Thoughts

Kisah Asih

Let me tell you one story..mm one fact actually. Di komplek gw, ada seorang bapak yang terkenal alim, beliau mempunyai dua anak perempuan. Tiba-tiba salah satu anak perempuannya diketahui hamil di luar nikah. Sebut saja nama perempuan itu Asih. Asih berpacaran dengan seorang bangsat *nanti kalian juga tahu kenapa gw menyebut mantan pacarnya itu bangsat*. Suatu hari, Asih diajak ke kosan si bangsat ini, dikasih minum teh botol, dan Asih sama sekali nggak curiga. Ya iyalah, secara yang ngasihnya pacarnya sendiri dan yang selama ini terlihat baik. Tiba-tiba, Asih mengantuk dan kemudian nggak sadarkan diri. Begitu dia bangun, yang dia tahu keperawanannya sudah hilang, beserta uang 500 ribu.

Asih nggak berani memberi tahu orangtuanya, sampai akhirnya 7 bulan kemudian, ketika perutnya yang berisi adek bayi sudah terlihat jelas dan nggak mungkin lagi disembunyikan. Saat itu pula, si bangsat itu kabur dan nggak pernah kedengeran lagi kabarnya. Ayahnya Asih, terpukul sekali, apalagi reputasinya benar-benar jadi jatuh. Ibunya Asih nyaris pingsan dan terus-terusan berlinang air mata selama berhari-hari. Asih nggak punya jalan lain selain melahirkan adek bayi yang nggak bersalah itu ke dunia.

Beberapa tahun kemudian…

Ayahnya Asih meninggal dunia setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Ibunya Asih, masih stress dengan keadaan Asih. Asih sibuk membesarkan anaknya dan belum bisa benar-benar bekerja penuh waktu untuk menafkahi anaknya. Lalu, terdengarlah sebuah berita, langsung ke telinga Ibu gw, datang dari kakak ipar Asih. Kakak ipar Asih, sebut saja namanya Hana, bilang pada Ibu gw, kalau nanti Ibu Asih meninggal, kakak-kakak kandung Asih nggak akan bersedia lagi memberikan tempat tinggal bagi Asih. Asih akan diusir dari rumah orangtuanya itu, dan nggak akan diakui lagi oleh kakak-kakaknya. Karena apa? Karena sudah membuat aib keluarga, mencoreng nama baik keluarga. Asih dan anak semata wayangnya harus hengkang dari rumah tersebut.

Menurut kalian semua, pantaskah seorang saudara kandung berlaku seperti itu pada adiknya sendiri? Apalagi kalau saudara kandungnya itu adalah laki-laki, yang jelas-jelas menjadi wali dari Asih? Kalau saudara kandung Asih nggak mau tinggal serumah, bukankah seharusnya Asih setidaknya tidak ditendang begitu saja?? Kalau memang Ayah mereka adalah seorang alim, berarti Ayah mereka sama sekali nggak menanamkan nilai-nilai apapun pada anak-anaknya. Karena itulah, orangtua yang baik, belum tentu menghasilkan anak yang baik dan sholeh pula. Juga sebaliknya. Anak yang baik dan sholeh, belum tentu orangtuanya juga seperti itu.

Kembali pada Asih…, sungguh nggak adil kalo gw tengok. Sudah dia harus menanggung semua beban ekonomi sendiri, dia nggak disupport oleh keluarga pula. Bukankah sudah cukup hukuman sosial dan moral yang dia terima? Dia harus melahirkan seorang anak yang Ayahnya bahkan tidak mau bertanggung jawab dan tidak menerima kehadiran anak itu. Dia harus menerima bisikan-bisikan tidak enak dari tetangga? Suatu saat anaknya mungkin saja akan menghakiminya, nggak peduli bahwa Ibunya sudah lebih menanggung malu dan bersusah payah menghidupi anak itu. Bahkan mungkin, dia nggak akan pernah bisa menikah, karena nggak akan ada lelaki serta keluarga manapun yang mau menerimanya sebagai menantu. Hei…dia sudah cukup banyak menerima hukuman!! Kurang ajar sekali keluarganya mau membuang dia!!!

Gw sangat marah ketika mendengar hal ini. karena gw langsung terbayang akan diri gw sendiri. Bukan hanya saat ini, tapi saat nanti juga. Naudzubillah…seandainya anak gadis gw kelak ada yang terkena musibah seperti itu *atau hukuman, apapun namanya*, gw nggak akan membuang dia, gw akan didik anak-anak gw yang lain agar nggak pernah membuang saudaranya. Membuang orang yang bersalah nggak akan pernah menyelesaikan masalah, yang ada hanya menimbulkan sakit hati dan dendam.

Mungkin seharusnya Asih tinggal di luar negeri, dimana ada LSM yang melindungi wanita-wanita yang hamil di luar nikah dan nggak diterima oleh keluarganya lagi. Serius deh…seharusnya Asih tinggal di luar negeri… huff gw harap ada pria baik hati *sebaiknya dari luar negeri, orang Indonesia itu rese kalo dipikir-pikir* yang mau menikahi Asih suatu saat nanti. Kalaupun nggak ada, semoga Allah memberikan kemudahan rezeki pada Asih, dan semoga anaknya menjadi anak yang shaleh…karena hanya anaknya yang ia punya.

*untuk “Asih-Asih” lain yang ada di luar sana dan berjuang demi kehidupan dirinya serta anaknya*

Advertisements

One thought on “Kisah Asih

  1. uh..sedih banget. iya, untuk kasus spt itu..suasana dan lingkungan di sekitar kita (baca : indonesia) amat sangat tidak mendukung. kasian banget asih..

    *laila : makanya…yang nyebelin, kita ngakunya aja agama islam dan sebagainya…tapi coba lihat apa yang kakaknya asih lakukan?!! dia malah mengusir adiknya yang nyata2 semestinya di bawah perwalian dia…menyebalkan sekali kalo orangnya kayak gitu..jadi esmosi…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s