Life · Thoughts

Tentang Lelaki –sebuah pertanyaan–

ini adalah copy paste email saya untuk seorang teman, Mbak yang juga pengarang novel.

kemaren itu kan aku minjemin Zona@last ke sahabatku, terus belum selesai dia baca *karena kami punya kebiasaan kalo baca novel pasti ngintip akhirnya dulu*, dia udah marah2. itu loh, membaca kalimat : wanita di hati dan wanita di ranjang.
dia marah karena bagi dia itu nggak adil untuk perempuan, itu namanya selingkuh, itu kejahatan moral. dan saya berkeras kalau itu emang bisa dimaklumi bisa terjadi di diri lelaki. kenapa? saya cuma inget bahwa Allah emang mengizinkan lelaki beristri sampai 4, dan pasti itu ada alasannya kan? Itu tadi –> they can love more than one woman in one time!

Sahabat saya nggak terima itu. Dipikir sih wajar, dia kan introvert person. bagi orang introvert, pasangannya itu HANYA MILIK DIA dan DIA HANYA SATU-SATUNYA YANG ADA DALAM DIRI PASANGANNYA. mereka sering egois tentang ini. Tapi, dari dulu saya dan sahabat saya selalu berselisih soal ini, tapi nggak bikin kami jadi musuhan. cuma kalau udah soal yang beginian, kami bisa sama-sama keras. -censored-

Bagi saya, wajar laki-laki bisa mencintai dua orang sekaligus. misalnya, dalam kasus Zona, dia pasti akan masih mencintai Mutia meski kadarnya makin lama akan makin berkurang seiring dengan kebersamaannya dengan Nora. dia pernah sangat mencintai mutia sampai nyaris gila, bagaimana mungkin mudah melupakan hal semacam itu? dan bagi saya, seandainya seorang perempuan tidak suka lelakinya mendua hati seperti itu *meski cuma dalam hati menduanya, itupun cinta lama*, perempuan itu berhak memilih. berhak meneruskan kehidupannya bersama pasangannya atau meninggalkannya.

Memang bahasa “wanita di ranjang” itu agak kasar kali ya, seakan merendahkan. tapi saya yakin maksudnya bukan sekasar itu. maksudnya adalah, hiduplah hanya dengan seorang wanita, jika dalam hatimu kamu pernah menyimpan wanita lain, biarkan wanita itu tetap dalam hatimu. simpan saja dia disana.

Ok, emang sakit sih kalau dipikir. saya juga nggak kepikir gimana rasanya kalau kekasih saya punya perempuan lain dalam hatinya. tapi entah kenapa saya memakluminya. dengan lelaki itu memilih saya aja, itu sudah merupakan kebahagiaan terbesar, bahkan dia nggak mengungkit2 p[erempuan yang ada dalam hatinya itu. saya mikirnya sih gitu.

Duh, jadi bingung sendiri. Jadi, Mbak bisa ceritain sedkit nggak kenapa sampai ada kalimat itu di novel Zona@last? hanya ingin tahu sih. hehehehe…. makasih ya mbak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s