Resensi

The Bartimaeus Trilogy –Ptolemy’s Gate

Buku ini adalah buku terakhir dari trilogi Bartimaeus. Dalam buku ini, John Mandrake –penyihir muda yang nama aslinya adalah Nathaniel, tokoh utama cerita –sudah berusia 17 tahun, dan telah menjadi Menteri Penerangan di Kerajaan Inggris. Bartimaeus, sang jin tokoh utama, juga tetap menjadi pelayan Mandrake. Keadaan negara semakin kacau terutama dengan adanya perang melawan pemberontakan di Amerika.

Mandrake sebagai Menteri Penerangan ditugaskan untuk melakukan propaganda agar para commoner, sebutan untuk masyarakat biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir, mau mendaftarkan diri menjadi sukarelawan perang di Amerika, atau paling tidak mendukung peperangan. Kerajaan dibayang-bayangi dengan kehancuran. Pemberontakan para commoner sedang diinisiasi dimana-mana.


Sementara itu Kitty Jones, gadis yang 3 tahun lalu menyelamatkan Mandrake dari serangan Golem *baca buku kedua : The Bartimaeus Trilogy-Golem’s Eye*, ternyata masih hidup setelah dibebaskan oleh Bartimaeus. Kitty sekarang bekerja sebagai asisten seorang penyihir tua, Mr. Button, dengan nama samaran Lizzy. Selain bekerja sebagai asisten, Kitty juga belajar mengenai sihir dan demon dari sang penyihir. Sedangkan di malam hari, dia bekerja di sebuah bar, dengan identitas Clara Bell.

Mandrake mendapati bahwa di dalam kerajaan terdapat beberapa orang, penyihir yang jabatannya lebih rendah, yang berniat melakukan kudeta terhadap Rupert Deveraux, sang PM. Penemuannya ini mengantarkannya pada pertemuannya dengan Kitty Jones dan akhirnya pada kenyataan yang sangat mengguncang, pengkhianatan Quentin Makepeace, sang seniman teater teman dekat Deveraux. Makepeace yang gila kekuasaan mengkudeta Deveraux pada saat diselenggarakannya pertunjukan teater yang dengan licik telah diaturnya sendiri. Kemudian dengan beberapa sekutunya dia melakukan pemanggilan makhluk halus untuk masuk ke dalam tubuh mereka sendiri. Mereka beralasan tidak akan lagi ada perbudakan terhadap makhluk halus. Namun yang terjadi justru sebaliknya, para makhluk halus yang haus balas dendam karena telah diperbudak manusia selama ribuan tahun ini menganggap hal ini sebagai jalan untuk membalas dendam.

Nouda, makhluk halus dari tingkatan paling tinggi yang masuk ke dalam tubuh Makepeace, kemudian menguasai benak masternya itu dan memerintah sekutu-sekutu lain *yang juga telah diambil alih benaknya oleh para makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh mereka* untuk menghancurkan peradaban manusia.

Di lain pihak, Bartimaeus dibebaskan oleh Mandrake dan kembali ke Dunia Lain, setelah sebelumnya meminta Nouda berjanji tidak akan membunuh Mandrake dan Kitty yang kemudian dijadikan tawanan. Mandrake berusaha mengambil Tongkat Gladstone dan Amulet Samarkand untuk melawan Nouda, dan Kitty memasuki Gerbang Ptolemy yang membawanya ke Dunia Lain untuk meminta bantuan Bartimaeus melawan Nouda.

Berhasilkah Kitty kembali dari Dunia Lain dengan selamat?? Apakah Nouda bisa dikalahkan dan bagaimana nasib Mandrake? Jonathan Stroud berhasil meramu buku ketiga dari Trilogi Bartimaeus ini dengan begitu baik, menakjubkan, dan menegangkan sehingga pembaca tidak akan merasa bosan. Buku ini menutup kisah Bartimaeus dengan luar biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s