Perlukah Alasan?
Hari Selasa minggu lalu, yang seharusnya adalah hari dimana gw belajar Farmasi Industri bersama salah seorang teman untuk ujian keesokan harinya, malah jadi hari dimana gw, Mae, dan Danz ngomongin soal cinta dan hal-hal lain tentang hubungan lawan jenis.
Yang membuat gw sedikit terharu adalah waktu mendengar Mae cerita soal salah satu pasangan yang udah pacaran selama 8 tahun, dan waktu si cowok ditanya : “apa sih yang bikin lo bisa bertahan sampe 8 tahun?” Dan apakah jawaban si cowok itu?
“Aduh, apa ya? Gw juga nggak tau sih, nggak pernah nyari tahu. Ah nggak ah, gw nggak mau ngasih tau, ntar malah gw jadi nggak sayang sama dia *ceweknya*.”

Gila! Zaman sekarang, masih ada juga manusia berharga kayak begini, yang cinta dan sayang sama seseorang karena dia memang sayang sama seseorang, bukan karena alasan-alasan yang mungkin suatu saat bisa menghilang atau bisa bikin dia bosan. Dari situ mulailah gw, Danz, dan Mae membahas soal apakah cinta perlu alasan?
Ternyata nggak. Nggak perlu ada kalimat : gw cinta sama si A karena dia baik hati, bijaksana, la la la la…
Atau kalimat seperti ini : Gw mau menikah sama dia karena dia keibuan, jago masak, pintar berdandan, bisa mengerti gw, bla bla bla bla
Karena kalau kemudian ditanya : apa yang terjadi kalau si A ternyata nggak sebijak dan sebaik hati yang lo kira pada awalnya? Atau pertanyaan seperti ini : gimana kalau wanita yang lo mau nikahi itu ternyata kadang sulit mengerti lo, suatu hari kehilangan minat untuk berdandan terutama setelah anak lo 3, dan mendadak dia merasa perlu mengembangkan diri dengan berkarir?
Atau jenis-jenis pertanyaan lain lah.
Bukankah menyenangkan sekali kalau calon pasangan *siapapun* mengatakan : gw mau jadi pasangan lo karena gw memang mau jadi pasangan lo dan gw sayang sama lo.
*hal yang sama juga berlaku untuk diri kita sendiri pada pasangan…which makes me think, can I do such a thing??*
Sayangnya pria-pria atau wanita-wanita yang punya kualitas begini pasti udah punya pasangan… emang susah nyari sesuatu yang berkualitas saat ini…
May 11, 2009 at 7:13 am
ternyata emang gak perlu ada alasan…
May 11, 2009 at 11:13 am
Nggak perlu alasan untuk jatuhcinta, tapi kayaknya masih perlu mempertimbangkan banyak hal untuk menjalin hubungan serius.
Maksudku, kalo kita jatuhati sama yg beda keyakinan atau yg suka mabok…apa mau nekad jalan terus?
Cuman masukan dari yg pernah jatuhati tanpa alasan dan dijatuhihati tanpa alasan juga.
May 19, 2009 at 5:01 am
aku sudah membalas via email mbak untuk penjelasannya…hihihi