Thoughts

Melamin dalam Makanan

Iye, iye! Udah kelewat basi ngebahas masalah ini. Gw emang nggak up to date! Tapi yang mau gw bahas bukan hanya masalah melaminnya, tapi masalah sikap masyarakat menanggapi kasus ini. Masa nyalahin BPOM coba karena nggak ngetes produk2 yang beredar dengan uji kandungan melamin?

GUBRAKKKK!!!

Ehem, perlu Anda ketahui ya, dari jaman dahulu kala, nggak pernah ada tes kandungan melamin! Kenapa? Karena nggak pernah ada/nggak pernah ketauan kalo produk-produk makanan yang beredar ditambahin melamin. Ngapain juga diadakan uji kandungan melamin kalo selama ini gak pernah ada orang gila yang masukin melamin ke dalam produk makanan yang diproduksinya? BPOM *BPOM manapun* kan nggak tajir-tajir amat sampai bisa ngetes semua kandungan kimia yang berbahaya dalam produk makanan. Lagian, secara LOGIS juga, kayaknya nggak mungkin deh ada orang yang masukin bahan-bahan aneh ke dalam makanan…

TERNYATA ADA ORANG GILA KAYAK GITU!!!

Di China sendiri, kasus ini kan baru ketahuan setelah banyak bayi dan balita yang meninggal karena minum produk susu yang mengandung melamin. Pas diteliti susu yang diminum, JRENGGG ada melaminnya. Dan menyebarlah berita ini kemana-mana. Barulah dimana-mana diuji kandungan melaminnya.

So, jangan nyalahin BPOM dulu, liat dulu kasusnya kenapa sampai BPOM seolah-olah kecolongan.

Anyway, apa itu melamin? Melamin adalah senyawa organik, berbentuk serbuk kristal, berwarna putih. Melamin biasanya dikombinasikan dengan formaldehid yang nantinya akan menghasilkan resin melamin yang digunakan untuk membentuk lem, produk pembersih polimer, dan lain sebagainya.

Ah, gw emang gak pandai menjelaskan tentang sesuatu…

Sekarang, kenapa sih melamin kok ditambahin dalam produk makanan?

Ternyata, si melamin ini bisa meningkatkan kadar protein saat dilakukan pengujian kadar protein. Jadi semacam cara untuk penipuan. Misalnya di kemasan ditulis kadar proteinnya 10 g, si produsen yang gak mau ngeluarin biaya banyak ngakalin gimana supaya murah biaya produksi. Caranya? Proteinnya cuma 7 gram, melaminnya 3 gram *atau kurang, gitulah…*. Nah, nanti waktu diuji, kadar protein yang kedeteksi tetep aja 10 g, padahal itu udah nyampur sama melamin. Karena melamin sendiri kan mengandung unsur nitrogen yang banyak, kayak unsur penyusun protein.

Intinya sih KEBOHONGAN PUBLIK.

Terus apa bahayanya melamin ini kalo termakan? Melamin ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal, dan organ reproduksi. Makanya bayi2 dan balita2 yang minum susu ini, meninggal dunia karena gagal ginjal. Efeknya nggak akut, nggak langsung habis minum terus meninggal, taoi kronis. Jadi, numpuk dulu…baru deh kerusakannya terjadi. Anak-anak yang paling kerasa efeknya karena organ mereka kan lebih sensitif, lebih peka.

Itulah kenapa makanya melamin nggak boleh ada dalam makanan. Dan sebelum ngejudge lembaga tertentu, orang tertentu dengan judge yang aneh2, liat dulu deh latar belakang masalah, sejarah di balik kejadian, dan sebagainya. Baru bicara….ya ndak?

peace ah…

*maaf, kalo omongan gw susah dimengerti, habis makin lama gak pandai mendeskripsikan nih, gak pandai menjelaskan…ihikz*

Advertisements

3 thoughts on “Melamin dalam Makanan

  1. oooo… gitu ya?
    paham sekarang!
    –> bukti bahwa Laila pinter njelasin –> bukti juga bahwa aku murid pinter. *ditimpuk trus dipeluk* 😛

    memang jahat itu.. siapa pun yg nyampurin makanan dg bahan2 berbahaya. semoga nggak terulang lagi.

    btw BPOM baik kok. dulu pas Laila mungkin masih SD, aku pernah ngadu soal bubur bayi dan ditanggapi. buktinya bubur itu trus ilang dari peredaran.

    *laila : ah jadi malyuuuuu….hehehe. mudah-mudahan sih orang2 jahat di indonesia nggak jadi ikut2an… . BPOM emang baik kok, cuma kadang untuk urusan tertentu agak ribet aja :P*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s