Life

Nasehat

Maafkan dan lupakan…

(dari seorang kakak setelah lama tidak bicara dan dari Pak Yadi-Protokol)

Advertisements

3 thoughts on “Nasehat

  1. setuju. maafkan, lupakan, lalu lanjutkan hidup…
    tapi manusiawi bila kadang susah melupakan.
    yang penting maafkan.
    lalu lanjutkan hidup.

    *laila : nah itu dia mbak!! pantesan rasanya ada yang kurang waktu nulisnya. Ternyata itu dia yang kurang. Yak bener sekali…lanjutkan hidup, mau bisa memaafkan mau nggak…lanjutkan hidup. Yeee…hore hore..love u Mbak!!*

  2. menurutku yang namanya melupakan versi manusia (baca : saya) bukan berarti mendelete semua memory yang pernah terjadi. karena itu rasanya memang gak akan bisa. tapi biarkan dia tetap ada dalam porsinya tersendiri dan disimpan di ujung tempat semua memory disimpan dan tidak diungkit lagi. selesai. titik.

    haha..jadi panjangan komen daripada isi blognya.. :p

    *laila : ya bener gar. Nggak mungkin semua memory bisa didelete, emangnye komputer. setuju. setuju. Eh nggak apa kok kalo komennya kepanjangan, berarti ada proses sharing. hahahahaha 🙂 *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s