Life · Thoughts

Cinta nggak bisa beli sembako!

Kemaren gw smsan sama temen deket gw waktu SMA. Terus biasalah, ujung-ujungnya sih ngomongin tentang kami-sedang-sama-cowok-mana-sekarang. Dan waktu gw bilang gw sedang sama satu makhluk berjenis kelamin dan sedang berhubungan tidak senonoh, eh maksudnya berhubungan serius, si Mbak ini kaget. Ya iyalah gimana nggak kaget, gw anti cowok dari zaman SMA *ternyata udah dari zaman baheula kawan!*, dan sekarang gw lagi very into him! Terus kemudian berlanjut pada pembahasan prospek masing2 ke depannya. Tentu saja, kami berdua nggak mau nikah sebelum si cowok2 ini punya pekerjaan tetap. Kenapa??

Cinta nggak bisa beli sembako, gila!!

Ok, mungkin terkesan matrealistis. But, it’s for real. Lagian mana ada orangtua yang mau melepas anaknya ke tangan pengangguran?! Gile aja, udah nikah tapi masih dibiayai orangtua, jangan sampailah demikian keadaannya. Bukannya gimana, tapi rasanya kasihan sekali kalo sampe terus menerus ngebebanin orangtua. Udah mah kuliah nggak pinter-pinter amat.

Alasan kenapa pasangan gw harus punya pekerjaan tetap ketika kelak kami menikah, selain merupakan prasyarat dari orangtua, gw piker juga untuk demi kelangsungan hidup berumah tangga kelak. Bagaimana kami bisa makan? Terus kalau hamil nanti, nutrisi buat bayinya gimana? Belum beli susu, popok, makanan bayi, dan sebagainya. Belum kalau anak sakit, biaya anak sekolah ngontrak rumah, dan sebagainya. Apalagi zaman udah makin gila. Udah seminggu ini gw ngeliat orang-orang ngantri beli gas di Limasraga *sebuah ironi dari konversi minyak tanah ke gas, tapi gasnya malah nggak ada, minyak tanahnya tetep naik harganya! Jangan heran maling makin ngerajalela*. Belum harga-harga di pasar *menurut Ibu gw* makin bikin game over aja! Naiknya mampus-mampusan. Itu baru zaman gw masih kuliah kayak gini. 2 atau 3 tahun lagi??

Cinta nggak cukup untuk ngejalanin rumah tangga!

Bukannya nggak percaya Allah akan selalu membuka pintu rezeki, tapi percaya aja nggak cukup kan kalau nggak ada usaha?? Gw sih selalu berdoa supaya rezeki gw dan pasangan gw selalu dimudahkan dan dilapangkan sama Allah. Tapi jalan lain ya gw harus mikirin alternatif gimana caranya supaya kami bercukupan. Ndak perlu kaya deh, ndak perlu bisa berlibur kemana2, tapi sehari2 cukup. Dan gw juga bisa memenuhi kebutuhan lain untuk keluarga gw, misalnya membeli buku bacaan.

Makanya dari sekarang gw usahakan untuk nabung, biar dikit, semoga bisa konsisten. Untuk si pasangan gw ini, gw juga udah rewel nyuruh dia nabung, apalagi dia ada honor jadi admin, apalagi dia mau ngambil sertifikasi -sesuatu yang-gak-terlalu-gw-ngerti-tapi-intinya-sih-berkisar-pada-networking. Biaya tesnya kan lumayan mahal, dan gw nggak pengen dia minta uang ke orangtuanya untuk tes itu. Kalo dihitung-hitung, nabung bisa kok bayar sendiri.

Gw ingin kami bisa mandiri dalam financial, meski nggak sepenuhnya mandiri. Tapi setidaknya nggak banyak minta deh sama orangtua. Meski riwayat kami ini jelek, alias BOROS, gw pikir kami bisa ngelakuinnya. For better future!

Karena cinta nggak akan pernah bisa beli sembako!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s