Thoughts

Singa Betina

Waktu zamannya bokap gw suka liat acara tentang kehidupan binatang liar, dan gw suka nongkrong di depan TV, gw menyadari kalo gw mengagumi sosok singa betina. Yup, pasangannya raja hutan ini, yang kepalanya gundul, alias nggak ada rambutnya. Mengapa gw kagum dengan binatang yang termasuk salah satu binatang berbahaya ini *by the way, almost every animal in this world is dangerous especially when they feel unsafe*?? Karena singa betina ternyata adalah induk yang sangat baik, Ibu yang sangat baik. Setelah dia melahirkan anak-anaknya *berapa bayi singa sih yang dilahirkan singa betina dalam sekali proses kelahiran?*, singa betina langsung menunjukkan naluri keibuannya. Dia menjaga anak-anaknya dari ancaman musuh, mencarikan makan untuk anak-anaknya, dan melatih anak-anaknya bagaimana cara hidup di alam liar sebelum benar-benar melepas mereka hidup sendiri.

Bahkan singa betina itu sangat bertanggung jawab, rajin, nggak seperti singa jantan yang cenderung pemalas dan petantang-petenteng nggak karu-karuan. Dengan anggunnya dia mencarikan makan untuk anak-anaknya *yang dititipkan pada si pejantan yang menjaga anaknya dengan malas, bahkan bermain dengan mereka pun malas <_<*, lalu saat dia membawa pulang makanan, dia harus bersabar melihat si pejantan merebut hasil buruannya itu dan melindungi anak-anaknya dari keganasan si pejantan yang tidak mau diganggu acara makannya. Setelah sang pejantan puas dan kenyang, sisa-sisa makanan itulah yang dimakan oleh para bayi singa dan ibu mereka. Itupun singa betina mengalah dan membiarkan anak-anaknya makan duluan.

Saat musuh datang dan ingin menyantap anak-anak singa *biasanya hyena*, singa betina akan melindungi anak-anaknya dan dengan gagah layaknya pejuang dia mengusir musuh-musuh karnivor itu. Lalu dia akan menggiring anak-anaknya pergi ke tempat aman. Ketika datang saat bermalas-malasan, dia membiarkan anak-anaknya saling bercanda dan berkejar-kejaran *kadang main perang-perangan atau serang-serangan dengan para saudara* tapi tetap mengawasi dan tidak lengah. Saat anak-anaknya mulai beranjak dewasa, dia mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup di alam liar. Sampai akhirnya dia harus melepas anak-anaknya bertualang sendiri.

Bagi gw, singa betina adalah contoh seorang Ibu sejati. Orang bijak pernah bilang kalau alam selalu menjadi guru yang lebih baik dari siapapun jika kita benar-benar mengamatinya *sayang sekali gw malas nonton acara animal planet lagi sekarang T_T*. Singa betina sudah mengajarkan banyak hal pada gw tentang bagaimana seharusnya seorang ibu berperilaku. Ibu adalah sumber cinta dan kasih, Ia adalah pelindung, Ia adalah guru pertama dalam menghadapi kerasnya hidup, Ia juga tempat bersandar. Waktu gw menyadari makna sikap singa betina, dalam hati gw bertekad, kalau suatu saat gw menjadi seorang Ibu, gw akan menjadi Ibu seperti singa betina. Gw akan melindungi mereka, gw akan menyediakan cinta dan kasih gw sebanyak-banyaknya, gw akan menjadi guru pertama bagi mereka. Gw selalu berpikir ingin menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak gw, gw sudah mengkonsepkan apa yang ingin gw lakukan, tapi sebelumnya, konsep itu seperti kabut di kepala gw, acak. Setelah gw melihat bagaimana seekor singa betina ketika dia menjadi seorang ibu, konsep itu menjadi sebuah bentuk yang statis, terpetakan dengan baik dalam kepala gw.

Yapz, gw sangat menyadari kalo gw bukan manusia sempurna, banyak rintangan untuk menjadi orang yang baik, tapi gw yakin, kalau niat gw tulus, Allah pasti akan bantu gw. Salah satunya adalah dengan membuka mata dan pikiran gw untuk melihat apa yang alam ajarkan pada gw.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s