Thoughts

Why Woman Shouldn’t Say “I Love You” at First.

Sepertinya nasehat yang diberikan oleh para Ibu pada anak perempuannya ini hanya terjadi pada kebudayaan Timur, dimana jelas-jelas wanita dituntut untuk diam dan menunggu. Entah di negara Barat sana bagaimana, yang jelas gw melihat bahwa mereka jauh bisa lebih terbuka dalam menyatakan perasaannya, tidak seperti kita, wanita timur.

Lucu sekali bahwa hak seorang wanita untuk menyukai pria dan mencintainya dibelenggu dengan begitu kejamnya oleh kebudayaan, oleh kebiasaan adat istiadat. Hak seorang manusia sudah diperkosa disini. Kita manusia, kita berhak menyatakan rasa, kita berhak bicara. Dan menurut gw yang menganut agama Islam, Allah sudah memberi contoh bahwa wanita berhak untuk menyatakan perasaannya, berhak menyukai lelaki lebih dahulu. Siti Khadijah misalnya, beliau kan yang mengirimkan utusan untuk melamar Rasul? Sayangnya, jika kita wanita memberikan contoh ini pada para tetua, mereka hanya akan menjawab, “Itu kan Rasul, pengecualian.” Menurut gw itu aneh, karena Allah nggak mungkin merancang skenario tertentu tanpa ada pelajaran di baliknya.

Lebih lucunya lagi, alasan dibalik larangan itu membuat gw sendiri mengerenyitkan kening. Jika wanita menyukai pria terlebih dahulu, dia akan dianggap gampangan dan mudah dijadikan bahan pembicaraan orang. Selain itu dia juga bisa dijadikan mainan lelaki, karena kadung suka. Secara logis memang benar. Kita, para perempuan, kadang kalau sudah jatuh cinta jadi gelap mata dan pikiran. Apa saja akan kita lakukan untuk orang yang kita cintai, bahkan mengorbankan kehormatan. OK, itu salah. Jadi, untuk mengatasi hal itu, bukan berarti kita tidak boleh menyatakan perasaan suka atau cinta kita, kan? Yang harus diperbaiki adalah bagaimana kita tetap mencintai pujaan hati kita, tapi tetap logis, tidak gelap mata. Bagaimana kita bisa mengontrol diri, juga mengontrol pasangan kita.

Yak benar memang kita juga tidak baik begitu mudahnya menyatakan perasaan, bukan karena murahan, tapi lebih kepada kesungguhan memiliki rasa itu sendiri. Masa iya benar-benar suka kalau setiap dua hari sekali bisa menyatakan rasa suka pada orang yang berbeda?? Tapi, gw rasa tidak ada salahnya sama sekali menyatakan rasa suka itu pada orang yang hati kita benar-benar telah memilihnya untuk kita timpuk dengan rasa suka kita. Apalagi kalau dengan pertimbangan si pria nggak akan pernah maju-maju sampai kiamat kalau bukan kita yang nyerang duluan. Masih mau nunggu sampai kiamat datang dan dia bahkan nggak ingat untuk menyampaikan rasa sukanya pada kita? Menurut gw itu konyol, karena kita diberi lidah, lebih baik katakan. Kalau nggak bisa mengatakan, tulis. Ungkapkan perasaanmu, karena kamu akan menyesal kalau rasa itu tak terungkap.

Pepatah Melayu bilang : Tak ada kembang yang mencari kumbang.

Kata gw, pepatah ini SALAH BESAR! Kenapa?? Ternyata, bunga itu mengeluarkan aroma-aroma tertentu sehingga menarik kumbang atau lebah ke arahnya dan membantunya menerbangkan serbuk sari untuk membuahi putik pada kembang lain. Berarti, secara nggak langsung, bunga sudah menyatakan perasaannya untuk didatangi oleh kembang.

Perempuan bisa sih secara nggak langsung menyatakan perasaan, misalnya dengan bentuk perhatian kecil, lirikan sekilas, dan lain sebagainya. Tapi, kalau si pria nggak maju-maju, mau sampai kapan pakai cara tak langsung begitu? Sudah nyatakan saja! Bukan berarti gw nyuruh para perempuan mengabaikan adat dan budaya, tapi kadang adat dan budaya kita nggak begitu sesuai dengan perkembangan zaman. Sekarang, nggak ada salahnya nyatain duluan, kenalan duluan, ngajak kencan duluan. Bukan karena murahan, gampangan, atau mudah dipermainkan. Tapi lebih menghargai eksistensi sebagai manusia, kalau kata gw. Ngapain disimpen-simpen sampe meledak sendiri? Yang rugi siapa kalau meledak? Diri sendiri kan? Nyatain aja, jangan takut ditolak! Ditolak itu hal biasa, perempuan itu jauh lebih tangguh dari lelaki! Apalagi kalau kita yakin lelaki itu juga suka sama kita tapi gak berani menyatakan *entah karena apa*.

So, gw nggak akan nyalahin orang yang masih megang prinsip itu, karena memang nggak ada yang salah disini. Pilih prinsipmu sendiri. But for me, saying what I feel for someone I love is important, I don’t care what people will say, I will still tell him. Karena pernyataan itu, ketika gw jujur pada diri gw sendiri, pada lelaki yang gw cintai, kalo gw mencintai dia, begitu indah ketika didengar oleh telinga sendiri ketika gw mengucapkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s