. Tapi, berjuta-juta orang lain juga spesial. Lu yang bikin mereka spesial.

Jadi inget The Little Prince. Pengarangnya bilang disitu : yang membuat sesuatu spesial itu bukan sesuatu itu sendiri, tapi kita…kita yang memiliki dan memandang sesuatu itu yang membuatnya menjadi spesial.

Kira-kira seperti itu.

Daripada berkutat pada seseorang yang sudah distempel menjadi pasangan orang lain, menikah atau belum menikah atau mereka hanya akan kumpul kebo sekalipun…

Find another person, make them special and worth for you.

Jangan egois…bahkan dunia pun nggak pernah egois menampung kita disini -_-

Advertisements

8 thoughts on “Jangan Egois

  1. jd makin ngerasa klo org2 indonesia tuh emang banyak yg egois ya..
    mw urusan apapun, sering bgt liat kasus egoisitas masyarakat..
    cinta koq maksa? egois banget!! aneh…

  2. Sungguh terlalu >_<. Kok di sini nyakitin orang itu sebagai takdir? <_<

    Tahvava. Jodoh direbutin kek bukan miliknya ja.

    Hoeks… *sori awak muntah, awak muak liat orang-orang membenarkan menyakiti orang lain*

  3. @ Jha: Yagitudeh, sayang…

    @ Danilahnur: bukan nyakitin orang-nya maksudku, say…
    tapi gini: mo orang berusaha setengah mati ngerebut pacar/istri/suami orang, atau sebaliknya, mo berusaha setengah mati mempertahankan “hak” atas pacar/istri/suami kita… kalo Allah punya kehendak lain, punya takdir lain yang nggak cucok dg keinginan kita.. kita bisa apa?

    Pada akhirnya yang punya hak atas hidup kita bahkan bukan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s