Archive for the Uncategorized Category

Hidup

Posted in Uncategorized on April 21, 2009 by Laila

*Beuh, kesambet apa gw sampe nulis yang berat-berat gini?–sebenernya gw kepikir nulis beginian gara-gara habis baca blog Fahd Jibran– I swear not to write such a thing, but I do want to write a little about life*

Beberapa bulan yang lalu, waktu gw mendapat bertubi-tubi pelajaran dan kesadaran *jangan tanya kesadaran itu ada dimana sekarang, karena gw sendiri lupa naro dimana :P *, gw baru menyadari satu hal :

Hidup itu adalah siklus belajar-lupa-ingat-belajar

Saat gw mengutarakan ini pada teman dekat gw, dia langsung menyetujuinya. Berhubung teman dekat gw ini orangnya lebih bijak dan filosofis daripada gw dan gak banyak omong *she’s more “just do it” type*, berarti teori gw bener.

Dulu gw selalu bingung, kenapa sih gw kayaknya gak pernah mengingat apa yang sudah pernah gw “pelajari” dulu-dulu?? Kok gw tetep aja tolol bin bego? Tapi setelah dapat kesadaran itu…gw baru inget, kalo gw kan pelupa. Manusia kan emang dasarnya pelupa, makanya sama Tuhan diingetin, disuruh belajar lagi.

images

Selain hidup adalah siklus belajar-lupa-ingat, hidup juga adalah siklus jatuh-berdiri. Bayangkan kalo seumur hidup, lu gak pernah jatuh. Berdiri tegak sepanjang masa. Selain hidup lu membosankan, lu bakalan jadi orang paling sombong di muka bumi. Makanya, sekali-kali lu dibikin jatuh. Kenapa dibikin jatuh? Bukan cuma supaya gak sombong dan supaya hidup gak membosankan, tapi ada kaitannya dengan yang gw bahas di awal. Kalo lu jatuh, lu akan belajar sesuatu, dan lu disuruh bangkit.

Kalo udah jatuh, cepetan bangkit, jangan malah jadi tiarap!

Ah, jadi kebanyakan ngomongnya… anyway, jangan harap gw sendiri sudah bisa bener-bener bangkit kalo udah jatuh, atau bener-bener bisa belajar setelah mengalami sesuatu… gw juga masih dalam proses yang amaaatt sangaaattt panjang. Makin bertambah usia, makin bingung gw dengan diri gw sendiri. Gw hanya ingin berbagi saja apa yang ada di kepala, daripada gw nulis tentang sinetron yang makin menjamur? *berhubung gak pernah nonton sinetron juga sih, hahahaha*

yuk ah…

*gambar diambil dari sini*

Internasional Sebelah Mana?!

Posted in Uncategorized on March 16, 2009 by Laila

Sepanjang pekan kemarin, Ibu Gw dirawat di Santosa International Hospital karena menderita infeksi oleh bakteri yang diberi nama Salmonella thypii, atau yang biasa kita kenal dengan tipus. Minggu sore tanggal 8 Maret, Ibu gw masuk ke UGD karena demam yang dideritanya selama 3 hari nggak turun-turun juga. Pertama kali aja Bapak sudah dibikin kesal oleh petugas administrasi yang nggak tanggap sama sekali. Bapak gw berdiri 15 menit di depan meja administasi tanpa satu petugas pun yang bertanya apakah Bapak gw sudah dilayani atau belum. Sampai akhirnya komplain sendiri barulah ada yang melayani *padahal selama 15 menit itu, ada petugas jelas-jelas nampang batang hidungnya persis di depan Bapak*.

Selanjutnya Ibu gw diantar ke salah satu tempat tidur, kemudian ditanyai informasi kesehatannya. Gw terkesan dengan hal ini karena sesuai dengan standard pelayanan kesehatan yang emang harus dilakukan. Bahkan Ibu ditanya udah pernah minum obat apa aja sebelum dibawa ke RS.

Akhirnya setelah menunggu selama 1 jam untuk mengetahui hasil periksa darah, Ibu gw dinyatakan menderita tipus dan harus dirawat. Kembali ke masalah administrasi, seperti petugas administrasi pada umumnya, bilangnya gak ada kamar kelas 1 *berhubung keluarga gw Cuma ditanggung oleh perusahaan untuk dirawat di kamar kelas I*, padahal sebenernya ada. Jadi untuk setengah jam, Ibu gw sempat merasakan kamar VIP *padahal gak jauh dari kamar Ibu, ada kamar kelas 1 yang kosong*.

Waktu akhirnya Ibu pindah ke kamar kelas I, gw agak tercengang karena di kamar ini nggak ada bedfall, atau sofa bed. Nggak perlu sofa sih, pokoknya kursi yang bisa dipake tidur oleh keluarga yang menunggu pasien. Geblek, padahal itu kelas I pada rumah sakit yang mengaku diri bertaraf internasional. Gw yang sudah memutuskan untuk menginap malam itu, terpaksa tinggal, karena Bapak juga udah keburu pulang.

gedung

Yang bikin gw tambah mempertanyakan kredibilitas rumah sakit ini adalah, kualitas perawatnya. Sekitar jam setengah sepuluh, Ibu gw minta obat batuk ke perawat. Jadi, waktu dokter jaga masuk, satu jam sebelumnya, Ibu lupa menyebutkan kalau beliau memiliki batuk, makanya pas perawat masuk jam setengah sepuluh, Ibu minta obat batuk. Sampai jam setengah dua belas ditungguin *bayangkan, pasien sampe nggak tidur sampe jam segitu*, nggak ada kabar sama sekali dari perawat soal obat batuk. Besok paginya pas dikomplain, si perawat jaga bilang,

“Kan saya udah bilang, ditunggu dulu. Ternyata di Instalasi Farmasinya nggak ada.”

Gw yang moodnya udah buruk, langsung ngomel

“Kan suster bisa bilang satu jam setelah permintaan kalau obatnya nggak ada. Ibu saya sampe baru tidur setelah jam setengah dua belas Cuma gara-gara nunggu obat.”

Itu baru satu!

Sekitar jam 3 pagi, gw yang akhirnya tidur di kasur Ibu, dibangunkan Ibu karena infus habis. Ibu akhirnya ngebel perawat. Setelah 3 kali bel dipencet, dan kayaknya udah nunggu setengah jam barulah perawat datang dan ganti infus.


Waktu paginya dikomplain, apa jawaban suster?

“Itu kan udah ditempel Bu, kalau cairan infus habis mohon beritahu perawat.”

Gw Cuma bisa melongo sebelum bilang.

“Loh, kan Ibu saya tidur? Masa disuruh bangun malam-malam Cuma liat infus? Mana datangnya lama lagi.”

“Kami kan ada kerjaan lain, pasiennya juga banyak.”

Gw udah nggak ngebantah lagi, tapi dalam hati gw, nih perawat bullshit banget! Jam 1 pagi, gw kan keliling bagian tempat Ibu dirawat, dan gak semua kamar penuh, mana ada itu pasien banyak. Lagian kan bisa kita hitung dari tetesan infus, berapa lama infus akan habis. Kalaupun untuk ngecek keliling kan nggak perlu setiap jam. Gw hitung-hitung ada 4 perawat jaga, kalau setiap dua jam sekali dua perawat dibagi untuk keliling ngecek infus, kayaknya cukup deh.

Dikira gw nggak bisa manajemen apa?!

Terus Ibu gw minta baju ganti, karena baju yang dipakainya dari rumah udah lengeket. Apa coba kata suster?

“Belum ada dari laundry Bu.”

Itu jam setengah tujuh pagi!!

Rumah sakit macam apa ini?? Nggak punya modal atau apa?! Yang namanya baju ganti itu kan harus disimpan agak banyak di loker suatu bagian ruang rawat inap. In case ada yang muntah atau apa, mau diapain? Dibiarin tidur dengan baju bekas muntahan atau baju yang basah? Atau disuruh telanjang?!! Geblek bener!

Dan kata Ibu gw, besok-besoknya juga gitu, bisa sampe siang nggak ada baju ganti, dengan alasan belum dikasih sama bagian lanudry. Itu ngelaundrynya dimana? Di Afrika ya?

Gw semalam aja ada disitu udah naik darah. Baru kali ini gw ngeliat perawatan model begini. Nggak ada perawat yang ngecek ke ruangan, padahal itulah fungsi perawat jaga. Ngecek ke ruangan saat pasien tidur, apakah suhu pasien naik, bagaimana kondisi infus, dan sebagainya. Datang pagi-pagi ke ruangan untuk menyeka pasien, menjaga pasien tetap bersih. Laundry sudah harus melakukannya pekerjaannya dua kali, pokoknya selalu ada baju ganti yang bersih di setiap bangsal perawatan.

Mana internasionalnya?!! Malu doing mengaku-aku rumah sakit bertaraf internasional kalo pelayanannya model begitu. Gw kasih tau aja sama temen-temen blogger semua, jangan sekali-kali deh berobat apalagi rawat inap di rumah sakit ini, sumpah makan hati! Kalo yang ikut asuransi kesehatan, cek dulu deh, nih asuransi ngerefer ke rumah sakit mana in case kita harus di rawat. Kalau ada alternatif rumah sakit lain, ke rumah sakit lain aja. Kalo nggak, cari asuransi lain aja lah.

Menurut gw, harusnya badan akreditasi harus meninjau ulang akreditasi rumah sakit ini. Rumah sakit model begini, nggak layak sama sekali mengaku diri bertaraf internasional kalau manajemennya masih buruk begini.

Sidang

Posted in Uncategorized on February 17, 2009 by Laila

Sidang di jurusan gw itu agak beda dengan jurusan lain *eh beda nggak ya? sebenernya gw nggak pernah bener-bener survey ke jurusan lain sih*

Jadi di jurusan gw, sejak tahun 2008 kemarin menetapkan aturan baru untuk sidang. Mahasiswa nggak akan tahu siapa pengujinya sampai mereka masuk ke ruang sidang. Jadi mahasiswa yang akan disidang hanya tahu mereka sidang di ruang mana, jam berapa, hari apa.

Berasa lagi di acara “Akhirnya Datang Juga”, tapi minus kostum, dan penonton yang bakal ketawa ngakak kalau kita bisa bikin lelucon. Ini mah masuk ruangan buat dibantai *terutama kalau nggak siap*. Yang paling kasian ya mahasiswa yang jadi tumbal, peserta pertama dan kedua. Kan bener-bener nggak tau siapa dosennya, gak ada persiapan mental lah. Kalau mahasiswa selanjutnya, apalagi yang hari berikutnya *biasanya nggak dirotasi dosen-dosennya* udah rada siap mental. Berhubung pasti mahasiswa yang pertama kali masuk keluar-keluar pasti cerita soal pengalamannya selama 45 menit di dalam ruang sidang *ditambah sedikit air mata atau amarah*. Selain itu juga suka ada juru kuping yang kerjaannya mendengarkan suara dosen siapa aja yang ada di ruang sidang tersebut.

Sidang model begini bener-bener bikin deg-degan. Dan gw tambah deg-degan karena persiapan sidang gw bisa dibilang baru bener-bener pol minggu ini. Beberapa bulan kemaren gw sibuk leha-leha, nonton film, baca novel. Peri Mood nggak nangkring di pundak gw, yang ada malah Engkong Syaitan yang rajin banget mampir ke kamar. Sekarang gw jadi rajin karena harus mempersiapkan diri dan emang belajar bersama dengan teman-teman.

people_group_study

Belajar bersama cukup membantu untuk mempelajari seluruh bahan kuliah selama 4 tahun *eng..let me rephrase, 4,5 tahun!*. Hari ini belajar seluruh bahan kuliah di Kelompok Keilmuan A, besok B, lusa C, D, dan nanti tiga hari menjelang sidang, kami semua akan simulasi sidang.

Apapun dilakukan buat sidang…

45 menit yang menentukan hidup mati *lebay…tapi bisa jadi begitu*

45 menit yang bisa bikin mencret-mencret *sebelum atau sesudahnya*

45 menit yang bisa bikin seseorang berderai air mata atau sibuk caci maki

Minggu depan…

Galasin

Posted in Uncategorized on September 26, 2008 by Laila

Hallo semua, masih pada inget ga sama permainan tradisional yang biasa kita mainkan waktu kecil, ada boy-boyan, gatrik, sorodot gaplok, bentengan, layangan, gasing, engklek, sondah, egrang, bakiak… hohohow pasti pada kangen dong sama permainan-permainan yang tadi disebutin. Nah kita-kita dari team Car34ndFun yang isinya mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir serta alumni yang funky, gaul n pasti asik…. cool.gif cool.gif akan mengadakan acara bekerja sama dengan IA-ITB, baca aja nih dibawah: smile.gif

Dalam rangka melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari budaya Indonesia, Departemen Pelatihan dan Pengembangan Alumni IA – ITB bermaksud mengadakan suatu acara dengan nama “Galasin” Gelar Permainan Tradisional,

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2008 di Institut Teknologi Bandung, dengan mengundang 140 anak-anak beserta orang tua dari berbagai sekolah dasar di Bandung. Acara yang akan digelar adalah:

1. Seminar “Manfaat permainan tradisional bagi anak usia sekolah”, bagi para orang tua untuk menambah wawasan mengenai pendidikan anak.
2. Bengkel prakarya tradisional, dimana anak-anak akan diperkenalkan dan diajak untuk mengembangkan kreatifitas serta keterampilan dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk membuat berbagai prakarya dan sarana permainan tradisional.
3.Bermain bersama teman-teman, dimana anak-anak akan diperkenalkan dan diajak melakukan permainan tradisional dalam tim.
4.Dongeng, dimana anak-anak akan diajak untuk mengenal beberapa dongeng popular Indonesia serta nilai moral yang terkandung di dalamnya.
5.Pesan untuk dunia, sebagai penutup dari keseluruhan acara, akan diterbangkan balon gas. Pada balon gas tersebut digantungkan kertas yang berisi cita-cita serta pesan anak-anak untuk dunia.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Oktober 2008
Waktu : 08.00 – 14.30
Tempat : Campus Centre ITB, Jl Ganesha no 10 Bandung
Lapangan Basket ITB

diambil dari sini

The Basic of Human Life…

Posted in Uncategorized on September 10, 2008 by Laila

everybody lies…

House M.D.

Malas

Posted in Uncategorized on May 22, 2008 by Laila

Huff, kayaknya gw terkontaminasi benzodiazepin atau tiopental natrium kali ya, soalnya bawaannya ngantuuukkkk terus!! Eh, mungkin lebih tepatnya bukan Ngantuk kali ya, tapi MALAS! Huahahahaha….malas bikin regresi olahan data *iya iya sekarang dibikin dah*, malas mesen mencit *besok tak pesen ke Pak Amin dahhh*, malas belajar *berhubung UAS mesti belajar juga sihhh*, terus malas apapun deh. Bawaannya TIDUR mulu, bersantai-santai ndak jelas.

Bener-bener keterlaluan lah diri gw ini, pantesan aja gw sering dimarahin ama orangtua, malas gini bawaannya. Ngerawat diri malas, dandan malas, belajar ogah, beres2 rumah juga emoh..amppoooonnnn!! setan manalah yang merasuki tubuh gw ini, kayaknya gw perlu diruqyah atau apapun lah namanya itu, menghilangkan setan2 dalam tubuh gw…*btw, jangan2 gw sendirilah setannya?!!! TIDAAKKKK*

Daripada gw tambah malas, mending gw bikin list things to do lah :

1. bikin regresi olahan data

2. mesen mencit

3. belajar farkog analitik

4. ngambil darah kambing di cisarua sana!

5. nerusin cerita Frida

6. nanya ke Pak Krasno bisa dapet job di SPMB lagi ndak…

7. Mulai ngoral2 lagi  dan bantuin Mbak Usi…

8. Mengumpulkan keberanian untuk nanya kerja part time di Bunda Ganesa *meski nggak digaji juga ndak papa…*

huff…ternyata ndak banyak amat kegiatannya, masih cukuplah untuk nyanyi2 lagu india sambil goler-goler di tempat tidur dan ngopi…sruuuppppp enyaaakkk….. *jadi membayangkan kasur di rumah yang sudah diganti sepreinya sama Mama dan kamar yang sudah begitu bersih…kyaaaaaa :shy: –> lihatlah betapa malasnya gw!!! ampon*

Tentang lelaki -jawaban dan pandangan-

Posted in Uncategorized on May 14, 2008 by Laila

Mak, judulnya ngeri ya. Kayak kajian apaaa gitu. Hihihi, jadi akhirnya beberapa hari lalu gw mendapatkan balasan dari Mbak pengarang novel yang gw tanya waktu itu. Sayangnya jawaban disampaikan lewat sms karena internetnya si Mbak lagi lemot *kayaknya gw tau providernya apa ini…*. SO, here is the answer.

Zona@last kutulis untuk temen2 priaku yang sudah kawin. Banyak dari mereka yang merasa masih cinta sama mantan… . Bagiku nggak apa-apa, rasa cinta kan karuniaNYa. Yang penting gimana memanage hati, mengendalikan diri, agar rasa itu nggak liar dan menghancurkan perkawinan.

Aku bikin riset kecil-kecilan ke beberapa pria. Dari situ kutulis Zona@last. Nyatanyahati pria memang bisa diisi 4 wanita. Allah yang bilang. -censored-

So, itulah alasan Mbak mengatakan kalimat wanita ranjang nggak perlu tahu wanita dalam hati seorang pria. And I am proud to say, I agree with her. Bukan karena gw mengoleksi 5 novel Mbak, tapi dari dulu juga gw berpikir begitu. Kenapa? Please read Q. S An Nisaa *dan gw lupa ayatnya berapa, tapi jelas dibahas disana*. Allah sudah jelas mengatakan disana kalau laki-laki diberi “jatah” sampai 4 wanita, meski Allah nggak terlalu suka sih poligami itu sendiri. Allah lebih suka kalau si laki-laki stick with just one woman. Tapi, kenapa coba sampai dikasih “jatah” sampai 4 wanita? Karena Allah tau *ya jelas, Dia yang menciptkan manusia gitu loh!!!* hati laki-laki bisa nampung sampai 4 wanita. Laki-laki bisa jatuh cinta sama wanita lain bahkan saat dia sudah bersama satu wanita yang dia pilih untuk berjalan bersama sampai akhir hayat *dan dia memilih karena cinta, bukan karena ada di pasar!*

Dan menurut gw, kalau seorang lelaki memilih untuk nggak memberitahukan pada istrinya bahwa dia masih keingetan mantan yang amat sangat dia cintai, atau kalau dia kepincut sama salah seorang wanita, belum tentu dia itu nggak jujur. Mungkin dia begitu karena dia nggak mau bikin istrinya sedih, terluka. Mungkin dia berpikir, nggak ada manfaatnya pun dikasih tau ke istrinya, toh saat ini dan di masa depan yang ada hanyalah istrinya, yang akan dia penuhi dengan cinta adalah istrinya, bukan mantannya. Ngapain coba kalau dia jujur, terus istrinya ternyata orang yang cepet emosi terus ujug2 ke KUA ngegugat cerai. Atau jadi nggak ngomong selama beberapa hari dan terus-terus jadi curiga. Padahal ini HANYA masalah mantan! Mantannya aja nggak ketemu lagi, kalopun ketemu, udah bersuami. kalopun gimana, si laki-laki udah milih istrinya, Demi Tuhan! Ngapain ngasih tau?? Mending istrinya nggak tahu apa-apa kan?

Seandainya pun si suami ngasih tau, berarti dia percaya istrinya ndak akan ngerasa masalah, dan dia memberitahukannya karena emang sebagai bentuk berbagi dengan istrinya. Dia ingin istrinya tahu semua hal tentang dia. Cuma ya itu tadi, kalau dia memilih untuk nggak ngasih tau, NO BIG DEAL.
Besides, setiap wanita bisa milih kok. Mau nerima keadaan suaminya begitu, atau nggak. Terserah dia pilihannya mau gimana. Tapi, akan lebih baik kalau dia memilih suatu pilihan yang diridhai Allah *ehem, sok alim ceritanya ini*. Toh kita ini manusia, nggak luput dari salah dan dosa. Bukan berarti jadi mengada-adakan kesalahan dan dosa, cuma kita harus menerima bahwa ada seseorang di masa lalu pasangan kita. Kalau untuk itu saja kita nggak bisa nerima, bagaimana kita bisa mempercayai pasangan dan menjalani hubungan yang serius? Ya nggak ya nggak??

Hehehe, gw emang nggak ada pengalaman sama sekali dalam soal beginian, cuma gw sih no problem kalau misalnya pasangan gw punya gadis masa lalu. Dia bilang Alhmadulillah, berarti dia percaya sama gw, dia nggak bilang juga itu pilihan dia. Alangkah lebih baik kalau ndak ada gadis mana2 lagi, janda mana2 lagi, yang nyelinap ke hati dia setelah dia memilih gw, dan gw pun begitu.

Awal Kisah

Posted in Uncategorized on March 27, 2008 by Laila

Mempersiapkan peralatan, mengasah pedang, belati, pisau, dan teman-temannya. mengecek kembali segala perlengkapan…

Yah, aku akan berjalan dengan dagu terangkat.

Aku akan berjalan dengan mantap.

Kudaku sudah siap, sehat dirinya. Antara aku dan dia ada ikatan batin yang langsung kurasakan sejak pertama kali aku membelinya di pasar beberapa minggu yang lalu.

Aku akan berjalan…

Selamat datang dunia yang baru…