Serba-serbi KP

Posted in Life on June 12, 2009 by Laila

Terhitung sejak tanggal 1 Juni 2009 yang lalu (ceileh bahasa gw!! Kampret bener) gw memulai masa Kerja Prakter Profesi di sebuah Industri Farmasi yang berlokasi di daerah antah berantah. Bercanda deng, lokasi yang benernya ada di Padalarang. Berhubung Padalarang dan rumah gw itu jauhnya naudzubillah, akhirnya gw dan temen yang sama-sama KP di perusahaan yang sama memutuskan untuk menyewa kos-kosan.

Industri tempat gw KP ini dalam sebulan ada dua kali pemadaman di hari kerja. Jadi untuk menggantinya, maka ada beberapa hari Sabtu dimana pegawainya masuk. Minggu pertama gw KP, gw mesti gawe sampe hari Sabtu. Dan hari Kamis, rasanya pengen nendang-nendang dinding pengen balik ke Bandung. Eits… jangan salah dulu, gw bukan kangen rumah loh…, tapi gw kangen bersenang-senang di Bandung!!!

Gw emang sudah nggak tertolong lagi…

Satu hal yang gw pelajari selama hampir  2 minggu KP adalah… kerja itu membosankan. Tapi kalo nggak kerja nggak akan dapat duit. Dan gw juga menyadari kalo gw itu egois. Egois sebelah mana? Gw baru sadar kalo gw sangat butuh bersenang-senang. Jadi, kalo misalnya gw kerja di sebuah industri atau perusahaan, dengan jam kerja teratur, pekerjaan teratur yang nyaris membosankan, gw akan memuaskan diri untuk bersenang-senang di hari sabtu dan minggu.

Singkatnya…

Kalo gw kerja, gw nggak akan berkeluarga. Kalo gw berkeluarga, gw nggak akan kerja.

(mengingat gw ini non multitasking woman, jadi gw nggak akan mungkin sampe kiamat pun bisa bekerja sambil mengurus keluarga. Masih single aja gw nangis guling-guling pengen bersenang-senang setelah kerja)

Oh ya, mau tau kerjaan gw apa? Mentranslate instruksi kerja, prosedur mutu, dan dokumen lainnya ke dalam bahasa inggris… di bagian TEKNIK!!! Bener-bener jadi perawan di sarang penyamun, ratu lebah di antara lebah pekerja (bedanya ratu lebah yang ini juga gawe deng). Tadinya gw cemberut karena di tempatkan di bagian teknik, habisnya kan nggak farmasi banget, dan kayaknya ada bagian lain yang membutuhkan tenaga gw, tapi berhubung sudah ditempatkan, mau apa lagi?? Gw nggak berani protes soalnya pembimbing umum gw orangnya agak..eugh! tapi pembimbing khusus gw sangat baik sekali orangnya, jadi gw nggak patut ngeluh-ngeluh soal orang-orang teknk (baik-baik para bapak disini). Oh oh…kepala gudang d industri ini…ternyata beliau alumni kampus gw DAN alumni SMA gw!! Gyak gyak…reuni kuadrat! (kayaknya semua orang menyenangkan kecuali pembimbing umum gw yang entah kenapa sensi banget Cuma sama gw, sama temen gw mah nggak! <_<)

Udah ah..mau bersenang-senang lagi…huhhuhu

Ps : anyway, ternyata gw nggak kangen2 amat loh sama internet..hihihih

Novel Roman

Posted in Life on May 28, 2009 by Laila

Rasanya gw pernah nulis di blog gw jaman dahuluuuu kalaaaa sekali kalo gw sangat suka baca Harlequin, yang isi novelnya seperempat sampe tiga perempatnya  nefsong-nefsong ituuuu. Nah, pada suatu ketika gw bosan dengan cerita-cerita seperti itu, lalu gw berhenti membaca novel genre itu. Dan sekarang….gw menggila lagi!!! Huahaha dan kali ini bukan cuma Harlequin aja, tapi juga Sandra Brown dan roman lain yang tidak dikeluarkan oleh Harlequin Enterprises.

Rasanya tiada hari tanpa gw meminjam novel-novel roman setiap kali gw ke taman bacaan. Sampe-sampe pegawai di taman bacaannya bertanya-tanya pada gua, soalnya biasanya yang demen novel genre itu kan mbak-mbak yang udah kerja (secara nggak langsung berarti gw sedang dipuji wajahnya imut-imut kayak anak SMA *hoek, ngarep*).

Lucunya, beberapa pengarang novel roman ini bisa membuat gw berderai-derai air mata sampe merasa jantung gw tercabik-cabik hanya dengan membaca karya-karya mereka. Ada satu novel yang dikeluarkan oleh Harlequin yang bikin gw nangis berdarah-darah dari awal sampe akhir cerita, bahkan setelah dua kali gw membacanya pun gw masih menangis dengan intensitas yang sama! Atau novel-novelnya Diana Palmer yang bikin gw menitikkan air mata tapi hati gw terasa tercabik-cabik.

Gw tau sebagian besar orang akan mencibir kesenangan gw ini, terutama para pria. Hey Pria, tau nggak di novel-novel Roman itu ya, gak semua tokoh prianya digambarkan tampan loh. Maskulin dan jantan jelas, idaman setiap wanita, kalo tampan, hmmm ntar-ntar dulu. Lucunya lagi, pria-pria di dalam novel roman itu bukan pria yang berkata romantis ya. Mereka adalah pria yang masa bodoh dengan cinta, tapi begitu jatuh cinta akan berani menjungkirbalikkan langit dan bumi untuk orang yang dicintai.

Idaman wanita banget kan?

Tapi gw cukup realistis untuk nggak segitu mengidamkan jenis pria seperti itu. Biar saja itu ada di novel, di fantasi, dan membuat hari-hari gw cerah karena membaca kisah cinta dalam novel roman. Yah syukur-syukur kalo ada pria yang begitu.

(anyway, ada satu testimonial dari pembaca Harlequin yang lucu banget, jadi ada sepasang suami istri dari Jember, mereka naik kereta ke Jakarta. Si istri bawa 3 novel Harlequin. Nah, si suami yang udah bete di kereta, akhirnya memutuskan membaca novel Harlequin si istri, lagian dia penasaran, kenapa sih istrinya demen amat sama novel begituan. Eh, taunya dia melahap semua novel harlequin yang dibawa istrinya dan ujug2 si suami romantis a la Harlequin… testimonial ditulis si istri…)

Satu hal yang gw tangkap dari seluruh kisah roman yang demen gw baca adalah… sebangke apapun hidup lu, jangan khawatir…pasti tetap akan ada yang mencintai lu!

Jangan Meremehkan

Posted in Life, Thoughts on May 19, 2009 by Laila

Sering nggak sih kita melakukan hal seperti meremehkan masalah seseorang? Misalnya Remi punya temen namanya Lina yang kebetulan suatu hari curhat sama gw tentang masalah A. Menurut Lina, masalah A ini udah maha dahsyat sampai saat menceritakannya dia terlihat depresi dan air mata mengalir bak ada orang yang membuka keran dan lupa mematikannya *ehem, sebelum berlanjut, gw mau mengaku dosa dulu, ungkapan yang terakhir itu murni gw kutip dari salah satu novel Harlequin yang membuat gw menitikkan air mata*. Lalu, setelah Lina bertubi-tubi menceritakan masalahnya, Remi dengan santai tapi sedikit simpati bilang, “Ya ampun, Lin… masalah gitu aja air mata lu udah kayak air terjun Niagara. Masih banyak orang yang masalahnya lebih berat daripada lu dan mereka bahkan gak menitikkan air mata!”

Belittle

Sekarang, bayangkan…*gw bukan tukang hipnotis, jadi gw tau kalian nggak mungkin langsung bisa membayangkan hanya dengan satu kata itu*, bagaimana perasaan Lina saat mendengar perkataan Remi? Bukan hanya semakin tertekan karena orang yang dia percayai untuk ditumpah ruahkan semua cerita masalahnya malah meremehkan dia, tapi dia juga akan marah. Mungkin kalau gw dalam posisi Lina, gw akan dengan senang hati menggampar wajah Remi dengan wajan penggorengan berpantat datar! *oh tentu saja gw akan senang melakukan itu, mungkin ditambah melempar pisau, panci kukusan nasi, gelas, piring, garpu, sendok?*

Menurut gw, nggak ada satu makhluk pun di dunia ini *makhluk disini mencakup semua spesies dalam kingdom animalia dengan spesialisasi homo sapiens* yang berhak untuk meremehkan masalah orang lain. Karena perasaan itu subyektif, man! Menurut Lina, masalah A itu sudah bisa bikin dunia dia jungkir balik nggak karuan, dan dia berhak merasa begitu. Dia berhak karena mungkin seumur hidup dia, baru masalah sekaliber A yang membuat dunia dia jungkir balik. Tapi mungkin buat Remi atau buat orang lain di luar sana, masalah A itu sepele, karena barangkali mereka sudah pernah merasakan masalah jenis lain, atau melihat masalah jenis lain yang bukan hanya mengguncang dunia, tapi seluruh galaksi bimasakti, misalnya.

1537159-xsPokoknya nggak ada alasan yang menghalalkan seseorang boleh meremehkan masalah orang lain. Apalagi kalau orang lain itu sudah percaya sama dia untuk menceritakan seluruh masalahnya.

Kalaupun menurut Remi masalah Lina itu nggak ada bandingannya dengan upilnya sekalipun, ya simpan saja dalam hati dan pikiran. Biarkan saja Lina menganalisis masalah itu sendiri, dan mungkin suatu saat nanti Lina menyadari masalahnya dia ternyata nggak segitu parahnya dibanding masalah orang lain. Sukur-sukur masalah Lina bisa teratasi. Jangan juga jadi biang kerok kalau suatu hari nanti Lina tiba-tiba bilang sama Remi, “Ternyata, masalah gw biasa-biasa aja ya setelah gw pikir.” Lalu Remi menjawab, “Makanya, gw juga nggak ngerti kenapa lu mehek-mehek gitu. Masalah seuprit gitu doang mah, anak TK juga gak akan nangis kali!”

Kali ini, izinkanlah gw dengan sepenuh hati menyiram air comberan ke kepala Remi!

Bahkan waktu Lina kemudian menyadari kalau masalahnya nggak berat-berat amat, nggak juga memberikan hak untuk Remi meremehkan tindakan Lina atau masalah yang Lina pernah/masih hadapi. Sekali lagi, simpan saja dalam hati dan pikiran. Bersyukur saja kalau Lina ternyata berpikiran seperti itu.

Pokoknya, sebaiknya tidak meremehkan masalah orang lain*paling nggak, jangan diutarakan ke orangnya, atau diomongin ke orang lain di belakang punggung orang yang sedang bermasalah…*. Karena hidup kita beda sama hidup orang, hidup dia beda sama hidup kita. Cara pandang kita beda dengan cara pandang orang, jadi yaa…biarkan saja. Gw sendiri nggak yakin gw udah menjalani apa yang gw tulis, yah mudah-mudahan sih kalo gw kesandung batu masih ada yang ngingetin untuk hati-hati kalo jalan, ya nggak?

ok, sekian dulu karena sepertinya otak gw mengalami konslet karena gw menulis sok bijak kayak gini. Gw sepertinya harus segera menghubungi hotlinenya PLN, siapa tau mereka mau ngirimin teknisi ganteng yang mau ngebenerin konslet di otak gw… diutamakan kalo teknisinya juga punya peternakan seluas beberapa ratus hektar di Texas dan beternak sapi turunan Hereford atau Salers *ngarep, kebanyakan baca harlequin jadi gini!* Ciao!!

*foto diambil dari sini dan sana*

Perlukah Alasan?

Posted in Life, Thoughts on May 11, 2009 by Laila

Hari Selasa minggu lalu, yang seharusnya adalah hari dimana gw belajar Farmasi Industri bersama salah seorang teman untuk ujian keesokan harinya, malah jadi hari dimana gw, Mae, dan Danz ngomongin soal cinta dan hal-hal lain tentang hubungan lawan jenis.

Yang membuat gw sedikit terharu adalah waktu mendengar Mae cerita soal salah satu pasangan yang udah pacaran selama 8 tahun, dan waktu si cowok ditanya : “apa sih yang bikin lo bisa bertahan sampe 8 tahun?” Dan apakah jawaban si cowok itu?

“Aduh, apa ya? Gw juga nggak tau sih, nggak pernah nyari tahu. Ah nggak ah, gw nggak mau ngasih tau, ntar malah gw jadi nggak sayang sama dia *ceweknya*.”

Marriage

Gila! Zaman sekarang, masih ada juga manusia berharga kayak begini, yang cinta dan sayang sama seseorang karena dia memang sayang sama seseorang, bukan karena alasan-alasan yang mungkin suatu saat bisa menghilang atau bisa bikin dia bosan. Dari situ mulailah gw, Danz, dan Mae membahas soal apakah cinta perlu alasan?

Ternyata nggak. Nggak perlu ada kalimat : gw cinta sama si A karena dia baik hati, bijaksana, la la la la…
Atau kalimat seperti ini : Gw mau menikah sama dia karena dia keibuan, jago masak, pintar berdandan, bisa mengerti gw, bla bla bla bla

Karena kalau kemudian ditanya : apa yang terjadi kalau si A ternyata nggak sebijak dan sebaik hati yang lo kira pada awalnya? Atau pertanyaan seperti ini : gimana kalau wanita yang lo mau nikahi itu ternyata kadang sulit mengerti lo, suatu hari kehilangan minat untuk berdandan terutama setelah anak lo 3, dan mendadak dia merasa perlu mengembangkan diri dengan berkarir?

Atau jenis-jenis pertanyaan lain lah.

Bukankah menyenangkan sekali kalau calon pasangan *siapapun* mengatakan : gw mau jadi pasangan lo karena gw memang mau jadi pasangan lo dan gw sayang sama lo.

*hal yang sama juga berlaku untuk diri kita sendiri pada pasangan…which makes me think, can I do such a thing??*

Sayangnya pria-pria atau wanita-wanita yang punya kualitas begini pasti udah punya pasangan… emang susah nyari sesuatu yang berkualitas saat ini…

Hidup

Posted in Uncategorized on April 21, 2009 by Laila

*Beuh, kesambet apa gw sampe nulis yang berat-berat gini?–sebenernya gw kepikir nulis beginian gara-gara habis baca blog Fahd Jibran– I swear not to write such a thing, but I do want to write a little about life*

Beberapa bulan yang lalu, waktu gw mendapat bertubi-tubi pelajaran dan kesadaran *jangan tanya kesadaran itu ada dimana sekarang, karena gw sendiri lupa naro dimana :P *, gw baru menyadari satu hal :

Hidup itu adalah siklus belajar-lupa-ingat-belajar

Saat gw mengutarakan ini pada teman dekat gw, dia langsung menyetujuinya. Berhubung teman dekat gw ini orangnya lebih bijak dan filosofis daripada gw dan gak banyak omong *she’s more “just do it” type*, berarti teori gw bener.

Dulu gw selalu bingung, kenapa sih gw kayaknya gak pernah mengingat apa yang sudah pernah gw “pelajari” dulu-dulu?? Kok gw tetep aja tolol bin bego? Tapi setelah dapat kesadaran itu…gw baru inget, kalo gw kan pelupa. Manusia kan emang dasarnya pelupa, makanya sama Tuhan diingetin, disuruh belajar lagi.

images

Selain hidup adalah siklus belajar-lupa-ingat, hidup juga adalah siklus jatuh-berdiri. Bayangkan kalo seumur hidup, lu gak pernah jatuh. Berdiri tegak sepanjang masa. Selain hidup lu membosankan, lu bakalan jadi orang paling sombong di muka bumi. Makanya, sekali-kali lu dibikin jatuh. Kenapa dibikin jatuh? Bukan cuma supaya gak sombong dan supaya hidup gak membosankan, tapi ada kaitannya dengan yang gw bahas di awal. Kalo lu jatuh, lu akan belajar sesuatu, dan lu disuruh bangkit.

Kalo udah jatuh, cepetan bangkit, jangan malah jadi tiarap!

Ah, jadi kebanyakan ngomongnya… anyway, jangan harap gw sendiri sudah bisa bener-bener bangkit kalo udah jatuh, atau bener-bener bisa belajar setelah mengalami sesuatu… gw juga masih dalam proses yang amaaatt sangaaattt panjang. Makin bertambah usia, makin bingung gw dengan diri gw sendiri. Gw hanya ingin berbagi saja apa yang ada di kepala, daripada gw nulis tentang sinetron yang makin menjamur? *berhubung gak pernah nonton sinetron juga sih, hahahaha*

yuk ah…

*gambar diambil dari sini*

Wisuda

Posted in Life on April 16, 2009 by Laila

Sebentar lagi gw wisuda, tapi gw gak punya semangat apalagi euforia sama sekali menghadapi wisuda yang akan berlangsung. Kayaknya wisuda ini hanya serangkaian formalitas aja. Mungkin karena gw udah kuliah apoteker dan bentar lagi mau UAS apoteker, dengan bahan yang bejibun.

I’m so grateful that I have graduated now…

But for graduation ceremony?

just so-so…

*though in fact I’m really waiting The celebration that will be held by HMF Ars Praeparandi which the theme is : Ars Ars Hota Hai… :lol2:*

It’s Going Down

Posted in Life on March 27, 2009 by Laila

I have no idea what to write this time… . Actually there’s something that crossed my mind, but I don’t think I can write it right now here. I’ve been so busy these days with lectures and group study, so..now I’m just gonna give you one picture I took last week… enjoy!

p3220785-ed2

Birthday’s Reflection

Posted in Life on March 20, 2009 by Laila

birthday-cake-ideas-for-kids-02

Tomorrow is my 22nd birthday, here are some best things that happened through my 21st are …

1. Being Protocoler’s GM at October’s graduation,

2. Graduate at 24th February 2009 *though the graduation ceremony will be held at April*

3. Had so many experiences that made me knows about friendship and maturity. Thanks to all my friends for encouraging me to the maturity zone, though I think I prefer childish zone *it’s nice to become kids anyway*

4. Fell in love, became a fool, broken hearted, but I could stand up again, just like usual. I would never be the same, but I think I know what I really want from a relationship now, if I have one :p

5. Watched so many movies and TV series, credit to Hasymy Arif, Muhammad Rudi Hariyanto, leecher, vepoyoke, and all uploader at Rileks *the best community to share* for providing me those good movies *before sidang mostly :p*.

6. Found out that I’m not capable enough to be in journalism world. I still don’t know what field is I’m going to focus on, but I’ve ruled out journalism. I hope later I will find out where should I be, what should I do.

7. Found new hobby, photography *not really a new hobby, but I want to make this hobby more serious, I want to improve my technique…ceileh!*

8. Still had some depress but could manage it better than the last time I had it

9. Ate very good lasagna and pizza at Resep Moyang restaurant with my friends

10. Bought some good harlequin-silhouette novels in their origin language :p

11. Finished my final assignment, finally. I thought I just wanted to give up at last minute, but thanks to Danz, Aniek, Mia, and Riesa who encouraged me not to give up and made me moving on

12. Read some good books from metro pop to fantasy. Thanks to Danilah Nur Muslim, Aniek Widayanti, and Mia Amalia for lending me those great books!

March

Posted in Life on March 19, 2009 by Laila

March

p7070314-edited

Attractive personality.sexy.Affectionate.Shy and reserved. Secretive. Naturally honest, generous and sympathetic. Loves peace and serenity. Sensitive to others. Loves to serve others. Easily angered. Trustworthy. Appreciative and returns kindness. Observant and assesses others. Revengeful. Loves to dream and fantasize. Loves traveling. Loves attention. Hasty decisions in choosing partners. Loves home decors. Musically talented.Loves special things. Moody.

Comment from me :

sexy? well depends on people’s definiton of sexy. Moody? Hell yes! Shy? Absolutely not! Loves to dream and fantasize, oohhh absolutely there’s no day that I ‘m not dreaming or fantasize. Loves Home decors, yes I’m trying to follow one of decorating monthly magazine. Hasty decisions in choosing partners, oohhh yes! That’s why I choose not to choose anymore, let God Decides for me (or my parents).

Musically talented? I can sing, some says my voice is good, but I can’t play instrument, though I’d really want play piano. Revengeful, yes if that person really hurt me or do evil things to me. I do love travelling, so much! In fact, I want to go to Lombok, Bunaken, and Belitong! Easily angered, yup yup. Secretive, not all things. love to return kindness, yes… .

anything wanna be added to my personality? gyak gyak gyak

Internasional Sebelah Mana?!

Posted in Uncategorized on March 16, 2009 by Laila

Sepanjang pekan kemarin, Ibu Gw dirawat di Santosa International Hospital karena menderita infeksi oleh bakteri yang diberi nama Salmonella thypii, atau yang biasa kita kenal dengan tipus. Minggu sore tanggal 8 Maret, Ibu gw masuk ke UGD karena demam yang dideritanya selama 3 hari nggak turun-turun juga. Pertama kali aja Bapak sudah dibikin kesal oleh petugas administrasi yang nggak tanggap sama sekali. Bapak gw berdiri 15 menit di depan meja administasi tanpa satu petugas pun yang bertanya apakah Bapak gw sudah dilayani atau belum. Sampai akhirnya komplain sendiri barulah ada yang melayani *padahal selama 15 menit itu, ada petugas jelas-jelas nampang batang hidungnya persis di depan Bapak*.

Selanjutnya Ibu gw diantar ke salah satu tempat tidur, kemudian ditanyai informasi kesehatannya. Gw terkesan dengan hal ini karena sesuai dengan standard pelayanan kesehatan yang emang harus dilakukan. Bahkan Ibu ditanya udah pernah minum obat apa aja sebelum dibawa ke RS.

Akhirnya setelah menunggu selama 1 jam untuk mengetahui hasil periksa darah, Ibu gw dinyatakan menderita tipus dan harus dirawat. Kembali ke masalah administrasi, seperti petugas administrasi pada umumnya, bilangnya gak ada kamar kelas 1 *berhubung keluarga gw Cuma ditanggung oleh perusahaan untuk dirawat di kamar kelas I*, padahal sebenernya ada. Jadi untuk setengah jam, Ibu gw sempat merasakan kamar VIP *padahal gak jauh dari kamar Ibu, ada kamar kelas 1 yang kosong*.

Waktu akhirnya Ibu pindah ke kamar kelas I, gw agak tercengang karena di kamar ini nggak ada bedfall, atau sofa bed. Nggak perlu sofa sih, pokoknya kursi yang bisa dipake tidur oleh keluarga yang menunggu pasien. Geblek, padahal itu kelas I pada rumah sakit yang mengaku diri bertaraf internasional. Gw yang sudah memutuskan untuk menginap malam itu, terpaksa tinggal, karena Bapak juga udah keburu pulang.

gedung

Yang bikin gw tambah mempertanyakan kredibilitas rumah sakit ini adalah, kualitas perawatnya. Sekitar jam setengah sepuluh, Ibu gw minta obat batuk ke perawat. Jadi, waktu dokter jaga masuk, satu jam sebelumnya, Ibu lupa menyebutkan kalau beliau memiliki batuk, makanya pas perawat masuk jam setengah sepuluh, Ibu minta obat batuk. Sampai jam setengah dua belas ditungguin *bayangkan, pasien sampe nggak tidur sampe jam segitu*, nggak ada kabar sama sekali dari perawat soal obat batuk. Besok paginya pas dikomplain, si perawat jaga bilang,

“Kan saya udah bilang, ditunggu dulu. Ternyata di Instalasi Farmasinya nggak ada.”

Gw yang moodnya udah buruk, langsung ngomel

“Kan suster bisa bilang satu jam setelah permintaan kalau obatnya nggak ada. Ibu saya sampe baru tidur setelah jam setengah dua belas Cuma gara-gara nunggu obat.”

Itu baru satu!

Sekitar jam 3 pagi, gw yang akhirnya tidur di kasur Ibu, dibangunkan Ibu karena infus habis. Ibu akhirnya ngebel perawat. Setelah 3 kali bel dipencet, dan kayaknya udah nunggu setengah jam barulah perawat datang dan ganti infus.


Waktu paginya dikomplain, apa jawaban suster?

“Itu kan udah ditempel Bu, kalau cairan infus habis mohon beritahu perawat.”

Gw Cuma bisa melongo sebelum bilang.

“Loh, kan Ibu saya tidur? Masa disuruh bangun malam-malam Cuma liat infus? Mana datangnya lama lagi.”

“Kami kan ada kerjaan lain, pasiennya juga banyak.”

Gw udah nggak ngebantah lagi, tapi dalam hati gw, nih perawat bullshit banget! Jam 1 pagi, gw kan keliling bagian tempat Ibu dirawat, dan gak semua kamar penuh, mana ada itu pasien banyak. Lagian kan bisa kita hitung dari tetesan infus, berapa lama infus akan habis. Kalaupun untuk ngecek keliling kan nggak perlu setiap jam. Gw hitung-hitung ada 4 perawat jaga, kalau setiap dua jam sekali dua perawat dibagi untuk keliling ngecek infus, kayaknya cukup deh.

Dikira gw nggak bisa manajemen apa?!

Terus Ibu gw minta baju ganti, karena baju yang dipakainya dari rumah udah lengeket. Apa coba kata suster?

“Belum ada dari laundry Bu.”

Itu jam setengah tujuh pagi!!

Rumah sakit macam apa ini?? Nggak punya modal atau apa?! Yang namanya baju ganti itu kan harus disimpan agak banyak di loker suatu bagian ruang rawat inap. In case ada yang muntah atau apa, mau diapain? Dibiarin tidur dengan baju bekas muntahan atau baju yang basah? Atau disuruh telanjang?!! Geblek bener!

Dan kata Ibu gw, besok-besoknya juga gitu, bisa sampe siang nggak ada baju ganti, dengan alasan belum dikasih sama bagian lanudry. Itu ngelaundrynya dimana? Di Afrika ya?

Gw semalam aja ada disitu udah naik darah. Baru kali ini gw ngeliat perawatan model begini. Nggak ada perawat yang ngecek ke ruangan, padahal itulah fungsi perawat jaga. Ngecek ke ruangan saat pasien tidur, apakah suhu pasien naik, bagaimana kondisi infus, dan sebagainya. Datang pagi-pagi ke ruangan untuk menyeka pasien, menjaga pasien tetap bersih. Laundry sudah harus melakukannya pekerjaannya dua kali, pokoknya selalu ada baju ganti yang bersih di setiap bangsal perawatan.

Mana internasionalnya?!! Malu doing mengaku-aku rumah sakit bertaraf internasional kalo pelayanannya model begitu. Gw kasih tau aja sama temen-temen blogger semua, jangan sekali-kali deh berobat apalagi rawat inap di rumah sakit ini, sumpah makan hati! Kalo yang ikut asuransi kesehatan, cek dulu deh, nih asuransi ngerefer ke rumah sakit mana in case kita harus di rawat. Kalau ada alternatif rumah sakit lain, ke rumah sakit lain aja. Kalo nggak, cari asuransi lain aja lah.

Menurut gw, harusnya badan akreditasi harus meninjau ulang akreditasi rumah sakit ini. Rumah sakit model begini, nggak layak sama sekali mengaku diri bertaraf internasional kalau manajemennya masih buruk begini.