Life · Thoughts

Target

Everybody must have a target!! Emm…mungkin kalian akan mendengar gw ngomong gitu sekitar zaman SMA kali ya. Saat gw memenuhi buku diary gw dengan kata-kata positif dan kalimat-kalimat pemberi semangat untuk mendukung target gw masuk ke farmasi ITB. Gila lah pokoknya. Gw amat sangat bertarget masa-masa itu. Masa-masa SMP, SMA, masa-masa penuh dengan mimpi dan harapan dan optimisme.

Sekarang?!!!

Jangan tanya target gw apa, karena gw pikir gw sudah nggak punya target lagi dalam kehidupan gw. Gw inget banget waktu gw pelatihan EI (Emotional Intelligence), gw bahkan amat sangat kebingungan waktu ditanya target jangka menengah. Sementara temen-temen gw yang lain mengisi dengan lulus tepat waktu dengan IPK 3.5, gw bahkan nggak yakin gw bisa lulus tepat waktu apalagi dengan IPK segitu. Entah pesimis, entah firasat, entah sadar akan realitas. Gw nggak akan bisa lulus tepat waktu.

Gw sendiri nggak ngerti kemana target dan rasa optimisme gw yang pernah ada. Gw yang begitu semangat dan lain sebagainya. Sekarang ini gw menganggap hidup gw…whatever will be..will be. Gw nggak terlalu banyak mematok gw harus mencapai apa dalam kurun waktu tertentu.

Tapi jujur aja, semua orang harus punya target. Meskipun gw sendiri hancur lebur kayak begini, semua orang selain gw harus punya target. Menikah umur sekian, kerja di tempat ini, berwirausaha sebagai itu, membeli rumah disini, menata rumah seperti itu, dan lain sebagainya. Semua orang harus punya target. Dan gw, silahkan bilang kalau gw nggak becus plus munafik, akan selalu mendukung orang-orang agar mereka punya target. Karena tanpa target hidup lu rasanya aneh.

Gw sendiri nggak begitu mengharap menikah dengan mantan gw yang sekarang udah balikan lagi. Aneh ya? Beberapa bulan yang lalu gw amat sangat berharap menikah, sekarang setiap kali kami bicara soal pernikahan, gw nggak begitu yakin kami akan menikah. Bahkan gw nggak berharap kami akan menikah. Bayangan gw melajang seumur hidup jauh lebih realistis dibanding gw menikah. Gw nggak berharap kerja di tempat yang kebanyakan temen-temen gw inginkan. Entahlah, gw pikir, gw akan lebih memilih gaji kecil tapi gw bahagia dan masih bisa berenang-senang dibanding gaji lumayan besar tapi gw berada di satu tempat yang monoton dan terlalu banyak intrik di dalamnya. Gw nggak berharap apa-apa lagi dengan kehidupan gw.

Gw nggak punya target lagi, seriously. tapi kalian-kalian yang membaca tulisan gw ini, entah hari ini/besok/kapan tahun, kalian HARUS punya target. HARUS!! Karena yahhh jangan sampe ada manusia lagi yang mirip kayak gw, yang gak punya target :d

Sukses ya!!

Advertisements

One thought on “Target

  1. Target?
    Yg ditembakin di lapangan tembak itu, bukan?
    Hehehe…

    Serius: Iya, setuju, orang memang harus punya target. bikin semacam GBHH, Garis Besar Haluan Hidup… *orbah banged siy komen mbak dew?!* 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s